Workshop Sekretaris Pimpinan

Workshop Sekretaris Pimpinan

Perubahan berkomunikasi dan peningkatan profesionalisme Sekretaris Pimpinan dalam menunjang tugas pimpinan

Penyelamatan Arsip BATAN

PENYELAMATAN ARSIP BATAN

BATAN telah menyerahkan arsip statis kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI)

Capaian Opini WTP

BATAN Capai Opini WTP 6X

Selama 6 tahun sejak 2009 BATAN mendapat penghargaan WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK atas laporan pengelolaan keuangan yang telah sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku

Sertifikasi Sistem Majemen K3

Sertifikasi Sistem Manajemen K3

Biro Umum telah menerima sertifikasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Penghargaan Kinerja Terbaik Kategori Anggaran Rendah

Penghargaan Kinerja Terbaik

Dengan keterbatasan anggaran yang ada, BATAN mampu menunjukkan kinerja terbaiknya. Ini dibuktikan dengan menerima penghargaan peringkat 1 Untuk Kinerja Lembaga pada kategori pagu rendah.

(Jakarta, 26/09/2019). Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menggelar Seminar Kearsipan dengan tema “Penyelamatan Arsip Negara dan Penegakan Perundang-Undangan Kearsipan” yang diselenggarakan di kantor BATAN Kawasan Nuklir Pasar Jum’at, Jakarta. Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pegawai BATAN bahwa arsip mempunyai nilai informasi yang berguna dan strategis bagi negara dan masyarakat umum. Kesadaran ini perlu terus ditingkatkan agar pegawai BATAN dapat mengelola arsipnya dengan baik.

Deputi Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir (PTN) BATAN, Hendig Winarno, dalam sambutannya mengatakan bahwa sesuai dengan UU No. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan dinyatakan bahwa, arsip yang tercipta dari kegiatan lembaga negara dan kegiatan yang menggunakan sumber dana negara dinyatakan milik negara. “Karena milik negara, maka itu menjadi aset negara, harus dikelola dengan baik. Ada sanksi hukum, baik administrasi maupun pidana bagi yang lalai dalam mengelola arsip atau tidak mengelola arsipnya dengan baik, jadi hati-hati,“ kata Hendig.

Selanjutnya Hendig menyampaikan perlunya pegawai BATAN memahami  apa yang dimaksud dengan arsip dan pentingnya arsip. “Pengertian arsip bukan sekedar seperti saat kita membuat surat kemudian kita menyimpan satu lembar sebagai pertinggal atau arsip. Itu hanya sebagian kecil dari arti kata arsip,” kata Hendig.

“Termasuk hasil-hasil litbang yang bapak-ibu tulis maupun catatan autentik kegiatan litbang yang kita lakukan adalah hal yang tidak kalah penting dengan surat menyurat.  Itu arsip, “ lanjut Hendig.

Hendig memberikan beberapa contoh permasalahan di bidang litbang yang membutuhkan bukti arsip autentik untuk dapat menyelesaikannya, misalnya dalam hal sengketa sertifikat hasil uji atau dalam pendokumentasian penemuan baru. “Ini menunjukkan betapa pentingnya arsip. Jadi jangan sampai  data-data autentik penelitian kita tidak ada, atau tidak dicatat dan hanya menunjukkan artikel yang sudah jadi. Bukan itu yang dimaksud, tapi mulai dari data autentik awal juga diperlukan,” katanya.

Oleh karena itu Hendig mengajak kepada seluruh pegawai BATAN untuk peduli bahwa arsip merupakan bagian penting dari kita, termasuk dalam budaya tatalaksana yang merupakan bagian dari pelaksanaan reformasi birokrasi yang telah dicanangkan BATAN.”Mari kita semua ikut mengelola arsip dengan baik, bukan hanya tugas teman-teman arsiparis dan tata usaha, tapi merupakan tanggungjawab kita semua,” kata Hendig.

Menurut Hendig hal ini juga selaras dengan UU nomor 11 tahun 2019 tentang SisNas Iptek dimana di dalamnya menyatakan bahwa, pemerintah menetapkan wajib serap dan wajib simpan atas seluruh data primer dan output riset paling singkat 20 tahun melalui sistem informasi iptek yang terintegrasi secara nasional. “Selain agar tidak ada penelitian yang berulang atau tumpang tindih, juga terkandung tujuan penyimpanan arsip yang sangat baik,” pungkasnya.

Seminar Kearsipan kali ini menghadirkan narasumber dari ANRI yaitu Deputi Pembinaan Kearsipan, Andi Kasman M. yang menyampaikan paparannya tentang Penyelamatan Arsip Negara dan Penegakan Sanksi Hukum. Sementara itu nara sumber lainnya, Arsiparis Madya BATAN Muhamad Abduh, menyampaikan paparannya tentang penyelenggaraan kearsipan di BATAN saat ini. Seminar ini dihadiri oleh sekitar 100 undangan perwakilan dari 23 unit kerja yang ada di BATAN yang terdiri dari para Pimpinan Tinggi Pratama, para penanggung jawab kegiatan penelitian serta pejabat fungsional Arsiparis. (my)