Slide item 1

Penyimpangan? Awasi, Amati, Laporkan

Jangan tunda, Lapor jika mengetahui Korupsi, Gratifikasi, Fraud dan Pelanggaran Kode Etik. Laporkan ke inspektorat@batan.go.id

WTP

Opini WTP

BATAN telah 6 X sejak tahun 2009 menerima opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK

Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) adalah Lembaga Pemerintah Non Kementerian yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Presiden melalui Menteri yang membidangi urusan pemerintahan di bidang riset dan teknologi dan dipimpin oleh seorang Kepala.

BATAN mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan dibidang penelitian, pengembangan dan pendayagunaan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam melaksanakan tugas pemerintahan tersebut dilandasi oleh semangat untuk menyelenggarakan pemerintahan yang baik atau good governance menuju terwujudnya pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Pemerintahan yang bersih dan berwibawa dapat terwujud jika terdapat komitmen yang kuat untuk melakukan pengawasan secara terus menerus terhadap pengelolaan keuangan, SDM, Sarana dan Prasarana yang didukung dengan sistem pengawasan dan auditor yang handal.

Untuk melaksanakan pengawasan tersebut sesuai pasal 359 dan 360 Peraturan Kepala BATAN Nomor 14 tahun 2013 tanggal 27 Desember 2013 telah ditetapkan Inspektorat yang mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan BATAN. Dalam melaksanakan tugas tersebut Inspektorat mempunyai fungsi menyiapkan perumusan kebijakan pengawasan, melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit, evaluasi pemantauan dan kegiatan pengawasan lainnya serta menyusun laporan hasil pengawasan. Pengawasan yang dilaksanakan oleh APIP diInspektorat berperan sebagai Quality Assurance yaitu sebagai penjamin kualitas bahwa suatu kegiatan dapat berjalan secara efisien, efektif dan sesuai aturan. Disamping itu Inspektorat juga sebagai counterpart pada saat dilakukan pemeriksaan ekstern oleh BPK terhadap BATAN dengan melakukan pendampingan unit kerja sebagai obyek pemeriksaan.

Metodologi pengawasan adalah melakukan penyesuaian susunan tim pemeriksa untuk menciptakan tim yang solid, meningkatkan profesionalisme auditor melalui diklat, melaksanakan konfirmasi secara langsung kepada obyek pemeriksaan setelah pemeriksaan selesai dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan tepat waktu.

Sasaran yang hendak dicapai adalah tertib administrasi dalam pengelolaan Keuangan, Sumber Daya Manusia (SDM), Sarana dan Prasarana serta menurunnya tingkat penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan dan kebocoran anggaran. Disamping itu juga mempertahankan opini WTP terhadap hasil pemeriksaan BPK.

Tugas dan fungsi Inspektorat adalah melaksanakan pengawasan intern di lingkungan BATAN. Output dari hasil pengawasan adalah Laporan Hasil Audit (LHA) yang berisi temuan dan rekomendasi temuan yang harus ditindak lanjuti, sehingga diharapkan tidak terjadi lagi temuan yang sejenis pada saat dilakukan pemeriksaan yang akan datang. Kebijakan yang mengatur tentang pelaksanaan tugas dan fungsi Inspektorat tercantum dalam Peraturan Kepala BATAN No. 14 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja BATAN.

Salah satu fungsi manajemen yang sangat penting adalah fungsi pengawasan (controlling), dimana dalam fungsi ini bertugas mengoreksi kinerja manajemen. Pada era saat ini semakin disadari pentingnya fungsi pengawasan yaitu sebagai fungsi manajemen untuk menjamin bahwa apa yang ditetapkan sebagai tujuan organisasi dapat dicapai dengan tepat, efisien dan sesuai harapan. Hakikat pengawasan adalah untuk mencegah sedini mungkin terjadinya penyimpangan, pemborosan, penyelewengan, hambatan, kesalahan dan kegagalan dalam pencapaian tujuan dan sasaran serta pelaksanaan tugas-tugas organisasi.

Inspektorat dengan jumlah auditor yang terbatas terus berusaha meningkatkan mutu pemeriksaan sesuai Standar Audit Instansi Pemerintah dibawah bimbingan dan koordinasi Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk memenuhi pengguna internal dan eksternal, yaitu melaporkan hasil pemeriksaan tepat waktu serta memberikan keterangan kepada pengguna internal dan eksternal apabila diperlukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Untuk mencapai kondisi tersebut akan dilaksanakan kegiatan sebagai berikut :

  • Menyusun Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) yang dipergunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan pemeriksaan terutama mengenai obyek pemeriksaan, waktu pelaksanaan, dan tim pemeriksa yang melakukan pemeriksaan.
  • Melakukan perubahan susunan tim pemeriksa, sehingga optimalisasi hasil pemeriksaan dapat tercapai sesuai yang telah direncanakan
  • Meningkatkan professional para auditor dengan mengikuti pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh Pusdiklat BATAN dan Pusdiklat BPKP, melakukan studi banding dan mengikuti penyegaran yang berkaitan dengan kompetensi auditor.
  • Melaksanakan pendampingan terhadap unit kerja yang dilakukan pemeriksaan oleh pihak ekstern dalam hal ini pemeriksaan dari BPK
  • Memberikan konsultasi kepada unit kerja terkait pelaksanaan kegiatan maupun pelaksanaan anggaran.
  • Berperan sebagai quality assurance yaitu sebagai penjamin kualitas bahwa suatu kegiatan dapat berjalan secara efisien, efektif dan sesuai aturan.

Fungsi pengawasan memegang peranan penting dalam penyelenggaraan kegiatan di BATAN, karena merupakan bagian bahan masukan yang independen bagi pimpinan untuk mengevaluasi berbagai kegiatan. Pengawasan yang dilaksanakan oleh Inspektorat berdasarkan perinsip pemeriksaan yang professional dan bertanggungjawab sesuai denganketentuan yang berlaku namun tetap memperhatikan/mengedepankan nilai-nilai/norma- norma setempat.

Faktor yang sangat mempengaruhi dalam pencapaian keberhasilan pengawasan adalah dukungan dana, sumber daya manusia yang professional, kreatif dan produktif serta fasilitas sarana dan prasarana yang memadai.

Sasaran yang hendak dicapai adalah tertib administrasi dalam pengelolaan Keuangan, Sumber Daya Manusia (SDM), Sarana dan Prasarana serta menurunnya tingkat penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan dan kebocoran anggaran.