Pengumuman Penerimaan CPSN 2019
TechnoRun

Nuclear Techno Run 2019

Daftar Sekarang...
sucofindo
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
peresmian gedung radiosiotop
korupsi
kedelai
Radiofarmaka

(Serpong 21/11/2019) Short Notice Inspection atau biasa disebut SNI merupakan kegiatan inspeksi seifgard untuk melakukan verifikasi kebenaran laporan yang diberikan dari MBA (Material Balance Area) kepada BAPETEN (Badan Pengawas Tenaga Nuklir) atau IAEA (International Atomic Energy Agency). Indonesia telah menandatangi perjanjian NPT (Nuclear Non-Proliferation Treaty), maka dari itu BATAN khususnya PRSG (Pusat Reaktor Serba Guna) sebagai penerima dan pengguna bahan bakar, wajib melaksakan seifgard pertanggungjawaban dan pengendalian bahan nuklir. Pada 19 November hingga 20 November 2019, inspektur BAPETEN dan IAEA melakukan inspeksi SNI atau inspeksi dadakan di PRSG. Disebut inspeksi dadakan karena IAEA menghubungi pihak BAPETEN dan PRSG setelah mendarat di Indonesia, sehingga persiapan dokumen-dokumen pertanggungjawaban dan pengendalian bahan nuklir disiapkan kurang lebih dua jam.

Inspektur dari BAPETEN berjumlah 4 orang yang diketuai oleh Kusbandono, sedangkan dari IAEA berjumlah 2 orang yaitu Emil Farkas dan Giuseppe Giaveri. Kegiatan inspeksi ini diterima oleh subbidang akuntansi bahan nuklir yang dipimpin oleh Mochammad Imron. Pada hari pertama, kegiatan dimulai pukul 9 pagi dengan disambut langsung oleh Kepala Pusat PRSG R. Heru Umbara. Kemudian melakukan cek dokumen dan mengecek fisik bahan nuklir segar (yang belum teriradiasi). Melakukan cek bahan nuklir ke PT Inuki gedung 10, karena pencatatan dan pelaporan bahan nuklir masih satu MBA dengan PRSG. Selain ke PRSG, inpsektur IAEA dan BAPETEN juga melakukan pertemuan ke PTLR. Kegiatan dihari kedua, masih melakukan cek fisik bahan nuklir teriradiasi baik yang di teras maupun spent fuel. Setelah tidak ada masalah baik secara dokumen maupun fisik bahan nuklir IAEA berpamit pulang. Di sesi penutupan, Emil Farkas menyampaikan ucapan terimakasih atas pelayanan inpeksi SNI kepada BATAN maupun BAPETEN. (Fami)

(Yogyakarta, 17/11/2019). Pusat Diseminasi dan Kemitraan (PDK), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)  menyelenggarakan Forum Temu Mitra Tanaman Pangan dan Hortikultura di Yogyakarta pada tanggal 13 November 2019 dengan tema “Penjaringan Kemitraan Produk Litbang BATAN”. Kegiatan ini dihadiri oleh 20 peserta perwakilan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang tergabung dalam Persatuan BUMDes Indonesia. Forum Temu Mitra Tanaman Pangan dan Holtikultura ini diselenggarakan dalam rangka penjaringan kemitraan untuk memperkenalkan produk-produk litbang BATAN.

“Kami ingin memperkenalkan produk-produk litbang BATAN kepada BUMDes, untuk menepis image masyarakat tentang nuklir yang mengerikan, sehingga selain mengenal, BUMDes juga mau mencoba memanfaatkan hasil litbang BATAN dan selanjutnya bisa menjadi mitra kami,” ujar Kepala Bidang Manajemen Inovasi dan Kemitraan - PDK, Rismiyanto. 

Oarai, Japan 14/11/2019 Dalam rapat bersama JAEA (Japan Atomic Energy Agency) dan CTC (Chiyoda Technol Corporation) di Kantor CTC Oarai, hadir peserta fellowship Chaidir Pratama, SST. mewakili Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR).  Chaidir Pratama saat ini sedang melaksanakan fellowship di Japan Atomic Energy Agency (JAEA). Dia menjadi salah satu peserta dari program Nuclear Researchers Exchange Program by MEXT  yang merupakan salah satu program pertukaran peneliti dari berbagai negara di Asia, dengan total peserta 30 orang. Program ini dilaksanakan pada periode 30 September sampai 20 Desember 2019, dengan tema penelitaian “High Production Mo-99/Tc-99m with Activation Neutron Method”. Selama program ini berlangsung, peserta melakukan penelitian tersebut di Waste Management and Decomissioning Technology Devlopment Center, Oarai Research & Development Institute, Japan Atomic Energy Agency (JAEA).

Dalam rapat bersama tersebut, dibahas mengenai produksi radioisotop Mo/Tc-99m dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut MEK. JAEA menyampaikan laporan terkait eksperimen yang telah dilakukan di fasilitas JAEA dan rencana untuk eksperimen yang akan datang, sedangkan pihak CTC juga menyampaikan laporan hasil pengembangan teknik produksi Mo/Tc-99m dengan MEK, dan peluang bisnis untuk masa depan. Keterlibatan Chaidir dalam pertemuan tersebut merupakan salah satu bagian dari partisipasinya dalam penelitian yang dilakukan untuk mempelajari teknik dan metode baru yang dapat dikembangkan di PTRR-BATAN. Penelitian dan pengembangan tentang teknik ekstraksi menggunakan pelarut MEK, telah dilakukan di fasilitas laboratorium JAEA (cold experiment), dengan hasil yang baik. Namun, ada beberap parameter yang harus di improve agar menjadi lebih optimal. Pada tahapan selanjutanya hasil eksperimen di laboratorium akan di scale up (hot experiment) dengan bahan sasaran MoO3  yang di irradiasi menggunakan fasilitas KUR (Kyoto University Reactor). Semua hasil eksperimen yang dilakukan selama fellowship di JAEA akan di presentasikan pada tanggal 17 Desember 2019 (final presentation) dengan dihadiri oleh member dari BATAN-JAEA-CTC-KAKEN. Hasil tersebut akan di follow up untuk percobaan senjutnya di fasilitas PTRR-BATAN, pada tahun 2020.-ChaidirPratama-

(Depok, 13/11/2019). Ikatan Alumni Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam (ILUNI FMIPA) Universitas Indonesia (UI) mendesak pemerintah untuk segera mewujudkan pemanfaatan energi nuklir yang handal dan aman untuk pemenuhan kebutuhan energi listrik nasional. Hal ini disampaikan Ketua Umum ILUNI FMIPA UI, Pamela Cardinale, pada acara Seminar Sehari “Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, Sebuah Keniscayaan”, Rabu (13/11) di Gedung Riset Multidisiplin, Universitas Indonesia, Depok.

Menurut Pamela, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan salah satu kunci bagi keberhasilan proses pembangunan nasional yang berkelanjutan. Teknologi juga semakin akrab dalam kehidupan sehari-hari masyarakat dan kebutuhan inovasi teknologi tidak dapat lepas dari ketersediaan energi terutama listrik.