Putra-putri Indonesia Mampu Mengoperasikan PLTN

Putra-putri Indonesia Mampu Mengoperasikan PLTN

Sebenarnya Indonesia sudah mengoperasikan tiga unit reaktor nuklir untuk keperluan penelitian serta beberapa fasilitas nuklir yang meliputi fabrikasi elemen bakar.

Ratusan Generasi Muda Nuklir 7 Negara Ikuti NYS 2014

Ratusan Generasi Muda Nuklir 7 Negara Ikuti NYS 2014

Jakarta (22/11/14); Sebanyak 142 generasi muda nuklir yang berasal dari 7 negara mengikuti Nuclear Youth Summit (NYS) 2014. 24 peserta berasal dari Australia, Vietnam, Thailand, Philipina, Malaysia dan Bangladesh, sementara 118 peserta

Temui JK, Utusan Rusia Ingin Bangun Pembangkit Listrik Nuklir di Batam

Temui JK, Utusan Rusia Ingin Bangun Pembangkit Listrik Nuklir di Batam

Jakarta -Hari ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bertemu dengan Ketua Dewan Federasi Majelis Federal Federasi Rusia Valentina Matviyenko. Sejumlah rencana kerjasama ekonomi dibicarakan

Teknik Serangga Mandul Pada Nyamuk

Teknik Serangga Mandul Pada Nyamuk

Teknik Serangga Mandul (TSM) merupakan suatu cara pengendalian vektor yang ramah lingkungan, efektif, dan potensial.


(Serpong, 08/12/2019). Mendengar kata nuklir masih dianggap sesuatu yang menakutkan bagi beberapa kalangan masyarakat. Padahal, nuklir memiliki banyak manfaat bahkan sangat berguna dalam berbagai bidang kehidupan. Untuk mengikis persepsi negatif terhadap nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mengajak masyarakat terlibat dalam gelaran Nuclear Techno Run (NTR), yakni ajang perlombaan lari sejauh 5 kilometer mengelilingi Kawasan Puspiptek Serpong, tempat reaktor nuklir terbesar se – Asia Tenggara berada, pada Minggu (08/12).

NTR merupakan salah satu rangkaian gelaran kegiatan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) BATAN ke – 61 yang jatuh pada 5 Desember 2019. Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah peserta yang meningkat setiap tahunnya sejak NTR digelar pertama kali pada tahun 2017.

(Pontianak, 23/11/2019). Pusat Diseminasi dan Kemitraan (PDK), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bersama Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar menggelar kegiatan  Workshop Iptek Nuklir Bagi Guru SMA/MA se Kalimantan Barat. Kegiatan yang di laksanakan pada tanggal 22-23 November 2019 di Ruang Bilik Balige Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan terkait iptek nuklir dan pemanfaatannya kepada 85 orang guru dan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat meneruskan pengetahuan yang didapatkannya kepada seluruh anak didik di sekolah ataupun rekan sejawatnya, sehingga iptek nuklir tidak lagi dipahami sebagai hal yang negatif melainkan bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Dalam sambutannya, Kepala Pusat Diseminasi dan Kemitraan, Ir. Ruslan, mengatakan bahwa materi yang terkait tentang nuklir sebenarnya sudah di dapatkan para guru ketika kuliah ataupu melalui buku bahan ajar. Namun, nuklir merupakan materi yang abstrak dan karenanya buku-buku yang tersedia terkadang tidak mampu menjelaskan dengan baik. Ruslan juga menjelaskan, bahwa hal ini menjadi tantangan bagi BATAN yang memiliki tugas untuk melakukan edukasi dan diseminasi informasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya kalangan pendidikan. Untuk itu, BATAN selama beberapa tahun terakhir BATAN bekerjasama dengan Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbud, menyusun suplemen bahan ajar iptek nuklir, guna melengkapi buku-buku pelajaran yang dipergunakan oleh para guru. Ruslan menambahkan, kurikulum saat ini sudah banyak mengakomodasi kebutuhan pembelajaran iptek nuklir, meskipun bahan-bahan yang dapat digunakan oleh para guru untuk mengajarkan iptek nuklir secara menyenangkan dan tidak teoritis masih sangat kurang. Hal inilah yang melatarbelakangi kegiatan workshop ataupun sosialisasi iptek nuklir kepada kalangan pendidikan, termasuk yang ada di Kalimantan Barat.

(Yogyakarta, 17/11/2019). Pusat Diseminasi dan Kemitraan (PDK), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)  menyelenggarakan Forum Temu Mitra Tanaman Pangan dan Hortikultura di Yogyakarta pada tanggal 13 November 2019 dengan tema “Penjaringan Kemitraan Produk Litbang BATAN”. Kegiatan ini dihadiri oleh 20 peserta perwakilan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang tergabung dalam Persatuan BUMDes Indonesia. Forum Temu Mitra Tanaman Pangan dan Holtikultura ini diselenggarakan dalam rangka penjaringan kemitraan untuk memperkenalkan produk-produk litbang BATAN.

“Kami ingin memperkenalkan produk-produk litbang BATAN kepada BUMDes, untuk menepis image masyarakat tentang nuklir yang mengerikan, sehingga selain mengenal, BUMDes juga mau mencoba memanfaatkan hasil litbang BATAN dan selanjutnya bisa menjadi mitra kami,” ujar Kepala Bidang Manajemen Inovasi dan Kemitraan - PDK, Rismiyanto. 

(Depok, 13/11/2019). Ikatan Alumni Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam (ILUNI FMIPA) Universitas Indonesia (UI) mendesak pemerintah untuk segera mewujudkan pemanfaatan energi nuklir yang handal dan aman untuk pemenuhan kebutuhan energi listrik nasional. Hal ini disampaikan Ketua Umum ILUNI FMIPA UI, Pamela Cardinale, pada acara Seminar Sehari “Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, Sebuah Keniscayaan”, Rabu (13/11) di Gedung Riset Multidisiplin, Universitas Indonesia, Depok.

Menurut Pamela, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan salah satu kunci bagi keberhasilan proses pembangunan nasional yang berkelanjutan. Teknologi juga semakin akrab dalam kehidupan sehari-hari masyarakat dan kebutuhan inovasi teknologi tidak dapat lepas dari ketersediaan energi terutama listrik.

(Batu, 06/11/2019) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Diseminasi dan Kemitraan (PDK) menyelenggarakan Lokakarya Promosi Hasil Litbang Iptek Nuklir (PHLIN) di Kusuma Agrowisata Resort, Batu, Jawa Timur dengan mengusung tema “Kebijakan Pemanfaatan Teknologi Iradiasi untuk Meningkatkan Kualitas Produk Pangan” pada Rabu-Jum’at (6-8/11). Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan dalam sambutan dan arahannya menyampaikan keinginannya untuk lebih mempromosikan penggunaan teknologi  iradiasi untuk meningkatkan kualitas produk pangan Indonesia.

“Intinya, bagaimana memanfaatkan radiasi untuk meningkatkan kualitas produk pangan. Bagaimana agar produk pangan kita, baik dari pertanian maupun kelautan bisa memenuhi kriteria ekspor ke suatu negara. Dengan menggunakan iradiasi, produk pangan kita akan lebih tahan lama, tidak ada kutu, tidak ada bakteri,” Ujar Anhar.