HUT RI tahun 2020
Corona-19
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
korupsi
kedelai
Radiofarmaka
Anti Narkoba 1
Anti Narkoba 2

(Jakarta, 23/06/2020) Keberadaan payung hukum menjadi bagian penting dalam sebuah institusi atau lembaga pemerintah, tidak terkecuali Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Hal ini disampaikan Sekretaris Utama BATAN, Falconi Margono pada penyuluhan hukum secara online, Selasa (23/06).

Menurut Falconi, BATAN harus memperkuat instrumen hukum dalam menghadapi berbagai perkembangan yang terjadi saat ini. Terlebih lagi sejak bulan Agustus 2019 telah disahkan undang-undang nomor 11 tahun 2019 tentang sistem nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnas Iptek).

(Serpong, 04/06/2020) Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Anhar Riza Antariksawan kembali melantik empat pegawainya sebagai pejabat fungsional, di tengah pandemi covid-19, di Kawasan Nuklir Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (04/06).  Keempat pejabat fungsional yang dilantik terdiri dari dua orang pejabat fungsional peneliti, satu orang pejabat arsiparis dan satu orang pejabat pranata nuklir.  

(Jakarta, 12/05/2020) Paket perdana bantuan Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) berupa peralatan pendeteksi virus dengan teknik data seketika (real time) RT-PCR (Reverse Transcription–Polymerase Chain Reaction), telah tiba di Indonesia, Senin (11/05). RT-PCR digunakan untuk uji swab pada pasien yang diduga terinfeksi Covid-19 dan dapat memberikan hasil yang presisi untuk pencegahan penyebaran penyakit.

Atase Ilmu Pengetahuan Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) Wina, Dimas Irawan menjelaskan, bantuan peralatan RT-PCR beserta kelengkapannya ini dikirim secara bertahap menjadi enam paket pengiriman. Selama ini, IAEA memberikan bantuan pemanfaatan alat RT-PCR kepada negara anggotanya yang terjangkit wabah virus Ebola, Zika, MERS, dan sekarang digunakan untuk Covid-19.

“Hibah ini sendiri dalam bentuk peralatan RT-PCR yang kita banyak kenal untuk deteksi virus Corona (selain Ebola) yang selama ini digunakan IAEA membantu negara anggota yang terkena wabah Ebola, Zika, MERS dan sekarang Covid-19,” jelas Dimas.

(Jakarta, 10/05/2020) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mengikutsertakan empat inovasinya untuk mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Keiikutsertaan dalam kompetisi ini ditandai dengan mengirimkan berkas proposal secara online yang disaksikan oleh Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan melalui video conference, Sabtu (09/05).

KIPP sebagaimana dimuat di laman Kementerian PANRB merupakan langkah strategis untuk menjaring inovasi pelayanan publlik yang dilahirkan oleh instansi pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/D) sejak tahun 2014. Tema KIPP 2020 adalah transfer penguatan untuk percepatan inovasi pelayanan publik dalam rangka mendukung terwujudnya tujuan pembangunan berkelanjutan dan Indonesia Maju.

(Serpong, 08/05/2020). Di tengah situasi pandemi Covid-19, Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Anhar Riza Antariksawan melantik dua orang peneliti ahli BATAN di Auditorium Gd. 71 Kawasan Nuklir Serpong, Tangerang Selatan, Jum’at (08/05). Salah satu dari ahli peneliti yang dilantik adalah Hendig Winarno yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi BATAN Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir (PTN) dilantik sebagai Ahli Peneliti Utama bidang Kimia Radiasi, Perunut Isotop dan Kimia Farmasi. Sedangkan satu orang lainnya adalah Jupiter Sitorus Pane yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan (PSTNT) BATAN dilantik sebagai Ahli Peneliti Madya bidang Teknologi Keselamatan Reaktor.

Dalam sambutannya Anhar menyampaikan bahwa pelantikan kali ini istimewa karena dua orang pejabat yang dilantik adalah mereka yang selama ini menduduki jabatan struktural sebagai pejabat tinggi di BATAN yang kemudian sudah saatnya untuk kembali pada jabatan fungsional. “Saya kira hal yang demikian akan terus berlangsung, juga untuk pejabat struktural lainnya pada saatnya nanti,” kata Anhar.

“Perubahan jabatan dari struktural ke fungsional, atau sebaliknya dari fungsional ke struktural adalah sesuatu yang biasa dalam suatu organisasi,” lanjutnya.