PUSAT DISEMINASI DAN KEMITRAAN
LAYANAN KUNJUNGAN
BEBAS BIAYA TANPA SUAP,PUNGLI DAN NO GRATIFIKASI

(Jakarta, 25/06/19). Perpustakaan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) ikut memeriahkan Kementerian Perindustrian Book Fair 2019 yang diselenggarakan di Plasa Industri, Kementerian Perindustrian, Jakarta (25/06). Tidak hanya menampilkan buku-buku terbitan BATAN Press, BATAN Corner juga memberikan informasi mengenai produk litbang BATAN serta layanan yang diselenggarakan oleh Perpustakaan BATAN dan BATAN Press. Selain itu dipamerkan juga beberapa produk hasil litbang BATAN berupa benih kedelai dan padi varietas unggul BATAN, serta rendang dan semur iradiasi, untuk memenuhi keingintahuan masyarakat akan informasi iptek nuklir. BATAN Corner merupakan satu dari 32 penerbit yang berpartisipasi dalam Book Fair tahun ini.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya, Kementerian Perindustrian, Eko S.A. Cahyanto, mengatakan Book-Fair 2019 yang mengusung tema “LIterasi di Era Revolusi Industri 4.0”. Dengan mengangkat tema ini  diharapkan dapat mendorong para penyedia bahan informasi cetak maupun digital dalam menghasilkan produk informasi dengan harga terjangkau, dan dapat

meningkatkan minat baca para generasi muda.

Acara ini juga dapat dijadikan wadah bagi para penerbit dan perusahaan penyedia bahan informasi lainnya untuk memasarkan serta mempromosikan produknya. “Kemenperin Book Fair ini dapat dijadikan media promosi penting dan strategis, dan menjadi ajang pengenalan dan penjualan produk unggulan UMKM,” ujar Eko ketika membuka secara resmi acara tersebut.

Sebagai etalase pameran produk nuklir, BATAN Corner cukup ramai didatangi oleh pengunjung. Pengunjung umumnya tertarik dengan informasi seputar nuklir dan ingin mendapatkan pemahaman yang lebih baik. Seperti yang dikatakan oleh salah satu pengunjung dari Universitas Indonesia, Abel Binaya sangat tertarik dengan produk hasil litbang nuklir di Indonesia. “Saya mengunjungi booth BATAN, karena rasa ingin tahu saya mengenai energi nuklir dan ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan pula mengenai energi nuklir, berdasarkan info yang saya dapat dari artikel dan film yang saya tonton,” ujarnya.

Booth BATAN juga sempat dikunjungi oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (BPSDMI) Eko S.A. Cahyanto dan Presenter acara berita dan moderator Pilpres 2019, Alfito Deannova. Dengan antusias, Eko dan Alfito menyimak bagaimana para peneliti BATAN menghasilkan varietas padi, kedelai, atau produk iradiasi pangan seperti rendang dan semur yang dapat diawetkan dalam 2 tahun namun tetap aman bila dikonsumsi. (aeni/riki)