HUTRI75
hani2020

International Day Against Drug

26 June 2020

Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 02/01/2019). Ekonomi kerakyatan menjadi prinsipnya dalam menjalankan usaha. Neken Jamin Sembiring, pria paruh baya pemilik UD. Gerak Tani ini memanfaatkan teknologi nuklir pada produk bumbu dan cabai gilingnya.

“Saya beli cabai dengan harga lebih tinggi dari petani, tetapi saya jual dengan harga yang lebih murah dari pasaran ke konsumen. Petani untung, pedagang untung, rakyat untung, semua untung. Itu prinsip saya,” kata Sembiring, panggilan akrabnya saat diwawancara di sela-sela pameran Indonesia pada Konferensi Tingkat Menteri Badan Tenaga Atom International (International Atomic Energy Agency/ IAEA), Vienna, Austria, akhir November tahun lalu.

(Jakarta, 20 /12/2018), Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR)-Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Totti Tjiptosumirat dan  Direktur PT. Edwar Technologi, Dr. Warsito P. Taruno, M.Eng. melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama bertempat di Ruang Madya PAIR, Kamis (20/12). Perjanjian kerja sama ini terkait dengan Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Advanced NDE dan Diagnostik Dalam Bidang Industri.

Selain dengan PT Edward Technologi , Kepala PAIR (Totti Tjiptosumirat) juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Direktur PT. Super Quality Service (SQS) Indonesia, Muruganandhan K., terkait dengan Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Uji Tak Rusak

(Jakarta, 06/12/2018), Sebanyak 15 orang peserta dari Kabupaten Landak, Kalimantan Barat berkunjung ke Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) untuk mendapatkan bimbingan teknis tentang perbaikan varietas padi lokal.  Peserta yang terdiri dari Staf Dinas Pertanian, Pengawas Benih, Penyuluh dan Petani mendapatkan bimbingan teknis ini berlangsung selama 2 hari bertempat di Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Bidang Pertanian PAIR dari tanggal 6 sampai dengan 7 Desember 2018.

Kegiatan bimbingan teknis ini bertujuan untuk memberikan arahan dan pengetahuan dasar kepada tim perbaikan padi lokal Kabupaten Landak mengenai tahapan pemuliaan mutasi pada tanaman padi sehingga diharapkan akan memudahkan pelaksanaan lapang perbaikan varietas padi lokal daerah tersebut. Kegiatan bimbingan teknis ini dibuka oleh Kepala Kelompok Pemuliaan Tanaman (Dr. Azri Kusuma Dewi, M.Si.) dan dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Pemulia Padi terkait dengan pengenalan hasil litbang pemuliaan mutasi tanaman di BATAN, pemuliaan mutasi pada tanaman yang diperbanyak secara generatif dan vegetatif dan tahapan dasar pemuliaan mutasi padi.

(Jakarta, 29/11/2018) Pemanfaatan teknologi nuklir untuk kesejahteraan mampu memberikan nilai tambah sosial ekonomi bagi masyarakat. Hal ini disampaikan Deputi Pendayagunaan Teknologi Nuklir (PTN), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Hendig Winarno pada Konferensi Tingkat Menteri yang digelar Badan Tenaga Atom Internasional atau International Atomic Energy Agency (IAEA), Vienna, Austria, (28/11).

Baca juga : Menteri Puan Maharani Bahas Aplikasi Teknologi Nuklir di Wina

Melalui pesan elektroniknya, Hendig mengatakan, BATAN dengan penguasaan teknologi nuklirnya berperan aktif dalam mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Salah satu tujuan dari pemanfaatan teknologi radiasi adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesa, dan hal ini sejalan agenda prioritas pemerintah saat ini,” ujar Hendig.


(Vienna, 27/11/2018). Iradiator Gamma karya anak bangsa atau yang disebut dengan Iradiator Gamma Merah Putih menjadi poin utama dari pameran Indonesia yang digelar pada Konferensi Tingkat Menteri Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/ IAEA), di Vienna International Centre, Vienna, Austria, Rabu (28/11). Dengan mengambil tema "Memanfaatkan Teknologi Radiasi: Memberdayakan Sektor Industri, Berkontribusi untuk Pembangunan Ekonomi“, pameran kali ini bertujuan untuk menghadirkan manfaat teknologi nuklir dan upaya hilirisasinya ke sektor industri.

“Pameran ini menyoroti kontribusi signifikan dari aplikasi teknologi radiasi di Indonesia untuk meningkatkan kualitas hidup, dan juga dalam memberikan dampak sosial-ekonomi yang positif melalui pemberdayaan sektor strategis nasional yang relevan, termasuk industri usaha kecil dan menengah“ ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani saat pembukaan pameran.