Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 05/09/2019) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bekerja sama dengan Forum for Nuclear Cooperation in Asia menggelar workshop on Radiation Processing and Polymer Modification for Agricultural, Environmental and Medical Application di Hotel Ambarukmo, Yogyakarta, 3 s.d. 7 September 2019. Workshop ini diikuti oleh 22 orang peserta yang berasal dari 10 negara anggota FNCA yaitu Bangladesh, China, Indonesia, Jepang, Kazakhstan, Malaysia, Mongolia, Philipines, Thailand, dan Vietnam.

Penanggung jawab kegiatan, Dharmawan Darwis mengatakan kegiatan ini dimaksudkan untuk melakukan evaluasi kegiatan di masing-masing negara anggota FNCA. "Tujuan FNCA Worshop ini adalah untuk melakukan diskusi, evaluasi kegiatan masing-masing Negara anggota, tukar menukar pengalaman dan meningkatkan kerjasama antar Negara anggota dalam hal penelitian dan pengembangan aplikasi oligokitosan iradiasi/oligokaraginan sebagai plant growth promoter, plant elicitor, dan aplikasi proses radiasi di bidang lingkungan dan kesehatan," ujar Dharmawan.

(Musi Rawas, 04/09/2019) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) kedepan akan melakukan penelitian di bidang pertanian untuk menciptakan varietas tanaman unggul yang tahan terhadap cuaca ekstrim. Hal ini disampaikan Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan pada panen raya varietas padi kahayan di Agro Techno Park (ATP), Musi Rawas, Rabu (04/09).

Perubahan cuaca ekstrim yang terjadi saat ini bukan lagi sekedar wacana, namun sudah sering terjadi. Ketika musim kemarau bisa terjadi kekeringan dalam waktu yang panjang, begitu juga ketika musim penghujan, terjadi dalam jangka waktu yang lama dan jumlah air sangat banyak.

Kondisi ini menurut Anhar sering dikeluhkan oleh para petani, mengingat belum banyak varietas yang tahan terhadap perubahan cuaca yang ekstrim. "Untuk menghadapi kondisi perubahan cuaca yang ekstrim, maka kedepan, BATAN diharapkan melakukan penelitian yang mampu menghasilkan varietas padi unggul yang tahan terhadap perubahan cuaca yang ekstrim," kata Anhar.

(Musi Rawas, 03/09/2019), Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menyelenggarakan kegiatan evaluasi pelaksanaan Science Techno Park (STP) di Kabupaten Musi Rawas, Selasa (03/09). Kegiatan STP merupakan program nasional yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi pada tahun 2015.

Wakil Bupati Musi Rawas, Suwarti dalam sambutannya menyambut baik kegiatan evaluasi pelaksaan STP BATAN. Kabupaten Musi Rawas menjadi salah satu daerah yang ditunjuk oleh BATAN sebagai salah satu lokasi STP selain Kabupaten Klaten dan Polewali Mandar.

(Jakarta, 26 Agustus  2019), Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) – Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) kembali mengadakan pelatihan bekerjasama dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat)-BATAN tentang Isolasi dan Identifikasi Bakteri Penunjang Aplikasi Teknik Nuklir Berbasis Mikroba yang diadakan di Ruang Pertemuan Bidang Pertanian PAIR dari tanggal 26 Agustus sampai dengan 30 Agustus 2019. Tujuan diadakan pelatihan ini adalah untuk memberikan pemahaman serta keterampilan mengenai isolasi dan identifikasi bakteri serta pemanfaatan radioisotop untuk pengukuran pertumbuhan bakteri. Hal ini diperlukan untuk mendukung peningkatan produktifitas peneliti di PAIR khususnya dan BATAN pada umumnya serta meningkatkan kualitas riset dengan data penunjang yang komplit dan komprehensif.

(Jakarta, 19 Agustus  2019), Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) – Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bekerjasama dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat)-BATAN mengadakan pelatihan Operator Bank Jaringan yang diadakan di PAIR dari tanggal 19 Agustus sampai dengan 23 Agustus 2019. Sebanyak 14 peserta dari berbagai instansi seperti RSA UGM, UPT Sel Punca RSCM, RS Fatmawati, RSUP Dr. Jamil Padang, PPIKSN-BATAN, BU-BATAN, PTKMR-BATAN serta pegawai PAIR yang terkait  hadir mengikuti pelatihan tersebut. Tujuan diadakan pelatihan ini adalah sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan dan keterampilan sebagai Operator Bank Jaringan.