Slide item 2

Pertemuan Tingkat Menteri ke-13 FNCA (13th Ministerial Level Meeting) diselenggarakan di Hotel LeMeredien Jakarta, Indonesia pada tanggal 24 November 2012

Slide item 4

BATAN telah mendapatkan puluhan hak PATEN sebagai pengakuan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI) dalam berbagai karya dan inovasi para penelitinya

Slide item 5

Dirjen IAEA, Yukiya Amano mengunjungi fasilitas laboratorium Non Destructive Investigation (NDI) PAIR - BATAN

Slide item 5

Penyimpangan? Awasi, Amati, Laporkan

Jangan tunda, Lapor jika anda mengetahui Korupsi, Gratifikasi, Fraud dan Pelanggaran Kode Etik. Laporkan ke inspektorat@batan.go.id

Slide item 6

Dengan kerja nyata, bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa maju, menjadi bangsa yang berdaulat, mandiri dan berbudaya

(Jakarta, 03/12/2019) Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Anhar Riza Antariksawan mengucapkan selamat atas ditetapkannya Dubes Rafael Mariono Grossi sebagai Direktur Jenderal ke-6 Badan Tenaga Atom Internasional/International Atomic Energy Agency (IAEA). Ucapan selamat ini disampaikan Anhar melalui pesan tertulisnya di Jakarta, Selasa (03/12).

Ucapan yang sama juga disampaikan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh/Wakil Tetap RI untuk PBB dan Lembaga Internasional lainnya di Wina, Darmansjah Djumala, atas penetapan Rafael Mariano Grossi sebagai Dirjen IAEA yang baru. Dalam pernyataan resminya, Pemerintah Indonesia menekankan komitmennya untuk memperkuat kerjasama teknis dengan IAEA dalam pemanfaatan teknologi nuklir untuk tujuan damai, serta mengambil peran strategis sebagai kontributor melalui mekanisme Peaceful Uses Initiative. Indonesia juga kembali menegaskan dukungannya kepada pelaksanaan tugas IAEA pada sektor keamanan nuklir.

Penetapan Rafael Mariano sebagai Direktur Jenderal IAEA digelar bersamaan dengan sidang istimewa Genaral Conference di Vienna International Centre, IAEA, Austria menggantikan Direktur Jenderal IAEA sebelumnya, Yukiya Amano yang wafat pada bulan Juli 2019. Grossi ditetapkan sebagai Direktur Jenderal IAEA ke-6 berdasarkan usulan dari Board of Governors yang menyelesaikan tahapan seleksi pada 30 Oktober 2019 dan akan memimpin IAEA hingga tahun 2023. Rafael Mariano Grossi yang dikenal sebagai diplomat senior dan memiliki pengalaman panjang dalam bidang non-proliferasi nuklir serta pemanfaatan nuklir untuk tujuan damai, sebelumnya menjabat sebagai Duta Besar Argentina bagi Pemerintah Austria dan Wakil Tetap bagi PBB di Wina.

Anhar berharap, dalam kepemimpinan Direktur Jenderal IAEA yang baru ini, kebijakan yang memperkuat kerja sama teknis terus dilanjutkan. “Kerja sama teknis juga telah terbukti banyak membantu negara berkembang untuk menerapkan iptek nuklir mendukung pembangunan nasional masing-masing negara anggota IAEA,” harap Anhar.

Sebagai salah satu negara anggota IAEA, Indonesia dalam hal ini BATAN, lanjut Anhar, akan melanjutkan dukungannya pada program kerja sama teknis, khususnya implementasi Practical Arrangement antara Indonesia dan IAEA. Terkait hal ini, Indonesia menawarkan program Nuclear Capacity Building (NuCaB) sebagai platform kerja sama pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) diantara negara berkembang.

“Melalui kerja sama dg IAEA, BATAN akan terus berupaya menghadirkan iptek nuklir pada berbagai bidang pembangunan untuk mencapai Indonesia yang berdaya saing dan sejahtera,” tegas Anhar.

Dalam sambutannya, Rafael Mariano Grossi menyampaikan IAEA memiliki peran yang sangat strategis dalam memberikan solusi pada berbagai permasalahan global seperti perdamaian, peningkatan kualitas kesehatan, pemenuhan kebutuhan energi bersih, pangan dan air, selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang menjadi komitmen internasional. Selain itu, IAEA memiliki peran unik dalam berkontribusi bagi perdamaian dunia, melalui pelaksanaan tugas pengawasan pemanfaatan teknologi nuklir untuk tujuan damai secara transparan dan profesional.

Terkait pemanfaatan nuklir untuk tujuan damai, Grossi menekankan sesuai semboyan “Atom for Peace and Development”, IAEA akan terus menjalankan program kerjasama teknis yang menjadi platform utama mendorong pemanfaatan teknologi nuklir dalam memberikan solusi bagi berbagai tantangan global diberbagai bidang, seperti pangan, kesehatan, industri, lingkungan dan energi. Pada Sektor energi, Grossi secara khusus menekankan pentingnya peran energi nuklir sebagai salah satu sumber energi yang berkontribusi terhadap upaya global dalam mitigasi perubahan iklim.  Dalam hal ini, Grossi mengangkat semboyan “Nuclear as Part of the Solution, Not the Problem” yang akan disampaikan dalam pertemuan COP25 di Madrid minggu ini, sebagai pernyataan bahwa energi nuklir memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat global menurunkan emisi karbon secara signifikan sebagai bagian dari upaya bersama dalam mitigasi perubahan iklim. (Humas)