HUT RI tahun 2020
Corona-19
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
korupsi
kedelai
Radiofarmaka
Anti Narkoba 1
Anti Narkoba 2

(Jakarta, 11/12/2014), Nuklir sebagai energi sudah lama menjadi pemikiran pemerintah sejak tahun 1970. Pemerintah tidak boleh lagi merasa ragu karena lambat laun nuklir akan menjadi salah satu sumber energi. Menurut Dirjen Energi Baru dan Terbarukan Kementerian ESDM, Rida Mulyana, nuklir belum diwujudkan sebagai sumber energi hingga saat ini karena permasalahan strategi.

“Masalahnya hanya strategi saja. Menurut PP No. 79 tahun 2014 mengenai kebijakan energi, kita harus mencapai bauran energi (energy mix) tahun 2025 sebesar 23%, di dalamnya sudah tercantum nuklir”, ungkap Rida saat diskusi Sarasehan Nasional “Peran Teknologi Nuklir dalam Bidang Pangan & Energi untuk Kesejahteraan Masyarakat”, di Hotel Borobudur, Jakarta.

Rida menambahkan, nuklir sudah harus menyumbang 4000 MWe. Bauran energi akan tercapai kalau nuklir termasuk di dalamya.

“Yang perlu dipersiapkan adalah SDM, teknologi, finansial, dan sosial. Di penjuru dunia manapun, faktor yang paling menantang adalah masalah sosial, bagaimana penerimaan masyarakat terhadap nuklir”, katanya.

(Jakarta, 11/12/2014), Undang-undang Dasar 1945 pasal 31 ayat 5 mengamanatkan bahwa pembangunan iptek bertujuan untuk menyejahterakan umat dan memajukan peradaban bangsa. “Untuk dapat secara nyata berkontribusi dalam upaya menyejahterakan masyarakat dan memajukan peradaban bangsa, maka pertama teknologi yang dikembangkan harus digunakan oleh industri, masyarakat, atau oleh pemerintah untuk kepentingan pelayanan publik dan menjaga kedaulatan negara”, ungkap L. Broto Sugeng, staf Ahli Menristek & Dikti Bidang Kesehatan dan Peralatan Medis saat membacakan pidato pembukaan Menristek & Dikti yang berhalangan hadir pada acara sarasehan yang digelar di Hotel Borobudur Jakarta.

Sarasehan yang mengusung tema peran teknologi nuklir dalam bidang pangan & energi untuk kesejahteraan masyarakat digelar pada tanggal 12 Desember 2014, diprakarsai oleh Media Indonesia bekerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dihadiri oleh kelompok masyarakat baik pro maupun kontra dengan nuklir, para awak media dan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi. Empat narasumber yang berkompeten dibidangnya mengisi sarasehan tersebut, Rida Mulyana selaku Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Satya W. Yuda selaku Wakil Ketua Komisi VII DPR-RI, Djarot Sulistio Wisnubroto selaku Kepala BATAN, Haryono Kepala Balitbang Kementerian Pertanian, dan Winarno Tohir selaku Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan.

(Jakarta, 10/12/2014); Bertempat di Lantai 6 Gedung A BATAN Kantor Pusat telah diselenggarakan acara Sosialisasi Rancangan Pedoman Kearsipan dan Kode Klasifikasi dan Pedoman Tata Naskah Dinas BATAN. Acara dihadiri segenap karyawan BATAN bagian Tata Usaha (Fungsional Arsiparis).

Kegiatan sosialisasi ini dilatarbelakangi dengan terbitnya Peraturan Menpan dan RB no. 80 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Tata Naskah Dinas Instansi Pemerintah, UU no. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan, PP no. 28 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan UU no. 43 tahun 2009 tentang Kearsipan, Peraturan Kepala ANRI no. 2 Tahun 2014 tentang Pedoman Tata Naskah Dinas, , maka Peraturan Kepala BATAN no. 231/KA/XII/2012 tentang Tata Naskah Dinas perlu disempurnakan dan disesuaikan, hal ini mengingat pentingnya tata naskah dinas sebagai salah satu komponen penting dalam ketatalaksanaan pemerintah.

(Jakarta, 10/12/2014), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bekerjasama dengan International Atomic Energy Agency (IAEA), dan PT. PLN menggelar “IAEA Regional Workshop on Electric Grid Planning as a Part of NPP Programme” tanggal 8-11 Desember 2014 di Kantor Pusat PT PLN. Gelaran ini merupakan bentuk kerjasama internasional dan penguatan pemangku kepentingan untuk mendukung program pembangunan PLTN.

(Jakarta, 8/12/2014), Teknologi nuklir tidak hanya digunakan untuk mengatasi krisis energi sebagaimana isu yang berkembang di masyarakat saat ini, namun teknologi nuklir telah berkembang pesat terutama bagi kesejahteraan masyarakat.

Salah satu pemanfaatan teknologi nuklir untuk kesejahteraan masyarakat adalah pengawetan pangan dengan teknologi iradiasi, yaitu sebuah teknologi yang memanfaatan pancaran sinar gamma untuk membunuh bakteri pembusuk di dalam makanan. Dengan menggunakan teknologi ini, proses pengawetan makanan tidak mengakibatkan peningkatan suhu, perubahan kualitas, dan higienis makanan.