PUSAT DISEMINASI DAN KEMITRAAN
LAYANAN KUNJUNGAN
BEBAS BIAYA TANPA SUAP,PUNGLI DAN NO GRATIFIKASI

(Malang Raya, 28-2-2019) Pengenalan Hasil Litbang BATAN berlangsung di Balai Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Mengapa pengenalan di desa menurut anggota Komisi VII DPR–RI Ridwan Hisjam dimaksudkan agar masyarakat desa khususnya petani mengenal apa itu nuklir, BATAN dan hasil-hasil litbangnya sampai ke masyarakat yang paling bawah. Pengenalan hasil litbang BATAN berlangsung pada Rabu, 27 Februari 2019. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa sebagai legislator mewakili masyarakat dari daerah Malang Raya menginginkan bahwa teknologi nuklir yang sudah dilakukan oleh BATAN dapat diterapkan dan dikembangkan pemanfaatnya oleh masyarakat. Selain itu sebagai mitra kerja BATAN yang menjalankan fungsi pengawasan pihak eksekutif  adalah untuk memastikan bahwa kegiatan maupun anggaran digunakan sesuai dengan yang direncanakan.

Sosialisasi Hasil Litbang BATAN bidang pertanian dimulai dengan sambutan kepala desa Gunungrejo yang menyambut baik acara ini, karena potensi luas lahan pertanian cukup luas walaupun di ketinggian 600 DPL. Sedangkan Melem mewakili camat  juga menyampaikan demografi wilayah kecamatan singosari ini menjadi juara 1 sebagai wilayah “tematik untuk Kampung Kelor”, sementara itu Anhar R Antariksawan mewakili BATAN mengatakan bahwa sebagai lembaga litbang BATAN sudah mengenalkan dan menerapkan hasil-hasil litbangnya di berbagai daerah.

Saat ini sudah dihasilkan 23 varietas padi, 10 kedelai, kacang hijau dan sorghum yang bisa digunakan untuk industri makanan, bioethanol dan daunya untuk pakan ternak. BATAN mengajak masyarakat Malang Raya untuk ikut serta memanfaatkan hasil yang telah diperoleh untuk meningkatkan pendapatan petani karena varietas padi ini memeng unggul dari rasa, umur dan ketahanan penyakit. Sementara itu Prof. Sumardi HS, dari Universitas Brawijaya menjelaskan untuk daerah Malang Raya varietas padi BATAN sudah tersebar di beberapa kecamatan dibagian antara lain Pakis, Sumber Pucung, Kepanjen namun untuk Singosari baru kali ini. Varietas sidenuk hasil litbang BATAN mempunyai provitas yang tinggi, namun kelemahannya postur tumbuhannya tinggi dan mudah rebah jika saat panen di musim angin dikarenakan malainya banyak lebih 200-250 sehingga dibutuhkan pengamatan yang baik dengan mengurangi urea dan menambahkan kalium. Ada varietas mugibat dari BATAN postur lebih pendek namun hasilnya provitas dibawah sidenuk, varuetas ini  lebih cocok di daerah Malang Raya. Rata-rata petani ada selisih 3-6 kuintal hasil panennya jika menanam varietas daeri BATAN.

Dalam diskusi Kepala PDK Ruslan menjelaskan bahwa padi hasil litbang BATAN ini aman dikonsumsi, kaitannya dengan radiasi nuklir jadi masyarakat tidak usah takut dan sudah melewati dan uji-uji yang dilakukan oleh Kementan dengan merilis varietas yang diusulkan oleh BATAN. Namun demikian jika masyarakat membutuhkan keterangan lebih lanjut dapat menghubungi PDK-BATAN  atau Fakultas Teknologi Pertanian. Acara diakhiri dengan penyerahan simbolis varietas Sidenuk lebel ungu (SS) yang masih dapat ditanam sekali lagi jika ingin dikonsumsi, kepada petani dan kelompok tani kecamatan singosari dan sekitarnya. (P-5)