Pengumuman Penerimaan CPSN 2019
sucofindo
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
peresmian gedung radiosiotop
korupsi
kedelai
Radiofarmaka

Biro Umum memiliki fasilitas kesehatan berupa ruangan klinik yang memilik ruang rawat dan konsultasi. Ruangan klinik juga memiliki beberapa alat kesehatan seperti alat USG, Dental Unit dan lain lain

Gedung Arsip BATAN dibangun pada tahun 2006 di atas tanah seluas 700 m dengan bangunan seluas kurang lebih 1200 meter, kegunaannya adalah untuk menyimpan arsip dinamis yang memiliki masa retensi inaktif dari unit pengolah dari Unit Kerja yang ada pada Kantor Pusat BATAN dan arsip-arsip yang nantinya berketerangan permanen akan diserahkan ke ANRI.

Gedung Arsip BATAN terdiri dari 2 lantai, lantai pertama terdapat ruang layanan, ruang pengelolaan arsip, ruang simpan arsip dan kamar mandi, sedangkan lantai kedua terdIri ruang simpan arsip. Ruang simpan arsip pada lantai pertama berisikan berkas-berkas fungsional dari Unit pengolah BSDMO, sedangkan ruang arsip di lantai 2 berisikan berkas-berkas kepegawaian, berkas penelitian dan arsip-arsip yang berketerangan permanen serta arsip-arsip in aktif lainnya dari Unit Kerja di Kantor Pusat BATAN.

Gedung Arsip BATAN mampu menampung sekitar 1,500 meter lari arsip, gedung ini dilengkapi AC split, alat pemadam kebakaran, Roll o Pack sebanyak 52 lemari, alat pengukur kelembaban udara (hidrometer) dimasing-masing lantainya, mesin pemotong serta mesin penghancur kertas.

(Jakarta, 26/09/2019). Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menggelar Seminar Kearsipan dengan tema “Penyelamatan Arsip Negara dan Penegakan Perundang-Undangan Kearsipan” yang diselenggarakan di kantor BATAN Kawasan Nuklir Pasar Jum’at, Jakarta. Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pegawai BATAN bahwa arsip mempunyai nilai informasi yang berguna dan strategis bagi negara dan masyarakat umum. Kesadaran ini perlu terus ditingkatkan agar pegawai BATAN dapat mengelola arsipnya dengan baik.

Deputi Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir (PTN) BATAN, Hendig Winarno, dalam sambutannya mengatakan bahwa sesuai dengan UU No. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan dinyatakan bahwa, arsip yang tercipta dari kegiatan lembaga negara dan kegiatan yang menggunakan sumber dana negara dinyatakan milik negara. “Karena milik negara, maka itu menjadi aset negara, harus dikelola dengan baik. Ada sanksi hukum, baik administrasi maupun pidana bagi yang lalai dalam mengelola arsip atau tidak mengelola arsipnya dengan baik, jadi hati-hati,“ kata Hendig.

       

(Jakarta,23/09/2019) Dalam rangka meningkatkan minat jabatan fungsional di Biro Umum dalam meneliti atau membuat karya tulis ilmiah, Biro Umum menggelar workshop Karya Tulis Ilmiah (KTI) pada hari Senin, 16 September 2019 di Kantor Pusat Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Kegiatan Workshop ini diikuti beberapa fungsional yang ada di Biro Umum, antara lain Pengadaan Barang/Jasa, Arsiparis, Pranata Nuklir, Dokter Umum dan Dokter Gigi yang berjumlah 40 orang.

Acara ini terselenggara atas kerja sama Biro Umum dengan Komisi Pembina Tenaga Fungsional (KPTF) sebagai pelaksana dengan narasumber Bambang Parjono Widodo Tarigan Arsiparis Utama ANRI. Acara ini diawali dengan pembukaan oleh Kepala Biro Umum Dendang Hermansyah. Dalam kesempatan ini Dendang menyampaikan beberapa tujuan workshop yaitu selain untuk mendapatkan angka kredit juga untuk semangat bagi pejabat fungsional di Biro Umum agar gemar menulis, mengingat KTI merupakan salah satu unsur penunjang dalam penilian jabatan fungsional.

(Austria, 18/09/2019) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) berpartisipasi dalam pameran yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan General Conference (GC) ke-63, International Atomic Energy Agency (IAEA) di Wina, Austria. Pameran yang rutin digelar sebagai side event dalam GC 63 ini bertujuan memberikan kesempatan kepada Negara Anggota untuk menunjukkan capaian perkembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir di negara masing-masing.

Berbagai produk dan program, serta kegiatan pengembangan dan pemanfaatan nuklir di Indonesia digelar pada pameran tersebut. Kali ini, BATAN sebagai wakil Indonesia memfokuskan tema pamerannya  pada program Nuclear Capacity Buliding (NuCAB).

Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama, Eko Madi Parmanto yang menjadi salah satu anggota delegasi dari Indonesia menjelaskan, program NuCaB merupakan program pelatihan dalam rangka meningkatkan kompetensi SDM nuklir. "Program NuCAB akan ditawarkan kepada Negara-negara di kawasan Asia Pasific dan Afrika dalam kerangka kerja sama selatan-selatan," kata Eko Madi melalui pesan tertulisnya.