Raker

Rapat Kerja BATAN merupakan agenda tahunan yang sangat penting.

Raker 2017

Rapat Kerja Merupakan Agenda Tahunan yang Sangat Penting

Slide item 3

Biro Perencanaan melakukan kegiatan Sosialisasi Laporan Kinerja Sestama/Deputi guna menghasilkan Lakin yang Berkualitas

(Serpong, 22/01/2020). Memasuki tahun anggaran 2020, Biro Perencanaan (BP) melaksanakan koordinasi awal (kick off meeting) 3 agenda Prioritas Riset Nasional (PRN) yang meliputi Pembangunan Prototipe PLTN skala komersial, Sistem Pemantauan Radioaktif untuk Keselamatan dan Keamanan (SPRKK), dan Radioisotop-Radiofarmaka (RI-RF). Bertempat di Ruang Rapat Gamma Lantai II gedung 71 Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir Kawasan Nuklir Serpong,  FGD Pelaksanaan PRN 2020 diselenggarakan pada hari Rabu 22 Januari 2020. Acara FGD dihadiri oleh 50 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) BATAN yang terdiri dari 3 Pimpinan Tinggi Madya, 15 Pimpinan Tinggi Pratama, dan staf teknis terkait PRN.

Acara “FGD Pelaksanaan PRN 2020” dibuka oleh Kepala Biro Perencanaan Bapak Ir. Ferly Hermana, MM dan dilanjutkan dengan arahan dari Pimpinan Tinggi Madya (Deputi TEN dan Deputi PTN). Dalam arahannya, Deputi TEN menjelaskan pentingnya FGD agar pelaksanaan 3 PRN dimana BATAN sebagai koordinator dapat berjalan baik. Bentuk komitmen dukungan unit kerja yang terlibat dalam pelaksanaan PRN BATAN nantinya akan dituangkan dalam Surat Keputusan Kepala BATAN. Belajar dari pengalaman Pra Project PLTN Muria, PLTN Bangka dan Reaktor Daya Eksperimental (RDE), pelaksanaan PRN PLTN ini diharapkan dapat berjalan lebih baik sebagaimana keterlibatan Bappenas sejak awal pembahasannya. Arahan Deputi PTN menyebutkan bahwa potensi pendanaan PRN tidak hanya sebatas dari APBN, namun juga dengan memanfaatkan penawaran insentif dari Kemenristek/BRIN maupun pendanaan insentif lainnya.

Setelah arahan dari 2 PTM BATAN, acara dilanjutkan dengan presentasi dari koordinator PRN PLTN (Dr. Suparman – Kepala PKSEN). Inti dari diskusi PRN PLTN adalah peran BATAN hanya sebatas Pra Project dan tidak sampai EPC, karena akan dilakukan oleh stakeholder lain (PT. Indonesia Power). Oleh karena itu sejak awal merumuskan program, BATAN telah menggandeng PT. Indonesia Power sehingga opsi PLTN dapat masuk dalam skema RUPTL PLN. PRN PLTN memiliki 7 Work Breakdown System (WBS) dan didukung oleh 14 Unit Kerja. Struktur dalam PRN PLTN meliputi Kepala Program (Ka. BATAN), Manajer Program (Deputi TEN), dan Chief Engineer (Ka. PSEN). Total anggaran untuk PRN PLTN tahun 2020 adalah sebesar 44 Milyar yang diperuntukkan melaksanakan Studi Tapak dan Studi Kelayakan, Teknologi, Keamanan Instalasi, SDM, Diseminasi, Kelembagaan, dan PMO.

 

Presentasi berikutnya adalah terkait PRN SPRKK dengan koordinator Ka. PRFN (Ir. Kristedjo Kurnianto, M.Sc). PRN SPRKK masuk dalam fokus riset Hankam dan didukung oleh berbagai Kementerian/Lembaga seperti Kementerian Pertahanan, Bapeten, BMKG, dan PT. Len Industri. Sedangkan di internal BATAN, PRN SPRKK didukung oleh 6 WBS dengan total anggaran 11 Milyar. Anggaran tersebut digunakan untuk memperoleh standardisasi, sertifikasi, kalibrasi, litbang perangkat pengukur radiasi laik industri, kajian teknoekonomi, peraturan dan kebijakan pendukung, Teknologi pengukuran dan validasi data lingkungan.

Presentasi terakhir adalah terkait PRN RI-RF dengan koordinator Ka. PTRR (Dr. Rohadi Awaludin) PRN RI-RF didukung oleh 5 WBS dengan total anggaran 6,68 Milyar. Anggaran tersebut dipergunakan untuk melakukan sintesis, preparasi dan karakterisasi, peningkatan kapasitas dan validasi, uji klinis Radioisotop-Radiofarmaka.