PUSAT DISEMINASI DAN KEMITRAAN
LAYANAN KUNJUNGAN
BEBAS BIAYA TANPA SUAP,PUNGLI DAN NO GRATIFIKASI

(Jakarta, 04/07/2019). Komunitas guru SD dan SMP Malang mengunjungi fasilitas nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) di Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta Selatan, Kamis (04/07). Kunjungan ini dijadikan sebagai sarana menghilangkan rasa penasaran dan keingintahuan terhadap iptek nuklir, karena selama ini mereka mendapatkan informasi bahwa nuklir itu sangat berbahaya dan menakutkan.

“Awalnya teman-teman ragu untuk berkunjung ke BATAN, namun setelah saya jelaskan bahwa nuklir itu, meskipun memang berbahaya, tetapi banyak manfaatnya. Akhirnya mereka mau juga,” kata Rahayu, salah seorang anggota rombongan.

Ketua rombongan, Sujarno dalam sambutannya mengatakan, mereka juga merupakan alumni Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Negeri Blitar angkatan Tahun 2980 yang sedang melakukan kunjungan ke Jakarta. BATAN merupakan salah satu obyek yang mereka kunjungi.

Sujarno berharap dengan berkunjung ke BATAN, mereka bisa mendapatkan informasi yang lebih jelas tentang ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir, sehingga dapat menambah wawasan dan dapat menjadi oleh-oleh ilmu yang dapat dibawa kembali ke daerah. “Karena kami semua mengabdi di bidang pendidikan, maka semua informasi tentang iptek nuklir yang dapat kami serap, akan kami getok tular-kan kepada anak-anak didik kami, sehingga mereka mendapatkan informasi yang benar tentang itpek nuklir,” jelas Sujarno.

Sementara itu, Kepala Bidang Diseminasi Dimas Irawan mengatakan, memang benar, setiap mendengar kata ‘nuklir’ sebagian orang selalu mengidentikkannya dengan bom dan radiasi. Hal ini disebabkan karena kita mulai mendengar istilah nuklir dari peristiwa bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.

Tetapi sebenarnya menurut Dimas, selain potensi bahaya, nuklir itu mempunyai potensi lain yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia. “Sebagai contoh, varietas padi hasil litbang BATAN, dari hasil panennya, bisa mencalai hingga 7,8 ton/per hektar di wilayah Sidoarjo,” jelas Dimas Irawan.

Dimas berharap dengan kunjungan ini, para alumni SPG Negeri Blitar yang mengabdi di bidang pendidikan ini, mendapatkan pemahaman yang tepat tentang teknologi nuklir. Sehingga pada akhirnya dapat membantu BATAN dalam menyosialilasikan iptek nuklir kepada masyarakat, khususnya di lingkungannya masing-masing.

“Kami berharap bapak/ibu dapat menyampaikan informasi yang tepat dan benar tentang teknologi nuklir, baik risiko maupun manfaatnya, kepada sesama pendidik, orang tua siswa, dan siswa didiknya,” tambah Dimas

Rombongan yang berjumlah 12 orang ini mengunjungi fasilitas nuklir BATAN yang berada di Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) dan Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR). (arial)