PSTA Kawasan Berintegritas

PSTA Kawasan Berintegritas

Dukung kami untuk melakukan langkah nyata dalam komitmen mewujudkan WBK dan WBBM, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

PSTA Kawasan Berintegritas

PSTA Kawasan Berintegritas

Dukung kami untuk melakukan langkah nyata dalam komitmen mewujudkan WBK dan WBBM, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

PZI dan WBK

Pembangunan Zona Integritas di PSTA

Pembangunan Zona Integritas di PSTA Jogja untuk mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi/Wilayah Birokrasi Bersih Melayani

Keamanan Nuklir PSTA

Keamanan Nuklir PSTA

Menguji kemampuan masing-masing personel dalam melaksanakan tugas agar siap menghadapi kedaruratan nuklir

Keamanan Nuklir PSTA

Keamanan Nuklir PSTA

Latihan ini diharapkan akan lahir sejumlah lesson learn yang berharga yang akan selalu bisa meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan

Keamanan Nuklir PSTA

Keamanan Nuklir PSTA

Latihan ini sangat penting dan strategis karena melibatkan sejumlah instansi terkait yang paling bertanggungjawab sekiranya terjadi kedaruratan nuklir

Keamanan Nuklir PSTA

Keamanan Nuklir PSTA

Meningkatkan kemampuan taktis semua komponen penanggulangan bencana di DI Yogyakarta dalam menjalankan operasi kedaruratan

Reaktor riset Kartini Yogyakarta

Reaktor riset Kartini Yogyakarta

Reaktor riset Kartini Yogyakarta adalah reaktor nuklir kedua milik Indonesia

Reaktor riset Kartini Yogyakarta

Reaktor riset Kartini Yogyakarta

Selain untuk tugas akhir di perguruan tinggi, reaktor Kartini juga bisa dikunjungi oleh masyarakat.

Mineral strategis

Mineral strategis

Mineral strategis milik Indonesia yang bernilai ekonomi tinggi

Mineral strategis

Mineral strategis

Logam tanah jarang mempunyai fungsi vital dalam industri teknologi tinggi, mulai dari memori komputer, hybrid car, magnet, sampai cat anti radar.

Mineral strategis

Mineral strategis

Logam strategis yang memiliki potensi menjadi unggulan masa depan Indonesia

Mineral strategis

Mineral strategis

Logam tanah jarang, Zirkon, Titanium merupakan unsur logam strategik untuk aplikasi teknologi maju dan teknologi nuklir

Slide item 11

Pemisahan Uranium dan Thorium dari monasit bisa dilakukan di PSTA

Keamanan Nuklir PSTA

Keamanan Nuklir PSTA

Dekontaminasi oleh petugas proteksi radiasi untuk memastikan keadaan sudah benar-benar aman

Yogyakarta 5/03/2019 - Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Sains dan Teknologi Akselerator (PSTA)  melakukan pembahasan mengenai penyusunan kebijakan dan regulasi pemanfaatan logam tanah jarang (LTJ) bersama Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (MINERBA)- kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di kantor PSTA-BATAN Yogyakarta.

Sesuai dengan undang-undang ketenaganukliran, mineral yang mengandung bahan radioaktif menjadi tanggung jawab BATAN untuk mengelolanya. Oleh karena itu diperlukan regulasi yang jelas guna mengatur segala proses tersebut.

“Mineral radioaktif biasanya berupa mineral ikutan, jangan dijadikan kendala, namun bisa menjadi peluang bagi BATAN. Tentu saja  selalu dibarengi dengan diperlukannya regulasi yang baku untuk mengelola mineral radioaktif tersebut,” kata Edy Giri Rachman Putra Ph.D, Plt. Kepala PSTA-BATAN dalam pertemuannya dengan MINERBA.

Monasit adalah salah satu mineral tanah jarang, merupakan mineral ikutan yang dikenal sebagai mineral tanah jarang dari timah. Mineral yang sangat dibutuhkan dan dapat memberikan kontribusi lebih dari kegiatan penambangan dan pengolahan timah.

Proses pengolahan mineral monasit saat ini tidak serta merta hanya dilakukan di PSTA saja, karena harus dipisahkan dulu unsur U dan Th-nya. Karena itu perlu kerja sama dengan Pusat Pengembangan Bahan Galian Nuklir (PPBGN) BATAN di Pasar Jumat kemudian diolah menjadi REOH. Dipenghujung proses, umpan tersebut baru dapat diolah di pilot plant Yogyakarta, karena sudah bebas dr unsur U dan Th.

Dedi Supriyanto, perwakilan Minerba, menjelaskan,”Rencana peraturan pemerintah bisa melalui Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) untuk mengolah monasit atau mineral radioaktif, kemudian ada surat penunjukkan kerjasama BATAN  untuk mengolah monasit atau mineral radioaktif. Dan BATAN harus menunjuk badan usaha yang memilki komptensi untuk mengolah zat radioaktif tersebut.”

Merujuk tentang regulasi, jangan sampai regulasi yang menghentikan eksport, nantinya hanya menumpuk bahan baku, tanpa bisa diolah. “Seharusnya BATAN concern ke U dan Th, namun malah concern ke LTJ oksidanya. Sehingga diperlukan regulasi yang memberikan kewenangan kepada BATAN untuk mengolah mineral monasit menjadi bahan bakar nuklir,” jelas Herry Poernomo, peneliti PSTA-BATAN. Hal ini dimaksudkan agar bahan baku dapat diolah dan segera dimanfaatkan.

“Sudah ada konsorsium logam tanah jarang (LTJ) dan telah ada report-nya, jadi dapat menjadi acuan dari hal tersebut untuk penyusunan regulasi.”, tambah MV.  Purwani, selaku peneliti Bidang Teknologi Proses PSTA-BATAN.

Pembahasan penyususan kebijakan dan regulasi pemanfaatan LTJ ini, dibahas bersama unit bidang teknologi proses PSTA-BATAN Yogyakarta. Diharapkan agar segera terbentuknya sebuah regulasi dan kebijakan tentang pemanfaatan logam tanah jarang yang memiliki nilai ekonomis tinggi tersebut tidak hanya sukses dalam skala ujicoba, tetapi juga bisa sukses dalam skala komersial, sehingga bisa memberi nilai tambah yang besar bagi bangsa Indonesia.