HUT RI tahun 2020
Corona-19
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
korupsi
kedelai
Radiofarmaka
Anti Narkoba 1
Anti Narkoba 2

(Jakarta, 27/10/2020) Energi nuklir merupakan suatu energi yang memiliki potensi besar untuk dapat dimanfaatkan dari berbagai bidang, mulai dari bidang energi, kesehatan, industri, dll. Instansi-instansi yang menggunakan ataupun memiliki kepentingan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam pemanfaatan energi nuklir tidak hanya Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) saja, tetapi instansi pemerintah serta swasta lainnya juga memiliki peran dalam keberlangsungan pemanfaataan energi nuklir di Indonesia.

Bireuen (24 Okt 2020) “Teknologi dibutuhkan oleh petani untuk peningkatan kesejahteraan”, demikian yang dikatakan Anggota Komisi VII DPR-RI, H. Anwar Idris pada saat dilaksanakan kegiatan Promosi Hasil Litbang BATAN Bidang Pertanian di Desa Cot Keumude, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh, Sabtu lalu. Pada kesempatan itu juga diserahkan benih padi BATAN kepada kelompok tani yang diwakili oleh Kelompok Tani Paya Kareueng Desa Sagoe dan Kelompok Tani Bungoeng Meulu Desa Cot Keumude untuk ditanam sebagai percontohan produk hasil litbang BATAN.

(Tangerang Selatan, 21/10/2020)

Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) kedatangan dari sekelompok wartawan. Pada kunjungan tersebut para wartawan dijelaskan mengenai produk litbang PTRR, kegiatan penelitian dan fasilitas yang dimiliki oleh PTRR.

Dalam kesempatan ini, Pemandu memaparkan dengan detail bahwa PTRR-BATAN saat ini sedang mengembangkan produksi radioisotop dan radiofarmaka untuk penanganan penyakit kanker, baik untuk diagnosis maupun untuk terapi yang banyak dibutuhkan di dalam negeri. Selama kunjungan banyak terjadi diskusi antara peserta dengan pemandu. Konfensi pers diakhiri dengan memberikan kesempatan kepada para awak media yang hadir untuk mengunjungi dan melihat secara langsung laboratorium PTRR-BATAN terutama fasilitas hotcell yang ada di Kawasan Nuklir Serpong, Tangerang Selatan. -hp-

(Serpong, 20/10/2020). Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mendapatkan penugasan dari pemerintah sebagai koordinator dalam 3 kegiatan Prioritas Riset Nasional (PRN) 2020-2024, dimana salah satunya di bidang kesehatan, yakni pengembangan radioisotop dan radiofarmaka.  Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan menyampaikan bahwa 5 jenis produk radioisotop dan radiofarmaka untuk kesehatan ditargetkan BATAN akan terealisir dalam kurun waktu 2020 - 2024.

 “Mengapa radioisotop dan radiofarmaka? Ada dua manfaat penggunaan radioisotop dan radiofarmaka dalam kedokteran nuklir, yaitu untuk diagnostik dan untuk terapi, misalnya untuk penyakit kanker, dimana saat ini penggunaannya terus berkembang dan prospeknya makin meningkat,” demikian disampaikan oleh Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Auditorium Gd. 71 Kawasan Nuklir Serpong, Tangerang Selatan dan diikuti pula secara daring melalui aplikasi meeting, Selasa (20/10).

(Cilacap, 20/10/2020) Pusat Diseminasi Dan Kemitraan (PDK) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menggelar business matching media kompos organik di Cilacap, Selasa (20/10). Kegiatan business matching yang melibatkan beberapa stakeholder yakni dinas pertanian dan peternakan, pemasok bahan kompos, investor dan para penggiat hayati merupakan rangkaian proses inkubasi bisnis teknologi pemanfaatan hasil litbang BATAN inoculant microba rizhosfer (IMR).

Kepala Bidang Manajemen Inovasi dan Kemitraan, Ir Rismiyanto mengatakan, kegiatan inkubasi bisnis teknologi (IBT) yang dilakukan oleh PDK merupakan suatu rangkaian pembinaan dan pendampingan dari beberapa tahapan yang dimulai dari pelatiihan, uji produksi, promosi/bisnis matching kepada tenant. “Berbagai tahapan ini dilakukan dengan tujuan untuk menumbuhkembangkan perusahaan agar dapat menjadi perusahaan pemula berbasis teknologi (PPBT) dan alhamdullah  telah ada Usaha Kecil Menengah (UKM)  yang memanfaatkan produk IMR untuk  untuk memperkaya mikroba rizhosfer pada produk pupuk kompos,” ujar Rismiyanto

Hal senada disampaikan Kepala Balai Inkubator Teknologi, Dinas Pertanian dan Peternakan, Dr. Anugerah, bahwa inkubator bisnis  bertujuan untuk mendorong UKM untuk dapat berkembang serta mandiri dengan pola pembinaan  mengupgrade wirausaha yang sudah ada atau membentuk startup. Harapannya agar para wirausaha UKM dapat bersaing dengan produk yang sudah mapan.

Beberapa peserta yang mengikuti kegiatan business matching meminta kepada BATAN agar ketersediaan produk selalu terjaga karena menyangkut keberlangsungan usaha mereka. Mereka mengaku telah merasakan manfaat dari menggunakan IMR yakni mempercepat pertumbuhan sayuran seperti pare, timun dan sayuran lainnya, sehingga cepat panen produktivitasnya meningkat.