PUSAT DISEMINASI DAN KEMITRAAN
LAYANAN KUNJUNGAN
BEBAS BIAYA TANPA SUAP,PUNGLI DAN NO GRATIFIKASI

(Gunungkidul, 7 Oktober 2021) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) adakan Sosialisasi produk litbang bidang pertanian dan perikanan yang berupa varietas padi Sidenuk, Pupuk Organik Hayati (POH) dan Pengawet Ikan Organik (PIO) kepada petani dan nelayan di Desa Sidorejo Kecamatan Ponjong Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara BRIN dengan anggota Komisi VII DPR-RI, H. Gandung Pardiman.

BRIN memperkenalkan paket lengkap produknya karena peserta tidak hanya mendapatkan pemaparan mengenai produk-produk tersebut, namun mereka juga mendapatkan pelatihan tentang cara-cara pembuatan pupuk POH dan produk PIO. Selain itu mereka juga mendapatkan sampel produk varietas Sidenuk dan pupuk POH agar mereka dapat mendemonstrasikan sendiri penanaman Sidenuk dikombinasikan dengan pupuk POH untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

(Jakarta, 01/09/2021). Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sangat berkeinginan membangun Pembangkit Tenaga Listrik Nuklir (PLTN) untuk menopang tumbuhnya industri dalam rangka meningkatkan perekonomian di Kalimantan Barat. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mencanangkan kebijakan hilirisasi industri yang diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya, sehingga dapat menyerap tenaga kerja di Kalimantan barat, dan kebijakan ini perlu didukung oleh sumber energi yang handal.

Keinginan Kalbar untuk memiliki PLTN telah melalui proses yang cukup panjang. Bermula dari teridentifikasinya potensi uranium di wilayah tersebut, Pemprov Kalbar kemudian berkeinginan untuk meningkatkan grade-nya. Sehingga uranium ini tidak hanya menjadi potensi, namun memberikan manfaat untuk kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat.

(Jakarta, 22/06/2021) Bertempat di sebuah Coffee Shop (Coffee Djoglo) di Desa Sidaharja, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Komunitas Muda Nuklir Nasional (Kommun) memprakarsai acara Ngopi Bareng Kepala BATAN. Acara yang dikemas santai ini bertujuan untuk berdialog antara Kommun, para anggota kelompok tani dengan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).

Kommun merupakan sebuah komunitas yang beranggotakan generasi muda yang mempunyai ketertarikan dan kepedulian terhadap perkembangan iptek nuklir di Indonesia. Melalui Kommun inilah penduduk desa Sidaharja dikenalkan dengan salah satu pemanfaatan iptek nuklir di bidang pertanian.

Berawal dari pemberian benih oleh Pusat Diseminasi dan kemitraan (PDK) kepada Kommun sebanyak 2 kg varietas padi sidenuk untuk ditanam di lahan percontohan di Desa Sidaharja. “Setelah mengikuti acara webinar sekitar bulan Desember 2020, saya diberi benih varietas unggul Sidenuk oleh PDK,” kata Kepala Departemen Humas Kommun, Fery Wahyu Ramadhan, Kamis (17/06).

Merasa benih yang diberikan PDK kurang untuk lahan di Desa Sidaharja, Fery mengajukan proposal untuk diberikan benih yang cukup untuk luasan lahan 2 hektare. Ternyata proposal tersebut disetujui dan diberikan benih sebanyak 65 Kg.

(Jakarta, 11/06/2021), Pusat Diseminasi dan Kemitraan (PDK), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menggandeng pihak swasta yakni CV Semi dari Grobogan Jawa Tengah melakukan Penandatangan Kerjasama. Penandatanganan kerja sama ini merupakan upaya   komersialisasi dan mengembangkan kacang hijau Muri untuk memastikan ketersediaan benih berlabel dengan jaminan kualitas tinggi dan kotinyu di masyarakat.

Penandatanganan naskah kerja sama antara PDK dan CV. Semi ini dilakukan pada Selasa (02/06). Pada penandatanganan ini diserahkan secara simbolis benih sumber kacang hijau Varietas Muri sebanyak 30 kilogram untuk dikembangkan menjadi benih sebar oleh CV Semi.

Kerja sama ini diawali dari keberhasilan BATAN dalam merilis dua varietas kacang hijau, salah satunya kacang hijau varietas Muri hasil iradiasi nuklir. Keunggulan dari varietas ini yakni memiliki karakter lebih genjah dari induknya gelatik, mengkilap, mudah dimasak, produktivitas tinggi, tidak ada perlakuan khusus dalam proses penanaman, adaptif terhadap lahan kering dan memiliki kandungan omega 3.

Jakarta, (10/06/21), Dukungan Pengetahuan yang kuat sangat diperlukan untuk menyukseskan program energi nuklir di Indonesia. Hal ini disampaikan peneliti Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN),  Dedy Priambodo, pada acara talkshow di Radio Sonora Pontianak pada Kamis(08/06). Penyampaian informasi yang dikemas melalui talk show ini, diharapkan dapat menjawab keingintahuan masyarakat terkait status pembangunan PLTN di Indonesia, mengingat wacana ini sudah berkembang cukup lama. 

Dedy mengungkapkan bahwa PLTN merupakan proyek besar sehingga perlu perencanaan dan persiapan yang matang, sehingga tidak akan menemui kendala dalam pelaksanaannya. Badan Tenaga Atom Internasional, IAEA, telah mempublikasikan panduan bagi negara-negara anggotanya, termasuk Indonesia, yang ingin mengembangkan PLTN. Dalam panduan disebutkan, ada tiga fase yang harus dilalui dan setiap akhir dari fase akan ada milestone atau tonggak capaian yang menandakan telah selesainya satu fase, dan fase berikutnya dapat dijalankan.