Slide item 2
Slide item 1
Slide item 3
Slide item 4
Slide item 5
Slide item 6

(Bali, 05/09/2016) Nuklir dan sumber radioaktif adalah dua hal yang berbeda. Nuklir dapat diartikan sebagai tenaga atau energi yang dihasilkan dari proses reaksi nuklir, seperti yang terjadi pada reaktor Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Sedangkan sumber radioaktif adalah unsur yang bisa memancarkan radiasi karena sifatnya yang tidak stabil.

Sumber radioaktif ada yang bersifat alami dan buatan. Sumber radioaktif alami dapat ditemukan dimana saja, antara lain di udara, lapisan kulit bumi, di dalam makanan dan minuman bahkan di dalam tubuh manusia. Sumber radioaktif alami sudah ada sejak terbentuknya alam, namun karena kandungannya yang kecil, tubuh manusia mampu mengadaptasi, oleh karena itu sumber radioaktif alami tidak banyak berpengaruh terhadap kesehatan meskipun berada di dalam tubuh.

(Jakarta, 03/09/2016) Dengan mengusung tema “Litbang dan layanan Prima untuk Keselamatan Pekerja, Masyarakat dan Lingkungan”, Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR) menggelar acara Temu Pelanggan PTKMR 2016 di Auditorium Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Pasar Jumat, Jakarta Selatan (01/09). Menurut ketua panitia penyelenggara, Wahyudi, acara temu pelanggan ini digelar dengan harapan dapat mempererat hubungan antara PTKMR dengan para mitra/pengguna maupun antar sesama mitra/pengguna sehingga mutu layanan yang diberikan oleh PTKMR dapat semakin meningkat.

(Jakarta, 15/08/2016)Tim Pokja Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik BATAN telah mengadakan Sosialisasi Standar Pelayanan BATAN pada hari Senin, 15 Agustus 2016 bertempat di PTKMR Kawasan Nuklir Pasar Jumat. BATAN telah mempunyai standar pelayanan publik melalui Perka BATAN No.212 Tahun 2011 tentang Standar Pelayanan BATAN dan Perka BATAN No.186 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan BATAN. Kedua Perka BATAN tersebut dibuat berdasarkan Permenpan RB No.20 Tahun 2006 tentang Pedoman Standar Pelayanan dan Permenpan RB No.36 Tahun 2012 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan, Penetapan, dan Penerapan Standar Pelayanan. Namun demikian kedua Permenpan tersebut yang menjadi dasar bagi Perka BATAN tentang pelayanan publik BATAN sudah dicabut. Oleh karena itu Perka tersebut sudah tidak sesuai lagi. Sebagai gantinya, Tim Pokja Pelayanan Peningkatan Kualitas Publik BATAN telah menyusun Rancangan Perka BATAN tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan, Survei Kepuasan Masyarakat, dan Evaluasi Kinerja Penyelenggara Pelayanan Publik BATAN. Rancangan Perka yang baru ini disusun berdasarkan Permenpan RB No. 15 Tahun 2014 tentang Pedoman Standar Pelayanan, Permenpan RB No.16 Tahun 2014 tentang Pedoman Survei Kepuasan Masyarakat terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Publik dan Permenpan RB No. 1 Tahun 2015 tentang Pedoman Evaluasi Kinerja Penyelenggara Pelayanan Publik.

(Bandung, 22/07/2016). Salah satu fokus kegiatan BATAN dalam bidang kesehatan adalah mengembangkan produksi radiofarmaka diagnostik dan terapi tersertifikasi, yang akan mendukung perkembangan kedokteran nuklir diagnostik dan terapi di Indonesia. Kegiatan ini membutuhkan pengkajian internal dosimetri radiofarmaka sejak tahap studi praklinis sampai dengan uji klinis sebagai salah satu faktor keselamatan yang mendukung produksi radiofarmaka sampai dengan tahap sertifikasi, sehingga hasil –hasil kegiatan BATAN dalam bidang kesehatan ini merupakan hasil penelitian yang aman, teruji  dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Oleh karena itu, sebagai wujud pelaksanaan kegiatan pemanfaatan iptek nuklir dalam bidang kesehatan dan menerapkan aspek keselamatan dalam pemanfaatannya, PTKMR BATAN bekerja sama dengan PSTNT BATAN pada hari Jum’at 22 Juli 2016 bertempat di Aula Emas PSTNT BATAN Bandung menyelenggarakan FGD Dosimetri Radiofarmaka Medik untuk mendukung perkembangan litbang dan aplikasi radiofarmaka dan kedokteran nuklir di Indonesia.

(Jakarta, 26/01/2016) Sebagai salah satu unit kerja yang mempunyai tugas dan fungsi melaksanakan penelitian dan pengembangan dalam bidang teknologi keselamatan maka seluruh karyawan PTKMR harus menerapkan sistem dan budaya keselamatan dalam setiap aktivitasnya.