Raker

Rapat Kerja BATAN merupakan agenda tahunan yang sangat penting.

Raker 2017

Rapat Kerja Merupakan Agenda Tahunan yang Sangat Penting

Slide item 3

Biro Perencanaan melakukan kegiatan Sosialisasi Laporan Kinerja Sestama/Deputi guna menghasilkan Lakin yang Berkualitas

(Serpong, 10/9/2019). Pembangunan prototipe Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) skala komersial  menjadi salah satu Prioritas Riset Nasional (PRN) dari pemerintah yang akan dilaksanakan oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). “BATAN berupaya agar kegiatan tersebut masuk dalam RPJMN 2020-2024 sehingga bersifat penugasan yang harus dilaksanakan sebagai suatu amanah,” demikian disampaikan oleh Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir (TEN) BATAN, Suryantoro saat membuka Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Grand Zuri, BSD, Tangerang Selatan, Selasa, (10/9).

FGD yang diselenggarakan oleh BATAN bersama Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia (HIMNI) ini bertujuan untuk menjaring masukan dan pengalaman dari para pakar di bidang ketenaganukliran sebagai bahan masukan agar pelaksanaan PRN tersebut benar-benar bisa tercapai. “HIMNI bisa mendukung, mendorong, agar PRN prototipe PLTN skala komersial ini berhasil dan dapat menjadi awal terwujudnya PLTN di Indonesia,” ujar Suryantoro.

Serpong (22/8/2019). Dalam rangka mendukung pelaksanaan Prioritas Riset Nasional (PRN) 2020-2024 yang merupakan penjabaran lima tahunan tahap kedua atas penerapan Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2017-2045, BATAN selaku koordinator yang ditunjuk atas dua rancangan topik PRN, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Skala Industri dan Sistem Pemantauan Radiasi Lingkungan (SPRL), mengadakan Focus Group Discussion (FGD) terkait topik tersebut. FGD yang dilaksanakan di PPIKSN-Kawasan Nuklir Serpong tersebut diinisiasi oleh BP bersama dengan PKSEN dan PRFN selaku Satuan Kerja yang ditunjuk menjadi koordinator di BATAN. Pelaksanaan FGD ini diharapkan mampu membangun kesamaan pandangan antar stakeholders yang terlibat dalam kegiatan pada kedua topik tersebut. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari Bappenas dan Kemenristekditi selaku institusi koordinator dan pembina pelaksanaan agenda Prioritas Riset Nasional 2020-2024, serta beberapa stakeholders terkait yang terlibat dalam rencana pelaksanaan kedua topik PRN, yaitu BPPT, Bapeten, BMKG, PT. PLN (Persero), PT. Indonesia Power dan PT. LEN Industri (Persero). Selain peserta yang berasal dari eksternal, kegiatan ini juga dihadiri oleh Satuan Kerja internal BATAN yang terlibat dalam pelaksanaan kedua topik PRN tersebut, antara lain PTBBN, PTKMR, PTKRN, PTBGN, PTLR, PSMN, BHHK, PRSG, PRFN, PPIKSN, Pusdiklat, PKSEN dan PDK.

(Jakarta 20/08/2019). Menurunnya APBN rupiah murni pada DIPA 2020, tidak boleh menghalangi pencapaian output penelitian BATAN. Oleh karena itu Biro Perncanaan menjajaki potensi pendanaan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan teknologi nuklir. Bertempat di Auditorium gedung 71 Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir Kawasan Nuklir Serpong pada hari Selasa 20 Agustus 2019, telah diselenggarakan acara “Insentif Riset Outlook 2020”. Acara ini dihadiri oleh 90 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) BATAN yang terdiri dari peneliti penerima dana insentif Kemenristekdikti tahun 2019, Kepala Bagian Tata Usaha dan Kepala Unit Kerja teknis.

(Bogor, 19/02/2019) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), selama periode 2015 -2018, BATAN telah banyak menghasilkan produk Litbangyasa yang mampu menjawab berbagai permasalahan di masyarakat. Namun demikian tantangan yang dihadapi BATAN masih banyak terutama membuat inovasi pemanfaatan teknologi nuklir untuk mencari solusi permasalahan di masyarakat.

Hal tersebut dikatakan Plt. Kepala BATAN, Falconi Margono pada saat membuka Rapat Kerja 2019, di Bogor, Senin (18/02). Raker yang digelar mulai tanggal 18 s.d. 19 Februari 2019 dijadikan sarana untuk mengevaluasi kegiatan 2018 dan menyiapkan strategis  untuk menyusun Rencana Strategis periode 2020 -2024. 

Sosialisasi Lakin 2019

(Jakarta, 24 Januari 2019) Laporan Kinerja (LAKIN) merupakan bentuk pertanggungjawaban pencapaian target kinerja dalam mewujudkan visi misi, serta bentuk akuntabilitas pelaksanaan tugas dan fungsi instansi pemerintah dalam penggunaan sumber daya. Kewajiban pelaporan LAKIN diatur dalam Peraturan Menteri PAN & RB No. 53 Tahun 2014 dan di BATAN telah diterbitkan pedoman penyusunan perjanjian kinerja dan pelaporan kinerja  dalam Peraturan Kepala BATAN No 2 Tahun 2016. Berkenaan dengan kewajiban tersebut BATAN telah membentuk Tim Penyusun LAKIN BATAN serta Unit Kerja Eselon I,  yang dipimpin oleh para Eselon 1. Diharapkan tim dapat menyusun LAKIN dengan baik dan dapat disampaikan tepat waktu.