RDE atau Reaktor Daya Eksperimental
Pilihan Teknologi RDE
Roadmap Pembangunan RDE
Lokasi RDE
RDE

(Jakarta, 11/10/2018) Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Djarot Sulistio Wisnubroto mempresentasikan status terkini program pembangunan Reaktor Daya Eksperimen (RDE) pada konferensi internasional yang dihadiri negara-negara yang tergabung dalam komunitas High Temperatur Reactor (HTR) di Warsawa, Polandia, (08/10). Konferensi internasional yang berlangsung antara 8 – 10 Oktober 2018 ini dihadiri oleh 200 peserta yang merupakan wakil dari 19 negara yang tergabung dalam komunitas HTR.

Pada presentasinya, Djarot menyampaikan perkembangan penelitian tentang High Temperature Gas Coolled Reactor (HTGR). HTGR merupakan teknologi reaktor daya yang merupakan generasi keempat yang mengedepankan keselamatan tingkat tinggi.

“Pada konferensi itu, saya diundang sebagai pembicara dan saya sampaikan masa depan HTGR di Indonesia,” ujar Djarot melalui pesan singkatnya usai mengikuti konferensi.

Teknologi HTGR ini akan diterapkan pada RDE yang rencananya dibangun BATAN di Kawasan Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan. RDE dengan kapastitas 10MWt atau setara dengan 3MWe telah diprakarsai pada akhir tahun 2014 lalu. Saat ini program pembangunan RDE tengah menyelesaikan penyusunan Detail Engineering Design (DED), yang tahun 2017 telah merampungkan Basic Engineering Design (BED).

Djarot menambahkan, selain menghasilkan listrik, RDE nantinya difungsikan sebagai reaktor riset dan dapat ditingkatkan penggunaannya. “RDE kedepannya dapat dilanjutkan untuk di-scale up menjadi Pembangkit Listrik dan Uap untuk Industri (PeLUIt),” tambahnya.

Menurutnya, konferensi internasional ini dijadikan ajang untuk menunjukkan bahwa Indonesia melalui BATAN telah melakukan penelitian, membuat desain, dan kelak mempu membangun reaktor barbasis HTGR, serta diakui oleh dunia internasional. Selain itu, HTGR di masa mendatang mempunyai prospek yang bagus bagi Indonesia sebagai sumber energi listrik dan industri.

Teknologi HTGR di dunia terus berkembang, Tiongkok menjadi negara yang paling siap, karena akan segera mengoperasikannya secara komersial di tahun yang akan datang. Djarot mengklaim perkembangan penelitian HTGR di Indonesia sudah jauh melebihi Polandia, dan Yordania.

“Di Indonesia litbang HTGR sudah dianggap cukup aktif termasuk dalam menggalang kerja sama internasional. Karena itulah, kita diundang untuk menyampaikan perkembangan litbang HTGR Indonesia di forum konferensi internasional ini,” pungkasnya.

Dibangunnya RDE diharapkan dapat menjadi bukti nyata kepada masyarakat bahwa bangsa Indonesia telah mampu merencanakan, membuat desain, dan mengoperasikan reaktor daya dengan aman dan selamat. (Pur)