Slide item 2

Pertemuan Tingkat Menteri ke-13 FNCA (13th Ministerial Level Meeting) diselenggarakan di Hotel LeMeredien Jakarta, Indonesia pada tanggal 24 November 2012

Slide item 4

BATAN telah mendapatkan puluhan hak PATEN sebagai pengakuan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI) dalam berbagai karya dan inovasi para penelitinya

Slide item 5

Dirjen IAEA, Yukiya Amano mengunjungi fasilitas laboratorium Non Destructive Investigation (NDI) PAIR - BATAN

Slide item 5

Penyimpangan? Awasi, Amati, Laporkan

Jangan tunda, Lapor jika anda mengetahui Korupsi, Gratifikasi, Fraud dan Pelanggaran Kode Etik. Laporkan ke inspektorat@batan.go.id

Slide item 6

Dengan kerja nyata, bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa maju, menjadi bangsa yang berdaulat, mandiri dan berbudaya

(Jakarta, 17/10/2019). Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dan Kabupaten Landak sepakat memperbaiki varietas padi lokal khas Kabupaten Landak, yakni padi Palawakng. Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan antara Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan dan Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, tentang penelitian, pengembangan dan pemanfaatan iptek nuklir dalam menunjang program peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Landak. Penandatanganan nota kesepakatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi BATAN, Totti Tjiptosumirat dan Plt. Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Landak, Alpius, tentang penelitian dan perbaikan varietas padi lokal Palawakng di Kabupaten Landak. Penandatanganan nota kesepakatan dan perjanjian kerja sama dilakukan di Kantor Pusat BATAN, Jakarta, Kamis, (17/10).

Bupati Karolin mengatakan, Kabupaten Landak yang merupakan salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) ini memiliki potensi pertanian luar biasa, hanya saja masih berupa pertanian tradisional. Ia berharap, BATAN dapat membantu perbaikan tiga jenis padi lokal Palawakng yang telah didaftarkan ke Kementerian Pertanian pada 2017 lalu.

“Kami sudah mendaftarkan ke Kementerian Pertanian, 3 jenis padi lokal, yaitu Palawakng Salon, Palawakng Gaeng dan Palawakng Balacant. Setelah didaftarkan, kemudian kita menindaklanjutinya dengan kerja sama dengan BATAN,” ucap Karolin.

Terkait dengan keseriusan pemerintah daerah Kalbar yang ingin daerahnya dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), Bupati Karolin menyatakan dukungannya jika PLTN dapat terealisasi untuk menopang kebutuhan energi di Kalimantan, khususnya Kalbar.

“Terkait PLTN, kalau saya oke-oke saja, kenapa tidak? Apapun yang kita bangun, semua kembali kepada kebutuhan energi,” katanya.

“Kami juga berkeinginan untuk meningkatkan fasilitas puskesmas atau rumah sakit, tentu saja harus didukung daya listrik yang cukup, sehingga jika listrik tidak terpenuhi bisa menghambat investasi dan pembangunan,” ucap Karolin yang berlatar belakang pendidikan kedokteran ini.

Anhar menyambut baik keinginan Bupati Landak untuk memperbaiki varietas padi lokalnya. “Hal ini sejalan dengan keinginan kami, jika inisiatif kerja sama ini datangnya dari daerah, tentu kami sangat antusias dan senang dapat berkontribusi memperbaiki varietas padi lokal yang lebih baik dari sebelumnya.” Ucap Anhar.

Beberapa daerah, lanjut Anhar, sudah mengajak bekerja sama memperbaiki varietas padi lokal, diantaranya Kabupaten Musi Rawas dengan padi lokal Dayang Rindu, Sumatra Barat dengan padi lokal Sijunjung, dan teranyar, Kabupaten Klaten dengan padi lokal Rojolele. Rojolele yang semula memiliki umur panen yang panjang hingga 140 hari, dapat diperpendek umur panennya dengan teknik mutasi radiasi menjadi 110 hari.

“Perbaikan varietas Rojolele sudah kita lakukan selama kurun waktu 5 tahun terakhir, dan sudah disetujui Kementerian Pertanian, namanya Srinuk dan Srinar,” kata Anhar mencontohkan.

Selain pertanian, Anhar juga mengenalkan pemanfaatan teknologi nuklir di bidang kesehatan. “Salah satu produk radiofarmaka saat ini yang banyak permintaannya yaitu Samarium-153 EDTMP untuk terapi paliatif atau mengurangi rasa sakit pada penderita kanker. Hanya saja fasilitas kedokteran nuklir atau fasilitas radioterapi di rumah sakit harus ada, sedangkan di Kalbar belum ada”, katanya.

Anhar mengatakan, BATAN siap membantu dari sisi expertise (keahlian) jika ada daerah yang berkeinginan membangun fasilitas kedokteran nuklir atau radioterapi.

PET/CT Scan, lanjut Anhar merupakan salah satu alat kedokteran nuklir yang saat ini sangat dibutuhkan untuk mendeteksi lokasi penyebaran kanker pada tubuh pasien, agar mendapatkan penanganan pengobatan yang lebih akurat.

Ia berharap kerja sama dengan Kabupaten Kalbar dapat berjalan dengan semestinya untuk memajukan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kalbar (tnt).