Slide item 1

Faktor keselamatan terhadap para pekerjanya selalu menjadi prioritas utama sehingga setiap pekerja wajib menggunakan dosimeter film atau dosimeter termoluminisensi (TLD) saat bertugas

Slide item 2

Faktor manusia serta budaya keamanan adalah faktor yang sangat penting dalam menjamin keamanan di fasilitas tersebut dan keselamatan personil itu sendiri.

Slide item 3

Faktor keselamatan lingkungan dan daerah kerja juga tak luput menjadi fokus penelitian di Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi.

Slide item 4

Faktor keselamatan lingkungan dan daerah kerja juga tak luput menjadi fokus penelitian di Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi.

Slide item 5

PTKMR berupaya untuk meningkatkan pelayanan dengan mengadakan Temu Pelanggan setiap tahunnya.

Slide item 6

PTKMR menyatakan "STOP" dan "TIDAK" untuk GRATIFIKASI, SUAP, dan KORUPSI.

Masalah keamanan nuklir masih menjadi isu penting bagi dunia internasional dan nasional. Ini mengingat risiko jika bahan nuklir dan radioaktif lainnya jatuh ke tangan yang salah dan digunakan secara tidak bertanggung jawab. Karena itulah diperlukan langkah-langkah serius dalam melindungi fasilitas maupun bahan-bahan nuklir.

Terkait masalah keamanan dan keselamatan nuklir, BATAN mengadalakan latihan bersama kedaruratan nuklir secara berkala. Sejumlah infrastruktur telah disiapkan sehingga personel BATAN dapat segera turun ke lapangan dalam waktu lima menit bila dibutuhkan. Latihan rutin untuk kedaruratan nuklir telah berlangsung sejak 2004 dengan latihan besar setahun sekali. Pelatihan kesiapsiagaan dilaksanakan untuk memenuhi prosedur keselamatan sesuai aturan internasional dan bukan untuk menunjukkan bahwa reaktor riset nuklir tidak aman.

Pada Juni 2013, BATAN bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemprov Banten maupun pemkot/pemkab di sekitar reaktor riset Serpong melakukan pelatihan kesiapsiagaan menghadapi kedaruratan nuklir. Tujuannya agar semua pihak siap terjadi kecelakaan nuklir, penanggulangannya lebih mudah dan cepat serta jumlah korban dapat diminimalisir. Pelatihan tersebut melibatkan berbagai tim respons, seperti tim medis, tim pengamanan nuklir, tim proteksi radiasi, tim pemadam kebakaran, juga tim dari kepolisian dan TNI.

Skenario kecelakaan direkayasa sedemikian rupa  seperti terjadinya elemen bakar reaktor yang meleleh lalu gas radioaktif lepas ke udara, serangan terorisme yang menyusup ke fasilitas nuklir dan lain sebagainya. Intinya, semua potensi bahaya baik secara internal maupun eksternal dan segala kemungkinan yang mungkin terjadi dilakukan simulasinya dan dilakukan upaya penanggulangannya secara profesional menurut standar yang berlaku internasional.