HUT RI tahun 2020
Corona-19
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
korupsi
kedelai
Radiofarmaka
Anti Narkoba 1
Anti Narkoba 2

(Serpong, 29/12/2014), Rencana pembangunan Reaktor Daya Eksperimen (RDE) yang diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN 2015-2019) hari ini dibahas oleh tiga menteri sekaligus. Muhammad Nasir Menteri Ristek dan Dikti, Sudirman Said Menteri ESDM, dan Andrinof Chaniago Menteri PPN/Bappenas berkumpul di Ruang Pertemuan Gedung Pusat Reaktor Serba Guna (PRSG) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) membahas rencana pembangunan RDE. 

(Yogyakarta, 23/12/2014); "Ada dua tantangan terkait HKI di BATAN, yang pertama adalah adanya tuntutan dari pemerintah terkait cost and benefit serta keuntungan ekonomi dan non ekonomi. Yang kedua adalah sebagai lembaga riset prestise BATAN ada pada PATEN". Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Utama BATAN Ir. Falconi Margono saat membuka FGD "Potensi dan Tantangan HKI Menuju Dunia Industri" di Ruang Pertemuan Gedung I PSTA BATAN Yogyakarta. Oleh karena itu menurut Falconi perlu dibentuk sebuah badan atau majelis khusus yang menangani masalah paten hingga pemanfaatannya sampai ke masyarakat. Selain itu juga penting adanya penghargaan royalti yang sesuai kepada para peneliti. "Karena paten merupakan aset negara" tambah Falconi.

(Serpong, 23/12/2014), Anita Karolina berprofesi sebagai guru Sekolah Dasar di daerah Bekasi berhasil menemukan balon udara yang dilepaskan pada saat perayaan ulang tahun BATAN ke-56 pada tanggal 4 Desember 2014 lalu di sebelah Polsek Tambalang, Pondok Ungu, Bekasi. Anita Karolina mendatangi Pusat Reaktor Serba Guna Siwabessy (PRSG) dan disambut oleh Bambang Herutomo, Kepala PRSG sekaligus Ketua Korpri BATAN kawasan Serpong untuk mengambil hadiah sebagaimana telah tertulis di spanduk balon udara yang ia temukan.

Jakarta, (24 Desember 2014) “Penyerahan arsip merupakan momen yang sangat penting, kita semua sudah merasakan manfaat atas arsip. Salah satunya adalah dokumentasi pidato Bung Karno pada saat peletakan batu pertama kali pembangunan reaktor di Bandung  yang kita saksikan bersama pada saat perayaan ulang tahun BATAN tanggal 5 Desember 2014 yang lalu, dokumen tersebut kami dapatkan dari  ANRI. Dengan penayangan pidato tersebut kita diingatkan kembali pada cita-cita BATAN di masa lalu,”  demikian kutipan dari sambutan yang diberikan oleh Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional, Prof. Dr. Djarot Sulistio Wisnubroto, pada pembukaan acara Penyerahan Arsip statis BATAN dan Apresiasi Kearsipan di Ruang Serbaguna Lantai VI Gedung A Kantor Pusat BATAN.

(Serpong, 16 Desember 2014). Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto memperkirakan biaya revitalisasi fasilitas PT. INUKI agar mampu memproduksi kembali radioisotop adalah sebesar 40 milyar. “Diperlukan penyertaan modal nasional agar PT. INUKI (Industri Nuklir Indonesia) dapat memproduksi radioisotop lagi yang untuk sementara ini dilarang produksi oleh BAPETEN (Badan Pengawas Tenaga Nuklir) karena fasilitas yang kurang memadai”, ungkap Djarot saat menerima Kunjungan Kementerian Kesehatan di PRSG Serpong.

Menteri Kesehatan, Nila Farid Moeloek menyarankan agar BATAN, PT. INUKI, BAPETEN, Kementerian BUMN, dan Kementerian Kesehatan duduk bersama dalam menyelesaikan kelangkaan radioisotop agar menjadi masukan kepada Presiden, guna mencegah angka kematian akibat kanker yang semakin tinggi.

“BATAN perlu menghitung berapa pasien penderita kanker yang harus antre untuk diradioterapi. Dengan dana segitu, berapa cost-nya yang bisa kita kembalikan dalam jangka panjang. Karena jika kita bisa produksi sendiri, kita bisa ekspor. Harga radioisotop pun lebih murah dibanding impor” katanya.