Slide item 2

Pertemuan Tingkat Menteri ke-13 FNCA (13th Ministerial Level Meeting) diselenggarakan di Hotel LeMeredien Jakarta, Indonesia pada tanggal 24 November 2012

Slide item 4

BATAN telah mendapatkan puluhan hak PATEN sebagai pengakuan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI) dalam berbagai karya dan inovasi para penelitinya

Slide item 5

Dirjen IAEA, Yukiya Amano mengunjungi fasilitas laboratorium Non Destructive Investigation (NDI) PAIR - BATAN

Slide item 5

Penyimpangan? Awasi, Amati, Laporkan

Jangan tunda, Lapor jika anda mengetahui Korupsi, Gratifikasi, Fraud dan Pelanggaran Kode Etik. Laporkan ke inspektorat@batan.go.id

Slide item 6

Dengan kerja nyata, bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa maju, menjadi bangsa yang berdaulat, mandiri dan berbudaya

(Tangerang Selatan, 13/12/2019) Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Ka BRIN) Bambang Brodjonegoro mengunjungi fasilitas Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) di Kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) di Serpong, Tangerang Selatan (13/12).

Fasilitas yang dikunjungi Menteri Bambang terdiri dari Iradiator Gamma Merah Putih (IGMP), Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR), Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR), dan Pusat Reaktor Serba Guna (PRSG).

Sesuai dengan Rencana Strategis 2020 - 2024 BATAN akan melaksanakan penugasan dari Pemerintah RI sebagai koordinator dalam 3 bidang Prioritas Riset Nasional (PRN), yaitu bidang energi khususnya (i) Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), (ii) Bidang pembangunan sistem pemantau radiasi lingkungan, serta (iii) Bidang radioisotop dan radiofarmaka.

Sehingga dalam kesempatan kunker ini Menristek/Kepala BRIN mengungkapkan apresiasi yang mendalam atas keberhasilan BATAN, dan menyatakan akan ada banyak layanan terkait aplikasi teknologi nuklir untuk maksud damai di BATAN, yang perlu disosialisasikan kepada masyarakat, termasuk layanan dari iradiator yang dapat menembakkan radiasi terkontrol yang tidak meninggalkan sisa radiasi berbahaya. Teknologi Iradiasi dapat diterapkan pada proses sterilisasi makanan,  maupun produk organik lainnya, yang mudah membusuk jika tidak dilakukan teknologi pengawetan. Teknologi iradiasi ini dapat menggantikan teknologi pengawetan makanan yang menggunakan bahan kimia biasa.

"Fasilitas iradiator yang seperti ini di Indonesia hanya ada dua, dimana salah satunya di sini dan lainnya milik perusahaan milik asing (PMA). Perlu digiatkan untuk mensosialisasikan teknologi iradiasi ini pada pelaku bisnis, karena dibandingkan harus melakukan radiasi ke luar negeri tentunya mereka akan memilih yang prosesnya lebih cepat dan dekat karena biaya juga lebih murah. Perlu dicek pelabuhan mana saja yang memiliki potensi komoditas yang perlu diiradiasi bukan hanya dilihat dari  volume kebutuhannya saja, tetapi juga variannya," ujar Menristek/Ka BRIN.

Fasilitas Iradiator Gamma Merah Putih (IGMP) didirikan untuk mendukung  pelaku usaha untuk mempermudah proses sterilisasi   suatu komoditas  dan atau produk  agar produk terkait dapat  mempertahankan kualitas dan performa-nya, serta meningkatkan keamanan, mutu dan daya simpan ,  tanpa meninggalkan residu bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan.

Menristek/Ka BRIN mengungkapkan pentingnya  dilakukan sosialisasi secara kontinyu terhadap masyarakat,  khususnya kalangan pengusaha  mikro, kecil, dan menengah (UMKM), rumah sakit dan industri untuk dapat memanfaatkan berbagai aplikasi  teknologi nuklir untuk.maksud damai, yang selama ini merupakan pencapaian dari BATAN.

BATAN telah lama menguasai penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan (litbangjirap)  teknologi tenaga nuklir untuk maksud damai (peaceful uses of nuclear technology) di  Indonesia.

BATAN juga menjadi anggota  Badan Tenaga Atom Internasional seperti IAEA (International Atomic Energy Agency) dan FNCA (Forum for Nuclear Cooperation in Asia), karena telah mampu menghasilkan produk - produk inovasi  teknologi nuklir untuk maksud damai, yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Salah satu produk inovasi teknologi BATAN dalam bidang kesehatan, adalah produk - produk yang telah dihasilkan oleh Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) yang dapat digunakan untuk kebutuhan diagnosis dan penyembuhan beberapa penyakit, terutama penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, kanker dan gagal ginjal.

Dalam inovasi terbarunya, PTRR BATAN bekerjasama dengan PT Kimia Farma menghasilkan produk Endoneuroscan KaeF Terapi yang menjadi pengobatan untuk kanker neuroblastoma.

Inovasi teknologi nuklir lainnya juga dihasilkan dari Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy (RSG - GAS). Reaktor ini adalah reaktor riset tipe kolam dengan bahan bakar uranium silisida. RSG - GAS dikelola dan dioperasikan oleh Pusat Reaktor Serba Guna (PRSG) BATAN, yang memiliki tugas untuk memberikan layanan teknologi yang berhubungan dengan jasa teknologi iradiasi neutron, jasa teknologi iradiasi batu topaz, dan teknologi  penyediaan air bebas mineral kepada pelanggan.

Selain itu, BATAN juga menangani pengamanan zat radioaktif di Indonesia. Berbagai teknologi penggunaan zat radioaktif, telah  digunakan lebih dari 300 perusahaan, industri, institusi maupun rumah sakit di Indonesia. Tentu saja setelah pemakaian, limbah radioaktif perlu dikelola dengan baik. Dalam hal ini pengamanan dan pengolahan limbah dilaksanakan oleh Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) BATAN.

Adapun kunjungan Menteri Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro ini merupakan kunjungan yang pertama sehingga seluruh pegawai BATAN antusias menyampaikan seluruh kegiatan litbangjirap dan menerangkan  fasilitas-fasilitas  yang dimiliki. (Ristek/BRIN)