Tata Naskah BATAN

Salah satu misi BSDMO adalah melaksanakan pengelolaan dan penyajian data dan informasi SDM BATAN secara cepat, tepat, akurat dan pemanfaatannya secara optimal

Penerimaan CPNS 2019

Penerimaan CPNS 2019

BATAN berhasil mendapatkan CPNS sebanyak 173 pegawai pada tahun 2019

Team Building Tahun 2019

Team Building Tahun 2019

BSDMO BATAN melaksanakan Team Building sebagai salah satu cara untuk memperat kerjasama dan kebersamaan dalam organisasi

(Jakarta, 03/02/2020). Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) saat ini tengah melaksanakan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran 2019. Setelah melalui seleksi administrasi, para pelamar akan mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Pelamar yang dinyatakan diterima sebagai CPNS BATAN nantinya diharapkan tidak hanya mampu bekerja secara individu, namun mampu berkolaborasi.

“Untuk itulah, diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak hanya cerdas secara intelektual, namun juga cerdas secara emosional, dan sosial,” ungkap Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi BATAN, Sudi Ariyanto, saat ditemui di sela-sela pelaksanaan SKD CPNS BATAN, di Kantor Regional V, Badan Kepegawaian Negara, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (03/02).

Pada tahapan CPNS ini, lanjut Sudi, kriteria kecerdasan intelektual, emosional, dan sosial sangat penting, agar diharapkan CPNS dapat mengembangkan kemampuan dirinya serta berkontribusi untuk kemajuan iptek nuklir.

“Harapan kami bukan hanya pintar, tapi punya keseimbangan dengan kecerdasan emosional dan sosial sehingga bekerja bukan hanya individu, tapi mampu berkolaborasi dengan rekan kerja,” sambungnya.

Baca juga: Peserta CPNS BATAN Ikuti Seleksi Kompetensi Dasar

Sejalan dengan program Pemerintah untuk membangun SDM Unggul, Sudi menuturkan, CPNS yang diterima akan dibekali dengan setidaknya 3 program pengembangan kompetensi dalam kurun waktu 3 tahun sejak diterima menjadi CPNS. Pertama, pelatihan yang wajib berdasarkan persyaratan, misalnya pelatihan dasar, orientasi pegawai baru, Human Reliability Program (program keandalan manusia), dan proteksi radiasi.

Kedua, pelatihan untuk siap kerja di wilayah radiasi, seperti sistem manajemen BATAN, pelatihan budaya keselamatan dan budaya keamanan. Ketiga, pengembangan soft skill untuk mengasah kemampuan komunikasi, kolaborasi, integritas, dan kreatifitas. Misalnya, pelatihan terkait manajemen perubahan, pelayanan prima, pluralitas, dan ESQ.  

“Program ini telah ada sejak CPNS tahun sebelumnya. Kami menyiapkan mereka bekerja dengan baik, berkontribusi untuk pengembangan dirinya, dan bersama-sama mencapai target BATAN,” terang Sudi.

Menyikapi adanya perbedaan pengetahuan dan usia yang cukup jauh antara pegawai senior dan junior, Sudi mengatakan, bahwa dibutuhkan program pelatihan yang tidak hanya bersifat di dalam kelas, tetapi juga non kelas.

Saat ini, lanjut Sudi, tengah digiatkan program Nuclear Knowledge Management, diantaranya melalui kegiatan coaching, mentoring, dan developmental assignment.

Program coaching dan mentoring dilakukan agar pegawai senior dapat mentransfer pengetahuan yang dimiliki kepada pegawai junior. Sedangkan program developmental assignment merupakan penugasan khusus yang dirancang ke sekolompok pegawai yang terdiri dari pegawai senior, junior, maupun diantara keduanya, untuk saling belajar dan berbagi pengetahuan.

“Pegawai senior bisa mentransfer pengetahuan mereka, pegawai junior juga bisa berbagi pengetahuan misalnya terkait komputasi atau IT yang memang pegawai junior lebih cepat beradaptasi. Jadi memang disiapkan SDM yang kuat dalam kolaborasi,” tuturnya (tnt).