RDE atau Reaktor Daya Eksperimental
Pilihan Teknologi RDE
Roadmap Pembangunan RDE
Lokasi RDE
RDE

(Jakarta, 24/10/2017), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) kembali menggelar International Conference on Nuclear Energy Technogies and Sciences (ICoNETS) dan Seminar Nasional Teknologi Energi Nuklir (SENTEN), Makasar, (12/10). Seminar Kali ini merupakan hasil kerja sama antara BATAN dengan Universitas Makasar yang merupakan kampus paling strategis dan berpengaruh di Indonesia timur.

Kegiatan ICoNETS dan SENTEN 2017 ini juga menjadi ajang diseminasi program Reaktor Daya Eksperimtental (RDE). Pada sesi Pleno Pertama, Kepala BATAN Prof. Dr. Djarot S Wisnubroto memperkenalkan Program RDE sebagai salah satu program prioritas nasional yang dilaksanakan oleh BATAN. Bahkan, dalam penyampaian berjudul ‘The Nuclear Technology Innovation in Supporting the Future National Energy Security’  tersebut Kepala BATAN secara khusus memutar video pengenalan RDE.

Pada sesi Pleno Kedua, pengenalan RDE lebih jauh diberikan dengan materi berjudul ‘Design Development of RDE Merah Putih’ yang disampaikan oleh Ketua Tim Desain RDE, Dr. Topan Setiadipura. Pada materi ini, disampaikan bagaimana kondisi bangsa Indonesia sebagai negara kepulauan dan kaya dengan berbagai kekayaan sumber daya alam sehingga memerlukan sumber energi yang terdistribusi baik untuk memenuhi kebutuhan listrik maupun uap panas untuk mengolah sumber daya alam tersebut. Dengan mengadopsi teknologi Pebble Bed High Temperature Reactor, RDE dapat menghasilkan listrik sekaligus dapat pula menghasilkan uap panas kogenerasi yang bisa digunakan untuk pengolahan sumber daya alam, misalnya pencairan batu bara, sehingga teknologi RDE merupakan solusi yang cocok untuk menjami ketahanan energi nasional. Pada kesempatan ini disampaikan pula status terakhir pengembangan desain RDE dimana secara internal BATAN telah menyelesaikan Basic Engineering Design RDE, dan telah memulai sinergi nasional dengan berbagai institusi untuk terus melanjutkan program RDE ini. Penyampaian tentang program RDE ini mendapat sambutan hangat dari peserta yang mengajukan berbagai pertanyaan, bahkan ada permintaan dari sebuah kampus di Makassar untuk lebih jauh mendapat informasi dan diseminasi tentang program RDE. Sesi Pleno dengan moderator Ka. PTKRN, Dr. Geni Rina Sunaryo, ini juga menghadirkan Frederik Reitsma dari IAEA membawakan tema R&D on HTGRs and IAEA supports to Countries Embarking on HTGRs. Selama ini, BATAN memang telah banyak bekerjasama dengan IAEA khususnya untuk mendukung program RDE.

Selain itu, banyak makalah pada seminar ICONETS/SENTEN 2017 ini yang membahas penelitian dan pengembangan terkait RDE. Diantaranya makalah tentang pengembangan simulator RDE oleh Dr. Muhammad Subekti, juga simulasi pemanfaatan aktivitas isotop Kr-85M sebagai indikator pengukuran burnup oleh Ihda Husnayani yang disampaikan pada sesi presentasi oral. Pada kegiatan ini juga hadir stand RDE menyajikan beberapa poster promosi dan diseminasi RDE. Pameran kecil yang dijaga langsung oleh beberapa anggota Tim Desain RDE mendapat perhatian yang besar dari mahasiswa UNHAS yang tertarik dengan teknologi RDE dan pemanfaatannya. (TS)