Workshop Sekretaris Pimpinan

Workshop Sekretaris Pimpinan

Perubahan berkomunikasi dan peningkatan profesionalisme Sekretaris Pimpinan dalam menunjang tugas pimpinan

Penyelamatan Arsip BATAN

PENYELAMATAN ARSIP BATAN

BATAN telah menyerahkan arsip statis kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI)

Capaian Opini WTP

BATAN Capai Opini WTP 6X

Selama 6 tahun sejak 2009 BATAN mendapat penghargaan WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK atas laporan pengelolaan keuangan yang telah sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku

Sertifikasi Sistem Majemen K3

Sertifikasi Sistem Manajemen K3

Biro Umum telah menerima sertifikasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Penghargaan Kinerja Terbaik Kategori Anggaran Rendah

Penghargaan Kinerja Terbaik

Dengan keterbatasan anggaran yang ada, BATAN mampu menunjukkan kinerja terbaiknya. Ini dibuktikan dengan menerima penghargaan peringkat 1 Untuk Kinerja Lembaga pada kategori pagu rendah.

(Jakarta, 12/05/2020) Paket perdana bantuan Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) berupa peralatan pendeteksi virus dengan teknik data seketika (real time) RT-PCR (Reverse Transcription–Polymerase Chain Reaction), telah tiba di Indonesia, Senin (11/05). RT-PCR digunakan untuk uji swab pada pasien yang diduga terinfeksi Covid-19 dan dapat memberikan hasil yang presisi untuk pencegahan penyebaran penyakit.

Atase Ilmu Pengetahuan Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) Wina, Dimas Irawan menjelaskan, bantuan peralatan RT-PCR beserta kelengkapannya ini dikirim secara bertahap menjadi enam paket pengiriman. Selama ini, IAEA memberikan bantuan pemanfaatan alat RT-PCR kepada negara anggotanya yang terjangkit wabah virus Ebola, Zika, MERS, dan sekarang digunakan untuk Covid-19.

“Hibah ini sendiri dalam bentuk peralatan RT-PCR yang kita banyak kenal untuk deteksi virus Corona (selain Ebola) yang selama ini digunakan IAEA membantu negara anggota yang terkena wabah Ebola, Zika, MERS dan sekarang Covid-19,” jelas Dimas.

"Serta pengembangan SDM dalam bentuk pelatihan teknis kedepan untuk meningkatkan kesiapan para pekerja medis dan teknis dalam menghadapi tantangan penyebaran penyakit menular dimasa depan," tambahnya.

Pada mulanya, lanjut Dimas lagi, RT-PCR dikembangkan dengan menggunakan teknik senyawa bertanda radioaktif, namun saat ini sudah digantikan dengan zat kimia fluoresens. Hal ini dilakukan  dengan pertimbangan kemudahan transportasi dan penggunaannya oleh operator.

Baca juga: Tingkatkan Kekebalan Tubuh dengan Vaksin

Indonesia melalui Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menjadi salah satu dari lebih 50 negara yang menerima bantuan serupa. Dengan bertambahnya peralatan RT-PCR di Indonesia diharapkan dapat meningkatkan jumlah pemeriksaan terhadap terhadap masyarakat yang terindikasi terjangkit Covid-19.

Selain peralatan RT-PCR, IAEA juga memberikan bantuan kepada Indonesia berupa perlengkapan Alat Pelindung Diri (APD) untuk pekerja laboratorium, dan beberapa bantuan lainnya.

Bantuan ini merupakan wujud dari kerja sama teknik antara Indonesia dengan IAEA yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Berdasarkan koordinasi yang dipimpin Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang melibatkan Kementerian Kesehatan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kementerian Luar Negeri, dan BATAN, peralatan RT-PCR ini ditempatkan di Unit Pengujian Terpadu (UPT) Laboratorium Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak.

Pemilihan UPT Laboratorium Kesehatan di Pontianak ini mempertimbangkan perlunya meningkatkan kapasitas pengujian secara merata di seluruh provinsi sebagai bagian upaya nasional untuk mempercepat proses penanganan pandemi Covid-19. Diharapkan dengan tambahan peralatan ini dapat mempercepat dan memperbanyak pelaksanaan hasil pemeriksaan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. (arial)