Slide item 1

Faktor keselamatan terhadap para pekerjanya selalu menjadi prioritas utama sehingga setiap pekerja wajib menggunakan dosimeter film atau dosimeter termoluminisensi (TLD) saat bertugas

Slide item 2

Faktor manusia serta budaya keamanan adalah faktor yang sangat penting dalam menjamin keamanan di fasilitas tersebut dan keselamatan personil itu sendiri.

Slide item 3

Faktor keselamatan lingkungan dan daerah kerja juga tak luput menjadi fokus penelitian di Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi.

Slide item 4

Faktor keselamatan lingkungan dan daerah kerja juga tak luput menjadi fokus penelitian di Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi.

Slide item 5

PTKMR berupaya untuk meningkatkan pelayanan dengan mengadakan Temu Pelanggan setiap tahunnya.

(Bogor, 15/11/2016)  Pada tanggal 14 dan 15 November 2016, telah dilaksanakan rapat koordinasi terakhir Tim Pengembangan Manajemen Pelayanan BATAN di Bogor. Rapat Kordinasi ini merupakan rangkaian pelaksanaan kegiatan Pengembangan Manajemen Pelayanan BATAN.

Pada rapat koordinasi ini dilakukan pembahasan akhir hasil dari pembahasan bersama dengan nara sumber dari kelompok kerja pelayanan publik - BATAN, dengan bahasan rancangan Perka BATAN tentang Pedoman Standar Pelayanan, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) serta evaluasinya dan pembahasan akhir hasil pembahasan Sie Portal SILaBa dengan nara sumber dari PPIKSN-BATAN membahas tentang perubahan pada Portal SILaBa agar dapat dipergunakan secara efektif dan efisien sesuai dengan standar pelayanan BATAN.

(Jakarta, 25/10/2016). Kegiatan kunjungan  ilmiah delegasi Papua Nugini di Indonesia  berlangsung selama 3 (tiga) hari dari tanggal 24 – 26 Oktober 2016 dengan BAPETEN sebagai Tuan Rumah. Kegiatan tersebut diisi dengan presentasi dari BAPETEN, RSCM, PTKMR BATAN dan UI serta kunjungan ke Departemen Radioterapi RSCM dan SSDL (Secondary Standard Dosimetry Laboratory) BATAN.

(Bogor, 24/10/2016). Pada tanggal 24 dan 25 Oktober 2016, telah dilaksanakan rapat kordinasi Tim Pengembangan Manajemen Pelayanan BATAN yang ke-2 di Bogor. Rapat kordinasi ini rangkaian pelaksanaan kegiatan Pengembangan Manajemen Pelayanan BATAN. Pada rapat kordinasi ini dilakukan pembahasan sesuai dengan tugas masing-masing Sie, yaitu Sie Pedoman yang membahas rancangan Perka BATAN tentang Pedoman Standar Pelayanan, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) serta evaluasinya.

(Jakarta, 13/10/2016). Berdasar peraturan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) Nomor 1 Tahun 2006 tentang `Laboratorium Dosimetri, Kalibrasi Alat Ukur Radiasi dan Keluaran Sumber Radiasi Terapi, dan Standardisasi Radionuklida`, disebutkan bahwa Laboratorium Dosimetri Standar Sekunder (LDSS) BATAN atau SSDL (Secondary Standard Dosimetry Laboratory) ditunjuk sebagai Laboratorium Dosimetri Standar Tingkat Nasional (LDTN) (pasal 6). LDTN dan juga LDSS  bertanggung jawab antara lain mengembangkan prosedur dan metode kalibrasi alat ukur dosis radiasi baik tingkat proteksi, terapi maupun radiologi diagnostik (radiodiagnostik), serta  memberikan layanan kalibrasi luaran (output) pesawat teleterapi serta layanan kalibrasi dosimetri untuk radioterapi dan dosimetri proteksi radiasi.

(Yogyakarta, 20/10/2016) Sesuai dengan Perka BATAN No.14 Tahun 2013 Pasal 158 dan Pasal 159a bahwa  tugas dan fungsi Bidang Metrologi Radiasi, Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR) – Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), sebagai laboratorium acuan tingkat nasional di bidang pengukuran radiasi.  Salah satu peran yang dapat dilakukan adalah mengkoordinasi suatu kegiatan uji profisiensi pengukuran radioaktivitas. Kegiatan uji profisiensi menjadi suatu kegiatan yang wajib dilakukan oleh setiap laboratorium kalibrasi maupun laboratorium penguji yang bertujuan untuk mengetahui unjuk kerja laboratorium yang meliputi kompetensi sumber daya manusia, peralatan dan metode pengukuran yang digunakan. Bagi laboratorium kalibrasi dan penguji, uji profisiensi merupakan salah satu syarat yang wajib diikuti berdasarkan SNI ISO/IEC 17025:2008.