Tata Naskah BATAN

Salah satu misi BSDMO adalah melaksanakan pengelolaan dan penyajian data dan informasi SDM BATAN secara cepat, tepat, akurat dan pemanfaatannya secara optimal

Penerimaan CPNS 2019

Penerimaan CPNS 2019

BATAN berhasil mendapatkan CPNS sebanyak 173 pegawai pada tahun 2019

Team Building Tahun 2019

Team Building Tahun 2019

BSDMO BATAN melaksanakan Team Building sebagai salah satu cara untuk memperat kerjasama dan kebersamaan dalam organisasi

(Jakarta, 20/11/2019). Majelis Pengukuhan Profesor Riset Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mengukuhkan 3 profesor riset di Auditorium Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) - BATAN, Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta Selatan, Rabu (20/11). Ketiga profesor riset tersebut adalah Prof. Dr. Dani Gustaman Syarif, M.Eng sebagai profesor riset di bidang material keramik, Prof. Dr. Ir. Budi Setiawan, M.Eng sebagai profesor riset di bidang kimia fisika, dan Prof. Dr. Henyi Suseno, S.Si., M.Si. sebagai profesor riset di bidang kimia radiasi yang merupakan profesor riset ke-53, 54 dan 55 di BATAN sampai saat ini.

Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan harapannya kepada ketiga profesor riset yang baru dikukuhkan. “Kepada Saudara Profesor Riset saya memberikan apresiasi karena telah konsisten meniti karir, memberikan hasil karya penelitiannya hingga mencapai puncak karir sebagai peneliti,” ucapnya. “Harapan saya, Saudara bertiga tetap akan terus berkarya dengan memberikan hasil-hasil penelitian yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat,” lanjutnya.

Terkait hasil penelitian Dani Gustaman Syarif yang disampaikan dalam orasinya tentang Aplikasi Nanofluida di Bidang Nuklir, Kepala BATAN mengatakan bahwa hal ini sangat penting, karena telah berhasil mengembangkan nanofluida pemindah panas yang bisa digunakan sebagai kandidat fluida pendingin reaktor nuklir yang menjanjikan dimasa datang. “Saya katakan menjanjikan karena berpotensi sebagai pengganti fluida konvensional seperti air maupun air berat,” kata Anhar.

“Untuk kedepannya, saya mengharapkan hasil penelitian saudara terkait nanopartikel atau nanofluida ini dapat dikembangkan untuk diterapkan di bidang  lain seperti bidang kesehatan atau farmasi sehingga dapat berdampak lebih luas lagi bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Anhar.

Selanjutnya terkait orasi Budi Setiawan tentang Pemanfaatan Bahan Alam Indonesia untuk Peningkatan Keselamatan Fasilitas Disposal Limbah Radioaktif, menurut Anhar sangat relevan, karena berbicara energi nuklir dan bahan radioaktif tidak bisa kita lupakan masalah limbah. “Meski masih akan diperlukan untuk jangka panjang, pemikiran untuk disposal, penyimpanan akhir  limbah radioaktif, penting untuk difikirkan,” ujarnya.

Sementara itu hasil penelitian yang disampaikan dalam orasi Heny Suseno tentang Radioekologi Kelautan: Potensi Sebaran Zat Radioaktif dan Bioakumulasi di Perairan Laut Indonesia, menurut Kepala BATAN juga bermanfaat sebagai base line kondisi kandungan bahan radioaktif perairan laut Indonesia.

Anhar mengatakan bahwa acara pengukuhan profesor riset ini, juga merupakan bagian dari upaya BATAN dalam memacu pengembangan SDM di bidang penelitian, pengembangan, pengkajian serta penerapan sains dan teknologi nuklir. “Kita harapkan bersama bahwa acara ini akan memberikan dampak positif dan dapat memotivasi para peneliti BATAN lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi di bidangnya masing-masing,” ujarnya.

Diakhir sambutannya Anhar berharap agar ketiga profesor riset dapat lebih berperan menjadi pembina dan motivator bagi para peneliti yang lebih muda, baik dalam kepakaran, maupun dalam pengembangan jati diri, integritas serta profesionalisme mereka. “Dapat menjadi pengungkit daya inovasi Peneliti BATAN, termasuk dalam berinovasi dalam mengelola sumber daya untuk penelitian,” katanya. “Tidak berfikir bussines as usual saja. Tapi lebih imajinatif, kreatif dan inovatif,” pungkasnya.

Pengukuhan profesor riset yang dilakukan BATAN kali ini merupakan pengukuhan profesor riset yang sangat spesial bagi BATAN karena merupakan pengukuhan professor riset  pertama yang dilakukan oleh BATAN secara mandiri, dimana sebelum ini pelaksanaan pengukuhan profesor riset di BATAN dilakukan dan dikoordinir langsung oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Dani Gustaman Syarif mengawali karirnya di BATAN pada tahun 1984 yang saat ini bekerja di Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan (PSTNT) BATAN Bandung dan telah menghasilkan 151 publikasi ilmiah baik yang ditulis sendiri maupun dengan penulis lain. Sedangkan Budi Setiawan mengawali karirnya sebagai Ajun Peneliti Utama pada tahun 1996 yang saat ini bekerja di Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) BATAN dan telah menghasilkan 93 Karya Tulis Ilmiah baik yang ditulis sendiri maupun dengan orang lain. Sementara Heny Suseno mengawali karir jabatan fungsional peneliti sebagai Peneliti Ahli Muda pada tahun 1997 yang saat ini bekerja di Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR) BATAN telah menghasilkan 59 karya tulis ilmiah baik yang ditulis sendiri maupun bersama penulis lainnya.(my)