Tata Naskah BATAN

Salah satu misi BSDMO adalah melaksanakan pengelolaan dan penyajian data dan informasi SDM BATAN secara cepat, tepat, akurat dan pemanfaatannya secara optimal

Penerimaan CPNS 2019

Penerimaan CPNS 2019

BATAN berhasil mendapatkan CPNS sebanyak 173 pegawai pada tahun 2019

Team Building Tahun 2019

Team Building Tahun 2019

BSDMO BATAN melaksanakan Team Building sebagai salah satu cara untuk memperat kerjasama dan kebersamaan dalam organisasi

(Jakarta, 17/03/2020) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) sejak Senin (16/03) menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) hingga 31 Maret 2020 mendatang. Kebijakan ini dituangkan dalam Surat Edaran Sekretaris Utama Nomor 4 Tahun 2020 tentang penyesuaian sistem kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam upaya pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di lingkungan BATAN.

Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan mengatakan, kebijakan ini dikeluarkan sebagai tindak lanjut dari arahan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) terkait dengan pencegahan penyebaran COVID-19. “Pada hakikatnya arahan Menpan RB tersebut adalah untuk mencegah kemungkinan penyebaran virus corona. Oleh karena itu, dimungkinkan menugaskan pegawai untuk bekerja di rumah,” kata Anhar.

Anhar menekankan, pengaturan kerja ini tidak boleh mengganggu tugas kepemerintahan dan layanan terhadap masyarakat. Karena itulah, beberapa pegawai tetap harus bekerja di kantor untuk menjamin pelaksanaan tugas kepemerintahan dan layanan kepada masyarakat berjalan dengan baik dan target kinerja tetap terpenuhi.

Sebagaimana tertuang dalam surat edaran tersebut, pejabat pimpinan tinggi utama, pimpinan tinggi madya, dan pimpinan tinggi pratama tetap melaksanakan pekerjaannya di kantor seperti biasa kecuali terdapat indikasi mengalami masalah kesehatan atau hal lainnya. Pejabat pimpinan tinggi pratama yang akan mengatur pelaksanaan kehadiran di kantor para pejabat administrasi dan fungsional di lingkungannya dengan berbagai pertimbangan.

Ia menegaskan, WFH merupakan kegiatan melaksanakan tugas kedinasan, menyelesaikan output, koordinasi, dan tugas lainnya di tempat tinggal pegawai. Bagi pegawai yang mendapatkan tugas WFH, hendaknya melaksanakan tugas sesuai dengan jam kerja yang berlaku di BATAN.

Bagi pegawai yang mendapatkan penugasan WFH, harus berada di tempat tinggal dan melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan rencana kerja yang disepakati dengan atasan langsung. Setelah menyelesaikan pekerjaannya, pegawai harus melaporkan hasil pekerjaannya setiap hari melalui sistem aplikasi yang ditentukan.

Dengan menerapkan WFH ini, Anhar berharap dapat mencegah penyebaran virus corona di masyarakat. “Kita berharap dapat membantu upaya pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona di tengah masyarakat, memberikan kesempatan kepada pegawai untuk ikut menjaga keluarga dari kemungkinan terdampak virus corona dan pada saat yang sama tetap dapat melakukan tugasnya dengan baik sehingga tidak mengurangi kinerja organisasi secara keseluruhan,” harapnya. (Pur)