HUT RI tahun 2020
Corona-19
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
korupsi
kedelai
Radiofarmaka
Anti Narkoba 1
Anti Narkoba 2

(Bogor, 19/02/2019) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), selama periode 2015 -2018, BATAN telah banyak menghasilkan produk Litbangyasa yang mampu menjawab berbagai permasalahan di masyarakat. Namun demikian tantangan yang dihadapi BATAN masih banyak terutama membuat inovasi pemanfaatan teknologi nuklir untuk mencari solusi permasalahan di masyarakat.

Hal tersebut dikatakan Plt. Kepala BATAN, Falconi Margono pada saat membuka Rapat Kerja 2019, di Bogor, Senin (18/02). Raker yang digelar mulai tanggal 18 s.d. 19 Februari 2019 dijadikan sarana untuk mengevaluasi kegiatan 2018 dan menyiapkan strategis  untuk menyusun Rencana Strategis periode 2020 -2024. 

(Jakarta, 04/02/2019) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melantik 51 pejabat Fungsional dan Struktural di lingkungan BATAN, Kamis (31/01). Pelantikan ini diselenggarakan di Ruang Serbaguna Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi, Pasar Jumat, Jakarta Selatan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 23 pegawai dilantik menduduki jabatan struktural dan sisanya sebagai pejabat fungsional. Pelantikan kali ini terlihat lebih istimewa karena salah satu pegawai yang dilantik sebagai pejabat Fungsional terdapat Kepala BATAN ke-6, Djarot Sulistio Wisnubroto yang telah menyelesaikan masa jabatannya sebagai Kepala BATAN sejak 3 Desember 2018.

Djarot dilantik sebagai Pejabat Fungsional Peneliti Ahli Utama di Pusat Teknologi Limbah Radioaktif. Dengan dilantiknya Djarot ini berarti menambah jumlah Peneliti Ahli Utama di BATAN, sebagai tulang punggung organisasi dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.

(Jakarta, 01/02/2019) Sebanyak 22 orang alumni Diklat Pimpinan Tingkat II angkatan 34 tahun 2012 Lembaga Administrasi Negara (LAN) mengunjungi fasilitas nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), di Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta Selatan, Jumat (01/02). Kunjungan ini dimaksudkan untuk mengetahui secara langsung perkembangan teknologi nuklir di Indonesia.

Deputi Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir, Hendig Winarno sekaligus anggota alumni tersebut mengatakan, dengan berkunjung ke BATAN diharapkan para alumni mengenal lebih lebih dekat tentang pemanfaatan teknologi nuklir. "Sepulang dari kunjungan ini harapan kami para alumni mengenal BATAN dan tidak lagi antinuklir, selain itu semoga ada hal-hal yang bisa dikerjasamakan," ujar Hendig.

Hendig menambahkan, indonesia sudah mengenal nuklir sejak tahun 1958 yang ditandai dengan dibentuknya panitia negara yang bertujuan untuk menyelidiki ada tidaknya jatuhan zat radiasi dampak uji coba bom nuklir di lautan pasifik. Dalam perkembangannya panitia negara tersebut menjadi Lembaga Tenaga Atom, kemudian berubah menjadi Badan Tenaga Atom dan selanjutnya menjadi BATAN.

(Serpong, 01/02/2019) Berbicara di depan 173 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) hasil seleksi tahun 2018, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BATAN, Falconi Margono menuntut para pegawai baru dapat bekerja keras bersama BATAN untuk membangun industri nuklir di Indonesia. 

“BATAN memiliki banyak program yang ditujukan untuk membangun industri nuklir di Indonesia. Sebagai tunas muda yang akan menggantikan para senior, adik-adik harus bekerja keras mengambil ilmu para senior dan mengembangkan diri hingga bisa mengakselerasi hasil kerja BATAN menjadi lebih besar lagi, nyata dan bermanfaat untuk masyarakat,” demikian disampaikan oleh Falconi saat menyambut CPNS BATAN di Auditorium Gedung 71 Kawasan Nuklir Serpong, Tangerang Selatan pada Jum’at (01/02)

(Jakarta, 31/01/2019). Pimpinan Badan Tenaga Nuklir nasional (BATAN) memberi perhatian khusus terhadap pelaksanaan pengadaan barang/ jasa di lingkungan BATAN. Walaupun hingga saat ini belum ada permasalahan terkait pengadaan barang/ jasa yang sampai ke tingkat pengadilan, BATAN tetap memberi perhatian agar mekanisme pengadaan barang/ jasa dapat berjalan dengan baik dan benar. Terlebih, BATAN adalah lembaga penelitian dan pengembangan (litbang) yang sangat memperhatikan faktor keselamatan. Hal inilah yang melatarbelakangi diselenggarakannya Focus Group Discussion (FGD)/ Bedah Kasus Permasalahan Pengadaan Barang/ Jasa di BATAN, Kamis (31/01), di Kantor Pusat BATAN, Jakarta.