HUT RI tahun 2020
Corona-19
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
korupsi
kedelai
Radiofarmaka
Anti Narkoba 1
Anti Narkoba 2

(Jakarta, 26/10/2020) Tuntutan melaksanakan reformasi birokrasi di setiap badan publik dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih menjadi sebuah kewajiban. Tata kelola kearsipan yang baik merupakan salah satu upaya mewujudkan pelaksanaan reformasi birokrasi di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).

Hal ini disampaikan Kepala Biro Umum, Widiyanta pada laporan penyelenggaraan webinar kearsipan yang mengusung tema Tertib Arsip dalam Mendukung Akuntabilitas dan Reformasi Birokrasi di BATAN, Senin (26/10). Melalui kegiatan webinar kearsipan ini, mendorong BATAN untuk terus melaksanakan gerakan nasional sadar arsip.

“Gerakan nasional sadar arsip di BATAN bertujuan untuk penyelamatan, pelestarian, dan tertib dalam penyelenggaraan kearsipan BATAN untuk akuntabilitas kinerja dan reformasi birokrasi,” ujar Widiyanta.

Upaya mewujudkan sadar arsip di BATAN dilakukan melalui gerakan 6T yakni tertib dalam melaksanakan kebijakan kearsipan, tertib dalam pembentukan organisasi kearsipan yang efisien dan efektif, tertib dalam pengelolaan SDM kearsipan, tertib pengelolaan sarana dan prasarana, tertib dalam pengelolaan kearsipan yang komprehensif dan terpadu, dan tertib dalam penyediaan anggaran kearsipan.

(Jakarta, 15/10/2020) Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Anhar Riza Antariksawan menerima kunjungan Duta Besar Polandia melalui daring, Kamis (15/10). Duta Besar Polandia, Beata Stoczyńska dalam kunjungan via daring bermaksud ingin mengetahui perkembangan teknologi nuklir di Indonesia khususnya di bidang energi dan menjajaki peluang kerja sama antara Polandia dan BATAN di bidang pengembangan teknologi nuklir.

Mengawali diskusinya, Anhar menjelaskan kepada Beata tentang kegiatan raung lingkup kegiatan BATAN. “Sebagai lembaga pemerintah yang mempunyai tugas melakukan penelitian, pengembangan, dan pendayagunaan iptek nuklir, BATAN mempunyai kegiatan di bidang pertanian, kesehatan, industri, dan lingkungan,” ujar Anhar.

Dijelaskan Anhar, terdapat 5 kawasan nuklir di Indonesia yakni di Kantor Pusat, Pasar Jumat, Serpong, Bandung, dan Yogyakarta. Selain itu, BATAN mengelola 3 reaktor riset yakni di Reaktor Kartini, Yogyakarta yang difungsikan sebagai sarana pelatihan, Triga 2000 di Bandung yang berfungsi memproduksi radioisotop dan memberikan layanan dengan metode analisis aktivasi neutron, serta Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy di Serpong yang berkapasitas 30MW.

“Selain reaktor dan beberapa laboratorium, BATAN juga memiliki fasilitas iradiator yang diberi nama Iradiator Gama Merah Putih (IGMP) yang diresmikan pada akhri 2017 oleh Wakil Presiden, Yusuf Kalla. IGMP ini dapat difungsikan sebagai fasilitas pengawetan bahan makan, obat herbal, dan sterilisasi alat kedokteran,” jelas Anhar.

(Jakarta, 30/09/2020), “Strategi melakukan pencadangan arsip kedalam bentuk digital adalah upaya batan untuk mengabadikan arsip, walaupun penyimpanan arsip dalam bentuk digital juga memiliki tantangan peretasan namun hal ini dapat membantu kita untuk mengurangi kelebihan kapasitas di gedung penyimpanan arsip,” ujar Anhar Riza Antariksawan, Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), ketika memberikan sambutan pada pembukaan Webinar Kearsipan BATAN yang diselenggarakan oleh Biro Umum BATAN.

(Jakarta, 24/09/2020) Indonesia dan Badan Tenaga Atom Internasional/International Atomic Energy Agency (IAEA) menandatangani dokumen Kerangka Program Negara/Country Program Framework (CPF)  periode tahun 2021-2025 di Markas Besar IAEA, Wina, Austria, Rabu (23/09). Penandatanganan ini dilakukan di sela-sela Sidang Umum/General Conference IAEA ke-64, dimana Wakil Tetap RI (Watapri) di Wina, Dubes Dr. Darmansjah Djumala bertindak sebagai Vice President Konferensi.

Penandatanganan ini dilakukan oleh Watapri, Dubes Dr. Darmansjah Djumalah dengan Deputi Direktur Jenderal IAEA Bidang Kerjasama Teknis, Dazhu Yang. Penandatanganan ini juga disaksikan secara virtual oleh Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Anhar Riza Antariksawan dan tim teknis BATAN.

Dr. Darmansjah Djumala dalam keterangan tertulisnya mengatakan, dokumen CPF merupakan dokumen rencana strategis jangka menengah yang akan dijadikan acuan dalam pelaksanaan kerjasama teknis (Technical Cooperation) pemanfaatan teknologi nuklir untuk tujuan damai. Dokumen CPF tahun 2021-205 ini mencakup 6 bidang kerjasama yakni keselamatan dan keamanan radiasi, pangan dan pertanian, kesehatan dan nutrisi, sumber daya air dan lingkungan, energi dan industri, serta pengembangan kapasitas.

(Serpong, 22/09/2020). Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melantik 210 orang pejabat fungsional, dimana 148 orang diantaranya adalah pejabat fungsional dari proses penyetaraan pejabat struktural  Eselon 3 (Administrator) dan Eselon 4 (Pengawas). Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan menyampaikan bahwa pelantikan kali ini merupakan momentum penting bagi BATAN dalam menjalankan program pemerintah untuk melakukan perampingan birokrasi.

“Ini adalah titik baru bagi organisasi BATAN, dimana kita telah menjalankan program pemerintah, yaitu penghilangan jabatan Administrator dan Pengawas, Eselon 3 dan Eselon 4,” kata Anhar dalam sambutan Upacara Pelantikan Jabatan Fungsional, yang dilaksnakan di Auditorium Gd. 71 Kawasan Nuklir Serpong, Tangerang Selatan dan diikuti pula secara daring melalui konferensi video Zoom, Selasa (22/09).

Menurut Anhar, saat ini BATAN memasuki tantangan baru yaitu bagaimana pengurangan jabatan struktural Eselon 3 dan Eselon 4 bisa tetap menjaga kinerja organisasi seperti sebelumnya. “Bahkan diharapkan justru akan menjadi lebih baik, karena rantai birokrasi akan lebih sederhana,” ucapnya. “Dan ini yang sebetulnya diinginkan dari program pemerintah ini,” lanjut Anhar.