pnbp alur
bimbingan1
pkl1
pnbp1

Terkait aplikasi nuklir di bidang industri, peneliti BATAN telah memulai riset pembuatan baterai mikro isi ulang berbasis lithium ion dan polimer biodegradable yang ramah lingkungan untuk peralatan elektronik. Baterai merupakan sumber energi yang diperoleh dengan proses kimia. Pada perkembangan terakhir baterai berbasis lithium yang bisa diisi ulang mendominasi pasar industri elektronika dan juga dipakai untuk kendaraan listrik. Penelitian di bidang baterai masih terus berlangsung untuk meningkatkan kinerja baterai, supaya siklus hidup lebih lama, kapasitas lebih tinggi, lebih ringan dan lebih aman.

Tren riset baterai di dunia saat ini antara lain mengganti penggunaan baterai elektronik cair berbahan lithium menjadi baterai padat. Dasarnya antara lain karena faktor keamanan untuk pengguna serta faktor ramah lingkungan.

BATAN berhasil mengembangkan prototipe komponen baterai lapisan tipis dan baterai koin. Untuk pembuatan baterai lapisan tipis, laboratorium PSTBM-BATAN sejak 2012 sudah dilengkapi dengan teknik pembuatan lapisan tipis Pulsed Laser Deposition (PLD) dan peralatan uji permukaan Atomic Force Microscope (AFM). Jika proses persiapan material sampai pembuatan baterai terpenuhi semua maka laboratorium tersebut bisa disebut sebagai laboratorium baterai terpadu.

Target ke depannya BATAN akan membangun suatu Pusat Unggulan Teknologi Baterai. Persiapan telah mulai dilakukan dengan meningkatkan kualitas riset dan profesionalisme SDM serta mensertifikasi laboratorium.

BATAN memiliki modal penting sebagai satu-satunya institusi dengan peralatan hamburan neutron untuk penelitian material baterai lithium. BATAN juga kini menjadi salah satu pendukung utama pada konsorsium lithium baterai nasional untuk program Mobil Listrik Nasional.

Tidak lupa digalang kerjasama dengan sejumlah universitas di Indonesia dan lembaga-lembaga litbang. Kerjasama lainnya dengan institusi luar negeri yang bergerak di bidang teknologi baterai seperti IMRAM, Universitas Tohoku Jepang, Universitas Ibaraki Jepang, Tokyo Institute of Technology, National University of Singapore, Indian Institute of Technology, McMaster University di Kanada dan lainnya. Ada juga kerjasama dengan berbagai fasilitas nuklir seperti Bragg Institute di Australia dan Japan Proton Accelerator Research Complex dan lainnya.

Keberadaan kegiatan baterai di BA TAN sudah diakui oleh masyarakat internasional melalui organisasi International Society of Solid State Ionics. Salah satu peneliti BATAN yaitu Prof Dr Evvy Kartini dipilih menjadi perwakilan untuk Asia/Australia pada konferensi organisasi tersebut di Kyoto, Jepang, beberapa waktu lalu.