Raker

Rapat Kerja BATAN merupakan agenda tahunan yang sangat penting.

Raker 2017

Rapat Kerja Merupakan Agenda Tahunan yang Sangat Penting

Slide item 3

Biro Perencanaan melakukan kegiatan Sosialisasi Laporan Kinerja Sestama/Deputi guna menghasilkan Lakin yang Berkualitas

Serpong (22/8/2019). Dalam rangka mendukung pelaksanaan Prioritas Riset Nasional (PRN) 2020-2024 yang merupakan penjabaran lima tahunan tahap kedua atas penerapan Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2017-2045, BATAN selaku koordinator yang ditunjuk atas dua rancangan topik PRN, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Skala Industri dan Sistem Pemantauan Radiasi Lingkungan (SPRL), mengadakan Focus Group Discussion (FGD) terkait topik tersebut. FGD yang dilaksanakan di PPIKSN-Kawasan Nuklir Serpong tersebut diinisiasi oleh BP bersama dengan PKSEN dan PRFN selaku Satuan Kerja yang ditunjuk menjadi koordinator di BATAN. Pelaksanaan FGD ini diharapkan mampu membangun kesamaan pandangan antar stakeholders yang terlibat dalam kegiatan pada kedua topik tersebut. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari Bappenas dan Kemenristekditi selaku institusi koordinator dan pembina pelaksanaan agenda Prioritas Riset Nasional 2020-2024, serta beberapa stakeholders terkait yang terlibat dalam rencana pelaksanaan kedua topik PRN, yaitu BPPT, Bapeten, BMKG, PT. PLN (Persero), PT. Indonesia Power dan PT. LEN Industri (Persero). Selain peserta yang berasal dari eksternal, kegiatan ini juga dihadiri oleh Satuan Kerja internal BATAN yang terlibat dalam pelaksanaan kedua topik PRN tersebut, antara lain PTBBN, PTKMR, PTKRN, PTBGN, PTLR, PSMN, BHHK, PRSG, PRFN, PPIKSN, Pusdiklat, PKSEN dan PDK.

Acara yang dimoderatori oleh Kepala BP, Ferly Hermana, ini diawali dengan paparan terkait rencana pembangunan PLTN Skala Industri di Kalimantan Barat oleh Deputi Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir, Suryantoro. Acara dilanjutkan dengan mendengarkan pandangan dari seluruh peserta FGD. PT. PLN (Persero) yang diwakili oleh direktur perencanaan dan sistem mengutarakan bahwa secara prinsip PT. PLN (Persero) mendukung program pemerintah, termasuk penugasan dalam mendukung program pembangunan prototipe PLTN Skala Industri ini. Hal senada juga diutarakan oleh perwakilan dari PT. Indonesia Power, sebagai anak usaha dari PT. PLN (Persero), maka PT. Indonesia Power akan siap dalam mendukung program PRN ini, terlebih beberapa waktu yang lalu juga telah dilakukan penandatanganan kerjasama antara Dirut. PT. Indonesia Power dengan Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan.

Pandangan yang diberikan oleh Bappenas memiliki catatan terkait konsep riset yang perlu dikedepankan dalam pelaksanaan topik-topik PRN. Mengingat PLTN ini adalah program strategis, maka perlu adanya rencana terkait sisi riset atas pengembangan teknologi yang sebisa mungkin beriringan dengan rencana pengembangan ke arah bisnis. BPPT dan BMKG secara prinsip mendukung pelaksanaan pembangunan PLTN Skala Industri melalui agenda PRN, utamanya pada lingkup kegiatan non nuklir, serta masih dalam koridor tugas dan fungsi Lembaga masing-masing. Dalam forum ini juga dilakukan pembahasan mengenai rencana kegiatan kedepan, berikut dengan peluang pembiayaan yang memungkinkan.

Dalam pembahasan terkait topik SPRL, secara umum stakeholders ekstenal maupun internal BATAN telah mendukung secara penuh, mengingat perangkat dan sistem SPRL ini telah menjadi kebutuhan yang mendesak dalam melindungi perbatasan negara dari kemungkinan terjadinya penyalahgunaan zat radioaktif. Namun demikian, beberapa sarana dan prasarana pendukung terwujudnya produk dan sistem SPRL ini perlu mendapat perhatian, seperti ketersediaan regulasi yang memadai, infrastruktur pendukung IoT (Internet of Thing), serta skema bisnis yang berpihak pada industri nasional.