Slide item 1

Faktor keselamatan terhadap para pekerjanya selalu menjadi prioritas utama sehingga setiap pekerja wajib menggunakan dosimeter film atau dosimeter termoluminisensi (TLD) saat bertugas

Slide item 2

Faktor manusia serta budaya keamanan adalah faktor yang sangat penting dalam menjamin keamanan di fasilitas tersebut dan keselamatan personil itu sendiri.

Slide item 3

Faktor keselamatan lingkungan dan daerah kerja juga tak luput menjadi fokus penelitian di Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi.

Slide item 4

Faktor keselamatan lingkungan dan daerah kerja juga tak luput menjadi fokus penelitian di Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi.

Slide item 5

PTKMR berupaya untuk meningkatkan pelayanan dengan mengadakan Temu Pelanggan setiap tahunnya.


(Yogyakarta, 12/2/2019) Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah diterapkan di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), secara otomatis akan menimbulkan potensi bahaya yang semakin kompleks dan beragam. Karenanya BATAN terus berupaya  melakukan pengendalian resiko K3 melalui berbagai pendekatan baik secara teknis, teknologis dan sistematis.

Dalam rangka mengampanyekan bulan K3 nasional, BATAN menggelar serangkaian kegiatan rutin sejak 12 januari s.d 12 februari 2019. Rangkaian kegiatan tersebut berupa pembinaan dan peningkatan kompetensi personil K3  melalui kegiatan donor darah, seminar kesehatan, lomba tanggap darurat, lomba rangking 1 terkait pengetahuan K3 dan ditutup dengan penyelenggaran lokakarya.

Sebagai puncak acara peringatan bulan K3 2019, lokakarya mengusung tema  “Mari perkuat budaya keselamatan dengan menerapkan Sistem Manajemen BATAN untuk kerja selamat, sehat, aman, dan berkualitas”. Lokakarya ini digelar di auditorium Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir, Yogyakarta, (12/02).

Sekretaris Utama sekaligus sebagai Plt. Kepala BATAN, Falconi Margono menuturkan, lokakarya ini dilakukan rutin setiap tahunnya, beberapa kegiatan yang menunjang tumbuhnya budaya keselamatan dan kesehatan kerja telah lebih dahulu dilaksanakan. "Saya menilai apa yang telah dilakukan oleh para penggiat K3 telah baik, namun saya merasakan implementasi K3 hanya dilaksanakan oleh rekan rekan pelaksana K3 saja, artinya K3 ini belum tersosialisasi atau menjadi budaya bagi individu di BATAN," katanya.

Ia meminta agar kedepannya program K3 yang diselenggarakan dapat menyentuh pegawai secara luas di BATAN dan K3 dapat menjadi budaya dalam kehidupan kerja sehari hari. 

Salah satu upaya perwujudan budaya K3, BATAN menyelenggarakan Medical Check Up (MCU) kepada seluruh pegawainya setiap tahun. Berdasarkan hasil MCU tahun 2018 ditemukan penyakit yang banyak diderita yakni degenerative meliputi obesitas, displidemia (kolesterol), hipertensi dan penyakit metabolik.

Hasil ini menjadi sorotan Falconi dan berharap para dokter di BATAN dapat menyusun program yang berbasis kepada hasil MCU pegawai BATAN, dari hasil MCU secara umum ditemukan kecenderungan peningkatan penyakit degeneratif, beberapa penyakit tersebut timbul disebabkan oleh pola makan yang tidak teratur dan seimbang gizinya. “Saya berharap rekan rekan dokter di BATAN dapat menyusun program terkait pola makan yang dapat mengatur asupan nutrisi dan gizi karyawan sehingga dapat menunjang kegiatan kerjanya,” tambahnya.

Ia mengajak kepada seluruh peserta yang hadir pada lokakarnya, agar mempunyai komitmen bersama untuk melarang kegiatan merokok diruang kerja, mendukung program pemerintah dalam pembatasan penggunaan plastik. Program ini akan diwujudkan dengan membuat perencanaan pengurangan plastik dalam kegiatan sehari hari.

Falconi menggaris bawahi bahwa organisasi memiliki kewajiban untuk memastikan pekerja ataupun orang lain yang terlibat dalam kegiatan kerja selalu dalam kondisi yang aman, seperti fasilitas terbaru yang kita miliki adalah fasilitas Iradiator, dengan adanya fasilitas baru otomatis juga kita memperkerjakan karyawan baru, maka diperlukan pelatihan K3 bagi para pekerja baru yang mengoperasikan Iradiator agar lingkungan kerja yang selamat dan sehat dapat tercapai, ujar Falconi menutup sambutannya. (an)