Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 21/10/2018) Teknologi pengawetan terus berkembang seiring dengan kemajuan zaman dan kepedulian masyarakat terhadap kesehatannya. Teknologi pengawetan dengan menggunakan bahan kimia berbahaya kini mulai ditinggalkan, dan beralih kepada teknologi yang bersih dari bahan kimia.

Salah satu teknologi pengawetan yang tidak menggunakan bahan kimia yakni Iradiator gamma yang memanfaatkan radiasi sinar gamma yang dipancarkan oleh sumber radioaktif. Selain itu, teknologi pengawetan alternatif yang memanfaatkan radiasi juga dapat dihasilkan dari mesin berkas elektron yakni fasilitas pengawetan yang memanfaatkan radiasi elektron yang ditimbulkan oleh sumber energi listrik.

(Semarang, 24/09/2018) Dampak perubahan iklim menjadi isu yang hangat dibicarakan bukan saja di dalam melainkan juga di luar negeri. Berbagai upaya pengurangan dampak tersebut juga dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan melakukan analisis terhadap dampak perubahan iklim dengan menggunakan teknologi nuklir.

Beberapa negara yang tergabung dalam Forum for Nuclear Cooperation in Asia (FNCA) yang beranggotakan Australia, Bangladesh, China, Indonesia, Japan, Kazakshtan, Korea, Malaysia, Mongolia, Philippines, Thailand, dan Vietnam melakukan penelitian bersama untuk menganalisis dampak perubahan iklim dengan menggunakan teknologi nuklir. Analisis ini dilakukan oleh setiap negara anggota FNCA sejak tahun 2017 yang diketuai oleh Australia.

(Jakarta, 19 /09/2018),   Pusat  Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR)- Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), menyelenggarakan Sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja, yang dihadiri oleh 70 pegawai di lingkungan PAIR. Sosialisasi diselenggarakan di Gedung Pertemuan PAIR, pada hari Rabu (19/9)

Dengan moto mencegah lebih baik daripada mengobati, maka Yulizon Menry selaku Kepala Bidang Keselamatan Kerja dan Kesehatan dalam sambutannya berharap agar acara sosialisasi ini dapat bermanfaat, sehingga pegawai PAIR dapat menjaga kesehatan dan dapat hidup lebih baik serta bekerja lebih produktif.

(Jakarta, 20/09/2018) Teknologi nuklir kini tidak hanya dimanfaatkan untuk hal-hal yang membahayakan seperti senjata pemusnah masal atau sebagai sumber energi listrik saja, tetapi lebih dari itu, teknologi nuklir telah merambah berbagai aspek kehidupan masyarakat, salah satunya adalah untuk peningkatan produktivitas ternak. Melalui Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), inovasi pemanfaatan teknologi nuklir mampu menghasilkan teknologi yang menunjang program peternakan nasional berupa pakan, tata laksana reproduksi, dan program kesehatan ternak.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Austria, Darmansjah Djumala menyampaikan komitmennya untuk terus mempromosikan teknologi nuklir untuk tujuan damai dan berdampak kepada sosial-ekonomi masyarakat. " Inilah yang selalu kami katakan diplomasi membumi," kata Darmansjah.

(Jakarta, 10 September 2018), Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR)-BATAN bekerjasama dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) menyelenggarakan Coaching “Pemagangan Analisis Aktivitas Enzim Selulosa dari Kapang Trichoderma Terstimulasi Iradiasi Sinar Gamma” yang berlangsung dari tanggal 10 September sampai dengan 1 Oktober 2018 bertempat di PAIR, dan diikuti oleh 11 pegawai dari PAIR yang terdiri dari peneliti, dan pranata nuklir.

Pelatihan dibuka oleh Kepala PAIR, Totti Tjiptosumirat, menyampaikan bahwa tujuan pelatihan ini adalah untuk peningkatan kapasitas building 20 jam/tahun, khususnya bagi pegawai di bidang Industri dan Lingkungan, yang dikoordinasi oleh Pusdiklat. Materi yang akan diberikan berhubungan dengan mikrorganism, merupakan sesuatu yang baru dilaboratorium Industri dan Lingkungan, yang coaching ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih kepada peserta sebagai salah satu indikator perubahan iklim.