Slide item 2

Pertemuan Tingkat Menteri ke-13 FNCA (13th Ministerial Level Meeting) diselenggarakan di Hotel LeMeredien Jakarta, Indonesia pada tanggal 24 November 2012

Slide item 4

BATAN telah mendapatkan puluhan hak PATEN sebagai pengakuan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI) dalam berbagai karya dan inovasi para penelitinya

Slide item 5

Dirjen IAEA, Yukiya Amano mengunjungi fasilitas laboratorium Non Destructive Investigation (NDI) PAIR - BATAN

Slide item 5

Penyimpangan? Awasi, Amati, Laporkan

Jangan tunda, Lapor jika anda mengetahui Korupsi, Gratifikasi, Fraud dan Pelanggaran Kode Etik. Laporkan ke inspektorat@batan.go.id

Slide item 6

Dengan kerja nyata, bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa maju, menjadi bangsa yang berdaulat, mandiri dan berbudaya

(Jakarta, 13/05/2019) Ikatan Pranata Humas Indonesia (IPRAHUMAS) melakukan kunjungan ke BATAN. Tujuan ikatan pranata humas se - Indonesia ini adalah untuk menjaring masukan dari BATAN terkait butir-butir kegiatan untuk pranata humas utama. Hal ini disampaikan oleh Ketua IPRAHUMAS, Dyah Rachmawati Sugiarto, Senin (13/05), di Kantor Pusat BATAN, Jakarta.

"Tujuan kami datang kesini adalah ingin mendapat masukan terutama dari pejabat struktural mengenai kegiatan yang dilakukan, yang bisa dilakukan di tingkat pranata humas utama, sekaligus mengenalkan organisasi kami kepada BATAN," ungkapnya.

Ia menjelaskan, bahwa saat ini posisi pranata humas level tertinggi masih berada di level madya. Sementara, banyak pranata humas madya yang membutuhkan posisi untuk melanjutkan karirnya.

"Apalagi banyak kegiatan humas yang sebetulnya penting seperti negosiasi, lobi, dan semacamnya, tapi tidak tau bagaimana menuangkannya ke dalam penilaian, karena belum ada wadah kegiatannya," tambahnya.

Kedatangan Dyah didampingi Ketua Bidang Advokasi IPRAHUMAS, Firmansyah disambut oleh Kepala Biro Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Kerja Sama BATAN, Eko Madi Parmanto. Menurut Eko, posisi level pranata humas utama sudah seharusnya melakukan kegiatan strategi hingga evaluasi kehumasan.

"Jadi harusnya sudah ke level kajian, survey, menyusun strategi atau model komunikasi hingga evaluasi bagaimana sih mencapai tujuan-tujuan komunikasi itu," saran Eko.

Pada kesempatan ini, Dyah juga mengenalkan organisasi IPRAHUMAS yang menurutnya sebagai penghubung antara para pranata humas se - Indonesia dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebagai pembina pranata humas.

"Banyak permasalahan sebetulnya, terutama di daerah, seperti Diskominfonya yang tidak paham pranata humas itu apa, dsb, akibatnya, pranata humasnya yang dirugikan," tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Eko memberikan saran agar IPRAHUMAS tidak hanya sebagai penghubung, tetapi sebagai mitra kerja Kemkominfo dan kementerian/lembaga.

"Jangan hanya sebagai penghubung saja, saran saya lebih kuat lagi, sebagai mitra, agar program-program pemerintah itu tidak hanya dikenal lapisan luarnya saja, tapi mengakar hingga kebawah," sarannya (tnt).