Slide item 1

Faktor keselamatan terhadap para pekerjanya selalu menjadi prioritas utama sehingga setiap pekerja wajib menggunakan dosimeter film atau dosimeter termoluminisensi (TLD) saat bertugas

Slide item 2

Faktor manusia serta budaya keamanan adalah faktor yang sangat penting dalam menjamin keamanan di fasilitas tersebut dan keselamatan personil itu sendiri.

Slide item 3

Faktor keselamatan lingkungan dan daerah kerja juga tak luput menjadi fokus penelitian di Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi.

Slide item 4

Faktor keselamatan lingkungan dan daerah kerja juga tak luput menjadi fokus penelitian di Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi.

Slide item 5

PTKMR berupaya untuk meningkatkan pelayanan dengan mengadakan Temu Pelanggan setiap tahunnya.

(Jakarta, 13/10/2017). Bertempat di Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara BATAN dan Hirosaki University, Jepang tentang kerjasama dalam bidang penelitian dan pengembangan serta pendidikan. Penandatanganan dilakukan oleh Deputi Bidang Sains & Aplikasi Teknologi Nuklir, Efrizon Umar dan Wakil Rektor Hirosaki University, Ikuo Kashiwakura, disaksikan Kepala PTKMR, Kepala BHHK, Kepala PDK serta beberapa pejabat struktural terkait lainnya.

(Jakarta, 06/09/2017) Bertepatan dengan momentum hari pelanggan nasional yang jatuh pada tanggal 4 september, Pusat Teknologi Keselamatan Metrologi dan Radiasi (PTKMR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menggelar temu pelanggan bersama para mitra kerjanya, yang bertempat gedung pertemuan kawasan nuklir pasar jumat. (5/9). Tema yang diusung tahun ini yaitu, “senyum pelanggan senyumku juga”, menjadi landasan motivasi bagi PTKMR BATAN untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada para pelanggannya. Selain itu, Kegiatan ini  merupakan amanat dari kaji ulang manajemen yang secara rutin dilakukan PTKMR, untuk membangun komunikasi antara PTKMR dan pelanggan. Diharapkan dari pertemuan ini dapat memberikan feedback untuk meningkatkan mutu kualitas pelayanan BATAN, sehingga kepuasan pelanggan atas pelayanan PTKMR dapat dipertahankan dan ditingkatkan.

(Jakarta, 21/08/2017). Indonesia melalui Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menjadi tuan rumah Final Project Review Meeting – RAS/6/071, “Strengthening Radionuclide Therapy for High Impact Cancer Treatment Strategy in Member States of the Regional Cooperative Agreement (RCA)”. Acara ini digelar di Hotel Santika Premiere Bintaro, Jakarta, bekerja sama dengan Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA), yang dihadiri komunitas kedokteran nuklir se – Asia Pasifik, yakni 25 peserta dari 15 negara, diantaranya adalah Indonesia, Jepang, Bangladesh, China, India, Kamboja, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Nepal, Pakistan, Filipina, Sri Lanka, Thailand dan Vietnam.

(Jakarta, 17/07/2017). PTKMR telah melaksanakan In house training ISO/IEC 17043:2010 and ISO/IEC 13528:2005 pada tanggal 17-18 Juli 2017 sebagai tindak lanjut dari peningkatan kapasitas laboratorium PTKMR. Dengan pelatihan ini diharapkan kedepannya PTKMR dapat menjadi laboratorium penyelenggaran uji profisiensi yang terakreditasi KAN. Pelatihan ini diikuti oleh 20 orang peserta perwakilan dari Bidang-bidang teknis dan Unit Jaminan Mutu PTKMR.

(Jakarta, 13-14/07/2017). PTKMR telah melaksanakan In house training ISO/IEC 15189:2012 pada tanggal 13 - 14 Juli 2017 sebagai tindak lanjut dari peningkatan kapasitas laboratorium medik PTKMR. Dengan pelatihan ini diharapkan laboratorium medik PTKMR dapat menjadi laboratorium yang terakreditasi KAN berdasarkan standard ISO/IEC 15189:2012. PTKMR mempunyai 2 kegiatan kedik yaitu klinik KNPJ (pemeriksaan klinik) dan subbidang Kesehatan radiasi (pemeriksaan menggunakan teknik nuklir), kedua fasilitas tersebut sebelumnya terakreditasi KAN berdasarkan ISO/IEC 17025:2005 dan dengan diberlakukannya standard ISO/IEC 15189:2012 maka laboratorium medik PTKMR harus beralih menggunakan standard medic tersebut. Pelatihan ini diikuti oleh 20 orang peserta perwakilan dari Klinik KNPJ, Subbidang Kesehatan Radiasi dan Unit Jaminan Mutu PTKMR.