HUT RI tahun 2020
Corona-19
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
korupsi
kedelai
Radiofarmaka
Anti Narkoba 1
Anti Narkoba 2

(Jakarta, 06/08/2019) -   Berkas produk hukum yang dihasilkan oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) selama ini dikelola secara konvensional, sehingga sulit diakses oleh masyarakat. Untuk mengatasi hal itu BATAN mengembangkan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) BATAN. “Dengan adanya Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Nasional, dan BATAN sebagai bagian dari JDIH Nasional turut mengembangkan instrumen agar masyarakat mudah mengakses produk hukum, BATAN membangun website JDIH BATAN sebagai salah satu akses terbuka untuk masyarakat yang membutuhkan data, informasi atau produk hukum,” ujar Sekretaris Utama BATAN, Falconi Margono.

(Jakarta, 23/07/2019) Director General (DG) Badan Tenaga Nuklir Internasional atau International Atomic Energy Agency (IAEA), Yukiya Amano dikabarkan telah meninggal dunia di usia ke-72 tahun seperti dilansir pada laman website iaea.org, Senin (22/07).  Yukiya Amano menjabat sebagai DG IAEA sejak tahun 2009 menggantikan DG sebelumnya yakni Mohamed ElBaradei.

Mengetahui kabar meninggalnya Yukiya Amano, Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Anhar Riza Antariksawan merasa terkejut. “Tentu terkejut saat mendengar berita ini. Saya sendiri sudah mendengar bahwa beliau akan mengajukan pengunduran diri dari Jabatan DG IAEA, tapi belum sampai hal itu terjadi ternyata Tuhan berkendak lain,” kata Anhar.

(Jakarta, 11/07/2019) Sekretaris Utama Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Falconi Margono melantik 34 pegawai  sebagai pejabat struktural dan fungsional. Dari 34 pegawai yang dilantik pada hari Rabu (10/07) di Kantor Pusat BATAN, Jl. Kuningan Barat, Mampang Prapatan, terdiri dari 5 pegawai dilantik sebagai pejabat struktural dan sisanya sebagai pejabat fungsional.

Dalam sambutannya, Falconi berpesan kepada seluruh pegawai yang dilantik agar selalu taat kepada aturan yang telah ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan. Hal ini terkait dengan integritas pejabat dalam menjalankan tugasnya.

Jakarta (04/07/2019) - Nuklir bagi masyarakat pada umumnya merupakan hal yang ‘mengerikan’, tapi tidak bagi Prof Ishak peneliti di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Melalui tangan dinginnya, dia dapat menghasilkan varietas baru tanaman dengan menggunakan teknik nuklir, khususnya pada tanaman pisang. Di awal tahun 2019, hasil penelitiannya yang diberi nama varietas Pirama 1 terdaftar/dilepas sebagai varietas baru tanaman hortikultura oleh Kementerian Pertanian.

Ditemui di kantornya di Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) BATAN, lebak bulus, Jakarta Selatan (4/7), Prof Ishak menceritakan rekam jejaknya berkiprah sebagai peneliti di BATAN. Prof Ishak mulai meneliti di BATAN pada tahun 1982, sebelumnya ia pernah tercatat sebagai peneliti di Lembaga Biologi Nasional - LIPI, yang saat ini menjadi Pusat Penelitian Biologi - LIPI, namun dengan alasan tertentu, ia lebih memilih untuk mengabdi di BATAN. “Saya memilih untuk mengabdi di Batan pada tahun 1982, karena di Batan mempunyai nilai tambah yaitu adanya tunjangan bahaya nuklir,” ungkapnya.

Dan dengan nilai tambah yang didapatnya, pria kelahiran tahun 1955 ini termotivasi untuk berkarya di BATAN.

(Jakarta, 28/06/2019) Menteri Riset Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir hari ini, Jumat (28/06) melantik Prof. Dr. Ir. Anhar Riza Antariksawan sebagai Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menggantikan Prof. Dr. Djarot Sulistio Wisnubroto yang habis masa jabatannya sejak Desember 2018. Upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilaksanakan di Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta. Sebelumnya Anhar pernah menjabat sebagai Deputi Kepala BATAN bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir hingga tahun 2016.

Nasir mengatakan, pelantikan ini merupakan hal yang rutin di lingkungan pemerintahan khususnya lembaga di bawah koordinasi Kementerian Ristekdikti. "Setelah melalui panitia seleksi (pansel), akhirnya hari ini dilakukan pelantikan Kepala BATAN," kata Nasir.