Slide item 2

Pertemuan Tingkat Menteri ke-13 FNCA (13th Ministerial Level Meeting) diselenggarakan di Hotel LeMeredien Jakarta, Indonesia pada tanggal 24 November 2012

Slide item 4

BATAN telah mendapatkan puluhan hak PATEN sebagai pengakuan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI) dalam berbagai karya dan inovasi para penelitinya

Slide item 5

Dirjen IAEA, Yukiya Amano mengunjungi fasilitas laboratorium Non Destructive Investigation (NDI) PAIR - BATAN

Slide item 5

Penyimpangan? Awasi, Amati, Laporkan

Jangan tunda, Lapor jika anda mengetahui Korupsi, Gratifikasi, Fraud dan Pelanggaran Kode Etik. Laporkan ke inspektorat@batan.go.id

Slide item 6

Dengan kerja nyata, bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa maju, menjadi bangsa yang berdaulat, mandiri dan berbudaya

(Jakarta, 22/11/2019) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) kembali meraih status sebagai Lembaga Informatif tahun 2019 dari Komisi Informasi (KI) Pusat yang disampaikann oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Istana Wapres, Jl. Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (21/11). Dengan diperolehnya penghargaan ini, BATAN mempertahankan statusnya sebagai Lembaga Informatif sejak tahun 2018.

Selain BATAN terdapat lima lembaga lain yang meraih penghargaan sebagai Lembaga Informatif untuk kategori Lembaga Negara (LN) dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK). Kelima lembaga tersebut yakni Arsip Nasional Republik Indonesia, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Bank Indonesia, Lembaga Penerbangan dan Atariksa Nasional (Lapan), dan Mahkama Konsitusi RI.

Wakil Presiden, Ma’ruf Amin dalam pidatonya mengatakan, pelaksanaan keterbukaan informasi publik ini sangat penting untuk mewujudkan hak masyarakat terhadap informasi. "Kita melaksanakan penilaian ini, karena menyadari pentingnya informasi bagi masyarakat, merupakan hak yang dijamin Undang-Undang. Oleh karenanya, memberi informasi publik menjadi kewajiban," kata Ma`ruf

(Jakarta, 04/11/2019) Menteri Riset dan Teknologi / Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Permadi Soemantri Brojonegoro, meminta Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) untuk lebih gencar menyosialisasikan pemanfaatan nuklir kepada masyarakat. Hal ini dikatakan Bambang pada kunjungan kerja di Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta Selatan, Senin (04/11).

Ia mengatakan, BATAN dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) harus bersinergi mengampanyekan kepada masyarakat bahwa nuklir aman. "Jejak digital akan mengingatkan masyarakat terhadap kejadian kecelakaan Chernobyl, Fukushima, Three Mile Island, dan insiden nuklir lainnya. Intinya masyarakat Indonesia perlu diyakinkan bahwa nuklir itu dibutuhkan dan Indonesia telah mampu mengelola nuklir dengan aman," ujar Bambang.

(Jakarta, 17/10/2019). Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dan Kabupaten Landak sepakat memperbaiki varietas padi lokal khas Kabupaten Landak, yakni padi Palawakng. Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan antara Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan dan Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, tentang penelitian, pengembangan dan pemanfaatan iptek nuklir dalam menunjang program peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Landak. Penandatanganan nota kesepakatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi BATAN, Totti Tjiptosumirat dan Plt. Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Landak, Alpius, tentang penelitian dan perbaikan varietas padi lokal Palawakng di Kabupaten Landak. Penandatanganan nota kesepakatan dan perjanjian kerja sama dilakukan di Kantor Pusat BATAN, Jakarta, Kamis, (17/10).

Bupati Karolin mengatakan, Kabupaten Landak yang merupakan salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) ini memiliki potensi pertanian luar biasa, hanya saja masih berupa pertanian tradisional. Ia berharap, BATAN dapat membantu perbaikan tiga jenis padi lokal Palawakng yang telah didaftarkan ke Kementerian Pertanian pada 2017 lalu.

“Kami sudah mendaftarkan ke Kementerian Pertanian, 3 jenis padi lokal, yaitu Palawakng Salon, Palawakng Gaeng dan Palawakng Balacant. Setelah didaftarkan, kemudian kita menindaklanjutinya dengan kerja sama dengan BATAN,” ucap Karolin.

(Austria, 18/09/2019) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) berpartisipasi dalam pameran yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan General Conference (GC) ke-63, International Atomic Energy Agency (IAEA) di Wina, Austria. Pameran yang rutin digelar sebagai side event dalam GC 63 ini bertujuan memberikan kesempatan kepada Negara Anggota untuk menunjukkan capaian perkembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir di negara masing-masing.

Berbagai produk dan program, serta kegiatan pengembangan dan pemanfaatan nuklir di Indonesia digelar pada pameran tersebut. Kali ini, BATAN sebagai wakil Indonesia memfokuskan tema pamerannya  pada program Nuclear Capacity Buliding (NuCAB).

Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama, Eko Madi Parmanto yang menjadi salah satu anggota delegasi dari Indonesia menjelaskan, program NuCaB merupakan program pelatihan dalam rangka meningkatkan kompetensi SDM nuklir. "Program NuCAB akan ditawarkan kepada Negara-negara di kawasan Asia Pasific dan Afrika dalam kerangka kerja sama selatan-selatan," kata Eko Madi melalui pesan tertulisnya.

(Vienna, 17/9/2019) Gelaran sidang umum International Atomic Energy Agency (IAEA) ke-63 dibuka secara resmi pada Senin (16/09) oleh Acting Director General IAEA, Cornel Feruta. Sidang yang digelar setiap tahun pada bulan September ini bertujuan untuk memperkuat efektivitas implementasi upaya perlindungan dan memanfaatkan lebih banyak ilmu dan teknologi nuklir untuk pembangunan, khususnya yang dilaksanakan Negara Anggota. Sidang akan digelar pada tanggal 16-20 September di Wina, ibukota Austria.

"Pada Sidang Umum ini, kita perlu menunjukkan komitmen baru terhadap penggunaan teknologi nuklir secara damai dan aman di seluruh dunia," kata Cornel Feruta, yang telah memimpin IAEA sejak meninggalnya Direktur Jenderal Yukiya Amano pada bulan Juli. Sidang Umum adalah kesempatan besar bagi Negara-negara Anggota untuk meninjau kegiatan IAEA, bertukar pengalaman dan membuka jalan ke depan untuk organisasi.