Slide item 1

Penyimpangan? Awasi, Amati, Laporkan

Jangan tunda, Lapor jika mengetahui Korupsi, Gratifikasi, Fraud dan Pelanggaran Kode Etik. Laporkan ke inspektorat@batan.go.id

WTP

Opini WTP

BATAN telah 6 X sejak tahun 2009 menerima opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK

(Jakarta, 27/09/2017). Tim Evaluator Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen  PAN – RB) akan mengevaluasi akuntabilitas kinerja dan RB di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dalam satu bulan kedepan. Ketua Tim Evaluator Kemen PAN dan RB, Endang P, saat entry meeting dengan BATAN di Kantor Pusat BATAN mengatakan, tujuan evaluasi ini adalah untuk memetakan perkembangan atau kemajuan pelaksanaan reformasi birokrasi dan akuntabilitas kinerja di BATAN. Selain itu, evaluasi bertujuan memberikan rekomendasi dalam rangka perbaikan dan percepatan pelaksanaan RB dan akuntabilitas kinerja BATAN.

“Pelaksanaan RB bertujuan menciptakan pemerintah yang bersih, akuntabel, berkinerja tinggi, efektif, efisien, dan memberikan pelayanan publik yang baik dan berkualitas,” kata Endang.

Lebih lanjut Endang menjelaskan, evaluasi terdiri dari tiga tahapan, yaitu pertama entry meeting, untuk mengidentifikasi fokus dan lokus evaluasi, kedua, verifikasi lapangan melalui observasi, pengumpulan data,  wawancara dan survei, dan ketiga, exit meeting, yakni penarikan kesimpulan sementara dan pemberian rekomendasi.

Indeks RB BATAN pada tahun 2016 mencapai nilai 74,05 dari nilai maksimal 100, naik dibandingkan tahun sebelumnya yakni 64,31. Terdapat 8 area perubahan yang menjadi dasar dari pemberian penilaian ini, yaitu manajemen perubahan, penataan Peraturan Perundang-undangan, penataan dan penguatan organisasi, Penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Selain itu terdapat komponen lainnya antara lain survei eksternal pelayanan publik di BATAN. Dari hasil survei tersebut, kesenjangan antara harapan dengan penilaian kinerja BATAN paling besar terdapat pada  unsur penanganan pengaduan, saran, dan masukan,  yang merupakan unsur dengan tingkat kepuasan terendah.

“Tingkat kepuasan terendah pada unsur penanganan pengaduan, saran, dan masukan  itu tidak bisa direkayasa, karena memang surveinya dari publik eksternal,” ujar Endang.

Sementara untuk Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) pada tahun 2016 mencapai nilai  72,12 dari nilai maksimal 100, naik dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 70, 45, dengan tingkat akuntabilitas kinerja BB (sangat baik).

Pada kesempatan ini, Tim RB memberikan beberapa rekomendasi antara lain BATAN membuat ukuran dan target untuk setiap area perubahan secara yang relevan, spesifik dan terukur, memantau dan mengevaluasi perkembangan perubahan di setiap area perubahan,  merencanakan kebutuhan pegawai setiap 5 tahun sekali, dan memperbaiki cakupan pengelolaan panduan layanan di seluruh unit kerja.

“Selain itu, BATAN dapat mengintegrasikan aplikasi IT untuk mendukung kinerja birokrasi dan pelaksananaan pelayanan publik, “ tambahnya.

Sementara Sekretaris Utama BATAN, Falconi Margono mengatakan, dalam pelaksanaan RB, BATAN telah menghasilkan banyak produk litbang dengan keterbatasan anggaran dan SDM yang semakin menua.

“Kami punya 3 reaktor yang telah beroperasi, bahkan sejak tahun 1965. Dengan keterbatasan yang ada, ketiga reaktor tersebut masih tetap beroperasi untuk penelitian dan pelayanan ke masyarakat. Kami selalu mencari cara karena komponen reaktor pun harus terus di maintenance”, ujar Falconi.

BATAN telah melaksanakan penilaian mandiri RB pada tahun 2017 dengan nilai 88,78. Tim evaluator Tim RB kemudian akan memverifikasi penilaian tersebut sebagai dasar dari penilaian RB dari Kementerian PAN – RB tahun 2017 (tnt).