Slide item 2

Pertemuan Tingkat Menteri ke-13 FNCA (13th Ministerial Level Meeting) diselenggarakan di Hotel LeMeredien Jakarta, Indonesia pada tanggal 24 November 2012

Slide item 4

BATAN telah mendapatkan puluhan hak PATEN sebagai pengakuan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI) dalam berbagai karya dan inovasi para penelitinya

Slide item 5

Dirjen IAEA, Yukiya Amano mengunjungi fasilitas laboratorium Non Destructive Investigation (NDI) PAIR - BATAN

Slide item 5

Penyimpangan? Awasi, Amati, Laporkan

Jangan tunda, Lapor jika anda mengetahui Korupsi, Gratifikasi, Fraud dan Pelanggaran Kode Etik. Laporkan ke inspektorat@batan.go.id

Slide item 6

Dengan kerja nyata, bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa maju, menjadi bangsa yang berdaulat, mandiri dan berbudaya

(Jakarta, 11/09/2019), Kabar duka menyelimuti bangsa Indonesia, Presiden RI ketiga, Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Rabu (11/09). Sebagaimana dilansir oleh Kompas.com, pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 itu meninggal akibat penyakit yang dideritanya, yang sebelumnya telah menjalani perawatan intensif di rumah sakit sejak 1 September 2019.

Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Anhar Riza Antariksawan mengucapkan belasungkwa atas meninggalnya putra terbaik bangsa Indonesia yang memiliki reputasi di tingkat dunia. “Beliau telah memiliki jasa besar baik dalam bidang iptek semasa menjadi Menristek/Kepala BPPT, juga dalam bidang demokrasi saat menjadi Presiden di awal era reformasi. Beliau memberikan fondasi kuat bagi berkembangnya iptek di Indonesia,” ujar Anhar melalui pesan tertulisnya.

Bagi Anhar, sosok Habibie adalah figur yang sangat penting tidak hanya bagi Indonesia, melainkan juga bagi BATAN. Habibie yang membangun Pusat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) di Serpong, Tangerang Selatan, dimana iptek nuklir menjadi salah satu bagian yang dibangun dengan fasilitas kelas dunia.

“Salah satu fasilitas yang dibangun di Puspiptek adalah reaktor nuklir riset yang dinamakan Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy beserta laboratorium pendukungnya,” tambahnya.

Hal lain yang selalu dikenang Anhar terhadap sosok Habibie adalah adanya program Overseas Fellowship Program (OFP). Melalui program itulah Anhar dapat mewujudkan salah satu impiannya untuk melanjutkan kuliah ke luar negari.

“Saya juga ingat beliau yang selalu menumbuhkan rasa bangga karena telah membangkitkan industri dirgantara di Indonesia dengan puncaknya adalah diterbangkannya N250. Hal itu telah membuktikan bahwa putra putri Indonesia tidak kalah dengan bangsa lain. Semoga almarhum husnul khotimah,” paparnya. (Pur)