Slide item 2

Pertemuan Tingkat Menteri ke-13 FNCA (13th Ministerial Level Meeting) diselenggarakan di Hotel LeMeredien Jakarta, Indonesia pada tanggal 24 November 2012

Slide item 4

BATAN telah mendapatkan puluhan hak PATEN sebagai pengakuan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI) dalam berbagai karya dan inovasi para penelitinya

Slide item 5

Dirjen IAEA, Yukiya Amano mengunjungi fasilitas laboratorium Non Destructive Investigation (NDI) PAIR - BATAN

Slide item 5

Penyimpangan? Awasi, Amati, Laporkan

Jangan tunda, Lapor jika anda mengetahui Korupsi, Gratifikasi, Fraud dan Pelanggaran Kode Etik. Laporkan ke inspektorat@batan.go.id

Slide item 6

Dengan kerja nyata, bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa maju, menjadi bangsa yang berdaulat, mandiri dan berbudaya

(Jakarta, 17/09/2019) Badan Tenaga Atom Internasional atau International Atomic Energy Agency (IAEA) menggelar sidang umum di Vienna, Austria yang diikuti oleh sekitar 170 negara anggota. Sidang umum ini digelar selama seminggu ke depan, mulai 16 - 20 September 2019 ini merupakan kegiatan yang rutin diselenggarakan, dan tahun ini merupakan kegiatan yang ke-63.

Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Anhar Riza Antariksawan melalui pesan tertulisnya mengatakan, sidang umum IAEA ini merupakan kegiatan yang sangat penting khususnya bagi Indonesia dalam rangka mengetahui perkembangan iptek nuklir di dunia. "Sidang umum IAEA ini sebagai forum penting dalam agenda tahunan IAEA dan juga penting bagi Indonesia, karena selain dapat mengetahui kebijakan yang disepakati oleh seluruh negara anggota, juga dapat mengetahui perkembangan iptek nuklir di seluruh dunia," ujar Anhar.

Menurut Anhar, kegiatan ini juga dapat dijadikan sebagai ajang interaksi dan tukar menukar informasi dengan negara-negara anggota IAEA lainnya tentang perkembangan iptek nuklir di masing-masing negara. Melalui kegiatan ini juga dilakukan penjajakan kemungkinan dijalinnya kerja sama pemanfaatan iptek nuklir antar sesama negara anggota baik bilateral maupun multilateral melalui IAEA.

Anhar menjelaskan, secara umum topik yang menjadi pokok bahasan dalam kegiatan sidang umum IAEA ini adalah pemanfaatan iptek nuklir untuk kesejahteraan. "Secara umum semua topik dibicarakan dalam sidang umum kali ini, antara lain aplikasi iptek nuklir, keselamatan, keamanan, dan verifikasi bahan nuklir," jelasnya.

Salah satu topik penting yang akan menjadi pokok bahasan dalam scientific forum yang akan diselenggarakan hari ini (red. Selasa 17/09) adalah peran iptek nuklir dalam penanganan penyakit kanker. Topik ini dianggap penting untuk diangkat dalam sebuah forum khusus menurut Anhar, dikarenakan jumlah penderita kanker di dunia meningkat tajam.

"Iptek nuklir dapat digunakan dalam penanganan kanker baik sebagai alat diagnostik maupun terapi. Prosedur penanganan kanker menggunakan fasilitas kedokteran nuklir dan radioterapi mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, ini menunjukkan efektivitas penanganan kanker berbasis iptek nuklir," paparnya.

Perwakilan BATAN yang menjadi bagian dari delegasi Republik Indonesia, selain mengikuti rapat pleno dalam sidang umum IAEA, juga menggelar pameran dan mengikuti side event yang mengangkat tema Human Capacity Building. Pada side event tersebut, delegasi Indonesia yang diwakili oleh BATAN akan memaparkan Program Nuclear Capacity Building (NuCaB).

NuCaB merupakan program peningkatan kapasitas SDM Nuklir yang selama ini telah diterapkan di Indonesia. "NuCaB ini menjadi salah satu program peningkatan kapasitas SDM yang akan ditawarkan oleh Indonesia kepada negara anggota IAEA lainnya untuk mengikuti program pendidikan dan pelatihan nuklir di Indonesia dengan menggunakan berbagai skema kerja sama," ujarnya.

Selain NuCaB, Anhar menambahkan, Indonesia juga akan mengenalkan Internet Reactor Laboratory (IRL), yakni program belajar tentang reaktor nuklir jarak jauh yang berbasis internet dengan memanfaatkan reaktor Kartini sebagai alat utamanya. Secara nasional IRL ini telah diujicobakan dengan 10 perguruan tinggi di wilayah Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.

"Sebagai upaya mengenalkan IRL, pada saat sidang umum IAEA kali ini akan didemonstrasikan penggunaan IRL langsung dari Vienna, Austria ke Yogyakarta. Harapannya IRL ini dapat dimanfaatkan oleh negara anggota IAEA lainnya," jelas Anhar.

Dari seluruh rangkaian sidang umum IAEA yang diikuti oleh delegasi RI kali ini, Anhar berharap, dunia dapat mengetahui kemajuan iptek nuklir di Indonesia. Selain itu, Indonesia diharapkan dapat menunjukkan kontribusinya dalam kegiatan IAEA dan menjalin kerja sama internasional. (Pur)