RDE atau Reaktor Daya Eksperimental
Pilihan Teknologi RDE
Roadmap Pembangunan RDE
Lokasi RDE
RDE

(Jakarta, 17/08/2018). Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) memiliki banyak unit kerja teknis. Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto selalu menekankan pentingnya BATAN Incorporated, antar unit kerja teknis saling berkinjerja satu sama lain. Wujud BATAN Incoroporated  antara lain, para insinyur Reaktor Daya Eksperimental (RDE) yang dikoordinasikan oleh Pusat Teknologi dan Keselamatan Reaktor Nuklir (PTKRN), telah menghasilkan basic engineering design (BED), dan dengan biaya program flagship Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi saat ini menuju detail engineering design (DED).

”Moga-moga RDE menjadi suatu hal yang bisa kita banggakan, menuju PLTN Merah Putih,” kata Djarot saat memberikan sambutan pada Upacara Bendera memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke - 73, di Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta.

Demikian pula para insinyur di Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan (PSTNT) dan unit kerja lainnya yang telah menyusun program konversi Reaktor Triga, Bandung. ”Konversi Reaktor Triga, Bandung, yang tadinya bahan bakar nuklir bergantung kepada luar negeri, kita harapkan dapat dibuat di dalam negeri, sehingga kelak kita mandiri dari sisi bahan bakar,” katanya.

BATAN juga membantu Pemerintah dalam memaksimalkan pengelolaan logam tanah jarang (LTJ) yang sangat berguna untuk bidang industri seperti peralatan elektronik. Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN) yang berlokasi di Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta telah mempunyai  fasilitas pemisahan Uranium, Torium dan LTJ yang dinamakan PLUTHO. Sedangkan Pusat Sains dan Teknologi Akselerator (PSTA) yang berlokasi di Kawasan Nuklir Yogyakarta telah membuat fasilitas skala pilot untuk menghasilkan tanah jarang hidroksida. ”Dan ujung hilirnya adalah Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju (PSTBM, di Kawasan Nuklir Serpong) memanfaatkannya dalam program smart magnet sebagai bahan cat anti radar yang berguna untuk perangkat alutsista Indonesia,” tuturnya.  

Djarot berharap, kedepan tidak hanya BATAN Incorporated tapi juga Indonesia Incorporated dalam menyuarakan manfaat nuklir, dengan melibatkan banyak pihak Kementerian/Lembaga, swasta, universitas dan BUMN. ”Ujung akhirnya adalah kita punya banyak teman, yang berjuang untuk nuklir, sehingga penerimaan terhadap teknologi nuklir itu makin mudah,” ucapnya.

Tahun depan merupakan tahun terakhir pembangunan jangka menengah nasional, sehingga Djarot menghimbau agar seluruh pegawai bekerja keras menyelesaikan target-target yang sudah ditetapkan, serta bersiap untuk rencana strategis (Renstra) 5 tahun kedepan ”Tema yang kami inginkan untuk Renstra kedepan berbasis pada 6 kata kunci, yaitu hilirisasi, peningkatan jumlah pemangku kepentingan, technology provider, technical supporting organization (TSO), clearing house, dan talent pool,” pungkasnya (tnt).