Slide item 1

Faktor keselamatan terhadap para pekerjanya selalu menjadi prioritas utama sehingga setiap pekerja wajib menggunakan dosimeter film atau dosimeter termoluminisensi (TLD) saat bertugas

Slide item 2

Faktor manusia serta budaya keamanan adalah faktor yang sangat penting dalam menjamin keamanan di fasilitas tersebut dan keselamatan personil itu sendiri.

Slide item 3

Faktor keselamatan lingkungan dan daerah kerja juga tak luput menjadi fokus penelitian di Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi.

Slide item 4

Faktor keselamatan lingkungan dan daerah kerja juga tak luput menjadi fokus penelitian di Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi.

Slide item 5

PTKMR berupaya untuk meningkatkan pelayanan dengan mengadakan Temu Pelanggan setiap tahunnya.

(Jakarta, 12/07/2017). PTKMR sebagai salah satu unit kerja di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), berdasarkan Perka BATAN No. 14 Tahun 2014, melakukan 2 kegiatan yaitu kegiatan Penelitian/Pengembangan dan Kegiatan Pelayanan. Pelaksanaan kegitan tersebut harus  sesuai dengan perencanaan berdasarkan Renstra PTKMR 2015-2019, yang dijabarkan dalam Kerangka acuan kegiatan masing-masing kegiatan. Dalam pelaksanaan kegiatan selain dilakukan evaluasi/inspeksi secara internal oleh Unit Jaminan Mutu PTKMR, juga dilakukan monitoring dan evaluasi oleh Tim dari Biro Perencaan BATAN untuk melihat kemajuan kegiatan tahun 2017 beserta dengan permasalahan yang timbul pada saat kegiatan dilakukan.

(Jakarta, 11/07/2017). Asesmen Internal PTKMR – BATAN Tahun 2017 adalah salah satu kegiatan rutin tahunan yang dikoordinasi oleh Unit Jaminan Mutu PTKMR sebagai salah satu kegiatan untuk mengevaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di PTKMR dalam melaksanakan suatu peningkatan berkelanjutan yang dilakukan oleh PTKMR. Asesmen Internal merupakan kegiatan yang wajib dilaksanakan oleh lembaga litbang yang terakreditasi KNAPPP datri Kemenristekdikti. Asesmen Internal tahun 2017 dibuka oleh Drs. Abarrul Ikram, M.Sc. Ph.D. selaku Kepala PTKMR dan dilaksanakan di Ruang Pertemuan Lantai 3 Gedung B – PTKMR pada tanggal 11 Juli 2017.

(Jakarta, 10/07/2017). PTKMR sebagai salah satu unit kerja di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), berdasarkan Perka BATAN No. 14 Tahun 2014, melakukan 2 kegiatan yaitu kegiatan Penelitian/Pengembangan dan Kegiatan Pelayanan. Pelaksanaan kegitan tersebut harus  sesuai dengan perencanaan berdasarkan Renstra PTKMR 2015-2019, yang dijabarkan dalam Kerangka acuan kegiatan masing-masing kegiatan. Dalam pelaksanaan kegiatan selain dilakukan evaluasi/inspeksi secara internal oleh Unit Jaminan Mutu PTKMR, juga dilakukan pemantauan hasil kegiatan melalui presentasi laporan kegiatan setiap triwulan yang dipimpin oleh KPTF. Presentasi ini dilakukan untuk melihat kemajuan kegiatan tahun 2017 sampai dengan Triwulan II beserta dengan permasalahan yang timbul pada saat kegiatan dilakukan.

(Jakarta, 17/04/2017). Pada hari Senin, 17 April 2017 pukul 09.00 di Ruang Rapat Gedung C Lantai 3, PTKMR-BATAN dilakukan Penandatanganan Pakta Integritas. Acara dihadiri oleh seluruh pejabat dan pegawai PTKMR-BATAN. Dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan Pengucapan Pernyataan Pakta Integritas. Penandatanganan pernyataan ini merupakan bentuk kesanggupan aparatur sipil negara untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya serta peran dan wewenangnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan untuk mewujudkan penyelenggaraan pemerintah yang akuntabel dan transparan dalam rangka menciptakan pemerintahan yang baik (Good Governance).

Kata “Radiasi” selalu diasosiasikan dengan efek merugikan terutama timbulnya kanker atau kasus infertilitas pada pria. Hal itu menyebabkan banyak orang takut terhadap radiasi. Saat ini bahkan terdapat istilah “Radiophobia” di Wikipedia yang diartikan sebagai ketakutan berlebihan terhadap radiasi pengion. Sayangnya hingga kini belum banyak informasi yang tersedia mengenai efek menguntungkan dari radiasi pengion. Informasi tersebut kini dapat ditemukan di dunia maya. Paparan radiasi dosis rendah (<100 mGy) diterima oleh kita sehari-hari dari banyak sumber. Paparan radiasi alam sebagai contoh yang dapat ditemukan dalam tanah, air dan batuan di beberapa daerah tercatat memiliki tingkat radiasi cukup tinggi melebihi nilai normal yaitu sebesar 2.4 mSv per tahun. Paparan radiasi dosis rendah dapat pula diterima dari tindakan medik atau saat melakukan pekerjaan sebagai pekerja radiasi di rumah sakit maupun instalasi nuklir seperti reaktor. Studi mengenai paparan radiasi pengion dan risiko kanker memperlihatkan bahwa terdapat peningkatan risiko kanker seiring dengan peningkatan paparan radiasi pengion. Akan tetapi berbeda dengan radiasi dosis rendah saat ini banyak studi memperlihatkan bahwa terdapat efek menguntungkan akibat paparan radiasi dosis rendah pada manusia. Fenomena ini dikenal dengan istilah hormesis radiasi atau efek Non-Linier No Threshold (LNT) (Lihat Gambar).