Slide item 2
Slide item 1
Slide item 3
Slide item 4
Slide item 5
Slide item 6

(Jakarta, 05/04/2018). Bertempat di Gedung Pertemuan Utama, Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menggelar Temu Pelanggan 2018 yang diprakarsai oleh Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR). Menginjak usianya yang ke 60 tahun pada bulan Desember tahun ini, BATAN selain sebagai lembaga penelitian juga telah melakukan berbagai layanan jasa kepada masyarakat untuk memberi solusi di berbagai bidang, antara lain jasa kalibrasi, sertifikasi, analisis pemantauan radiasi, iradiasi, pengelolaan limbah radioaktif, eksplorasi bahan galian nuklir, pengujian material, konsultan profesional, uji tak merusak, pengembangan SDM nuklir, dan produk komersial di bidang kesehatan.

Dalam melaksanakan layanannya, BATAN menggunakan mekanisme tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), yang pada tahun lalu pendapatan dari PNBP mencapai 23 miliar rupiah. Dengan terus meningkatkan layanannya, serta adanya fasilitas Iradiator Gamma Merah Putih (IGMP)  yang baru diresmikan tahun lalu, BATAN optimis dapat meningkatkan PNBP sebesar 30 persen pada tahun 2019.

PTKMR adalah salah satu unit kerja dengan penyumbang PNBP terbesar di BATAN, yakni mencapai 7 miliar rupiah. Dahulu, unit kerja ini merupakan satu-satunya lembaga yang dapat melakukan jasa kalibrasi. Dengan munculnya pihak swasta yang dapat melakukan hal serupa, PTKMR berkomitmen meningkatkan pelayanannya lebih baik lagi. “Ada pihak lain yang dapat melakukan hal yang sama itu bagus. Tantangan barunya adalah bagaimana kita terus menerus meningkatkan layanan,” kata Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto saat konferensi pers di sela-sela acara.

PTKMR BATAN sendiri memiliki lebih dari 5 ribu pelanggan. Mekanisme PNBP BATAN berpedoman pada Peraturan Pemerintah (PP) No 29 Tahun 2011. PP ini dinilai sudah tidak relevan lagi dengan kondisi inflasi rupiah saat ini. Pada kesempatan temu pelanggan ini, BATAN juga melakukan uji publik Rancangan PP PNBP yang baru yang bertujuan bertujuan menjaring masukan dari pelanggan. Uji publik ini untuk meyakinkan Pemerintah bahwa harga baru masih terjangkau dan tidak membebani masyarakat.”Pertama, kita ingin agar produk atapun layanan kita dapat terhilirisasikan ke masyarakat. Kedua, Kita ingin mendukung program pemerintah bahwa lembaga litbang bukan hanya sebagai cost center yang hanya minta dana untuk perbaiki alat, tapi juga mampu menunjukkan hasil yang bermanfaat untuk masyarakat. Ini berkaitan juga keberadaan BATAN yang sudah 60 tahun dan ingin menghadirkan nuklir di tengah masyarakat Indonesia,” pungkas Djarot.

Salah satu pelanggan PTKMR BATAN, Radian M. Jufri dari PT. Geoservices menilai, ada peningkatan layanan PTKMR dari tahun ke tahun. Perusahaan yang bergerak di bidang oil & gas ini merupakan pelanggan untuk layanan analisis TLD dan kalibrasi surveimeter untuk para pekerja dalam pencairan sumber minyak di perut bumi. “Tahun lalu, masih ada keterlambatan pelayanan dari PTKMR dari waktu yang telah dijanjikan, tapi pada tahun ini sudah tepat waktu dan kami harapkan pelayanannya dapat ditingkatkan lagi,” katanya.

Temu pelanggan 2018 ini juga dibarengi dengan launching rangkaian HUT BATAN ke – 60. Temu pelanggan kali ini dihadiri oleh 250 peserta dari  berbagai perusahaan swasta, industri, rumah sakit dan lembaga pemerintah (tnt).