RDE atau Reaktor Daya Eksperimental
Pilihan Teknologi RDE
Roadmap Pembangunan RDE
Lokasi RDE
RDE

(Jakarta, 30/08/2018) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menggandeng Tsinghua University, China untuk melakukan kerja sama di bidang peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Kerja sama ini diwujudkan dalam penandatanganan naskah kerja sama antara Institute of Nuclear and New Energy Technologi (INET), Tsinghua University dan Pusat Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir (PTKRN), BATAN yang dilakukan di Beijing, China, Rabu (29/08).

Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kerja sama penelitian yang dilakukan antara pihak China dan Kemenristekdikti. Salah satu kegiatan dalam kerja sama tersebut adalah, kedua belah pihak sepakat melaksanakan program joint lab High Temperature Gas Cooled Reactor (HTGR).

Kepala BATAN,  Djarot Sulistio Wisnubroto menyambut baik kerja sama antara BATAN dengan Tsinghua University. “Dalam kerja sama ini akan dilaksanakan program joint lab HTGR antara BATAN dengan Tsinghua University. Ini suatu hal yang bagus bagi BATAN dapat bekerja sama dengan universitas kelas dunia, ranking 25 dunia dan nomor 1 di Tiongkok,” ujar Djarot.

Menurutnya, kerja sama ini seiring dengan program BATAN yakni pembangunan Reaktor Daya Eksperimental (RDE) yang saat ini telah memasuki babak penyusunan Detail Engineering Design (DED). RDE merupakan reaktor daya yang digadang-gadang dapat menghasilkan listrik 10 MWth atau setara dengan 3 MWe.

Dipilihnya Universitas Tsinghua sebagai mitra kerja dalam pembangunan RDE dikarenakan universitas ini memang memiliki pengalaman di bidang HTGR. “Saya kira ini bagus untuk program RDE BATAN, karena Tsinghua Univeristy mempunyai pengalaman membangun HTGR 10 MWth dan saat ini terlibat dalam pembangunan HTGR yang lebih besar yakni 250 MWe,” tambahnya.

Penandatanganan naskah kerja sama ini dirangkai dalam sebuah kegiatan kick of meeting yang berlangsung mulai tanggal 29-31 Agustus 2018. Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak sepakat membahas program kerja selama tiga tahun ke depan, khususnya dalam mendesain HTGR yang lebih besar dari RDE, yang selanjutnya akan dibuat roadmap implementasinya di Indonesia.

Dengan adanya kerja sama ini, Djarot berharap masyarakat lebih mengenal BATAN sebagai lembaga milik negara yang mendunia. “Semoga masyarakat lebih tahu bahwa BATAN go internasional yang bermitra dengan universitas ternama dunia, sehingga kita bisa makin dipercaya dalam melaksanakan program energi nuklir di Indonesia.” harapnya. (Pur)