PUSAT DISEMINASI DAN KEMITRAAN
LAYANAN KUNJUNGAN
BEBAS BIAYA TANPA SUAP,PUNGLI DAN NO GRATIFIKASI

Jakarta (21/08/2019). Fasilitas Bank Jaringan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) yang berada di Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) Kawasan Nuklir Pasar Jumat, selama ini telah melakukan pelayanan 24 jam. Hal ini dikarenakan fasilitas ini merupakan sebagai tempat penyimpanan jaringan manusia yang oleh pihak rumah sakit dititipkan di tempat ini.

Jaringan manusia itu suatu saat dibutuhkan serta merta, harus tersedia dan bisa dilayani. Fasilitas yang ada di PAIR-BATAN ini merupakan fasilitas bank atau tempat titipan dari jaringan-jaringan yang dimiliki oleh para pasien yang sedang mengalami perawatan atau tindakan oleh rumah sakit. Suatu ketika apabila tindakannya sudah selesai, tentunya jaringan tersebut akan dibutuhkan kembali dan itupun juga serta merta, setiap saat harus tersedia.

“Oleh sebab itu, maka tuntutan 24 jam inilah yang muncul dari adanya operasi bank jaringan BATAN, sehingga siapapun yang membutuhkan, kapanpun dia dibutuhkan, itu bisa dilayani oleh fasilitas yang ada di bank jaringan. Ini yang di katakan harus 24 jam, bahkan harus lebih,” jelas Kepala PAIR-BATAN, Totti Tjiptosumirat, disela-sela kegiatan Pelatihan Operator Bank Jaringan, Senin (19/08).

Layanan 24 jam fasilitas bank jaringan BATAN terutama untuk layanan kranium. Kranium adalah tulang batok kepala, dimana bagi pasien-pasien yang ada masalah di bagian otaknya, seperti karena tekanan darah tinggi, sehingga terjadi pendarahan di otak atau ada karena tumor di otak. Biasanya sebagian kecil dari tulang tengkorak kepala itu dibuka kemudian untuk dibetulkan pada bagian dalam otaknya. Sementara menunggu kesembuhannya, maka tulang batok kepala tadi di reparasi dan disimpan di Bank Jaringan BATAN.

“Jika pasien meninggalnya pada malam hari, maka pihak rumah sakit pasti akan menghubungi kami pada malam hari itu juga untuk segera mengambil kranium pasien yang meninggal dunia tersebut,” jelas Totti.

Menurut Totti, tempat penyimpanan tulang batok kepala (kranium), sementara ini baru ada di BATAN, yakni di fasilitas Bank Jaringan Riset BATAN yang berada di PAIR Kawasan Nuklir Pasar Jumat. Hal ini karena yang memenuhi persyaratan dan aturan higienis dan keselamatan kerja serta standar penyimpanan suatu jaringan manusia, hanya di BATAN.

Peneliti BATAN Basril Abbas, menjelaskan bahwa sebenarnya tujuan penyimpanan kranium adalah untuk mempertahankan bentuk dan ukuran dari tulang itu sendiri. Dahulu sebetulnya cara penyimpanannya adalah di dalam perut dari pasien itu sendiri. Namun, jika disimpan di dalam perut, maka si pasien akan mengalami dua kali operasi, yakni operasi di bagian kepala dan operasi di bagian perutnya. Begitu juga nanti saat penggunaan kembali, si pasien akan mengalami operasi dua kali. Jika operasinya dua kali, maka biayanya juga dua kali, maka akan lebih mahal.

“Jadi ini sebetulnya BATAN sudah cukup membantu masyarakat berpenghasilan rendah, karena PNBP-nya hanya sekitar Rp 360 ribu untuk selama penyimpanan,” tutur Basril.

Dijelaskan Basri, bahwa Bank Jaringan BATAN sekarang ini sudah ada beberapa produk dan layanan bank jaringan yang sudah dijadikan sebagai PNBP BATAN. Yang pertama adalah produk amnion yang dapat digunakan untuk mata, penutup luka dan juga dental. Produk yang keduanya adalah graf tulang (Bone graft), baik yang berasal dari allograft (jaringan manusia) maupun xenograft yang berasal dari sapi dan telah digunakan untuk ortopedi serta gigi dan mulut.

Sedangkan produk yang ketiga adalah yang kranium. Layanan penyimpanan tulang kranium, saat ini bekerja sama dengan 40 rumah sakit di Jakarta dan sekitarnya. Layanan yang paling banyak sekarang ini adalah penyimpanan kranium, hampir satu dalam satu hari. Jadi dalam satu tahun itu sekitar 360 batok kepala yang bisa disimpan di bank jaringan BATAN dan biasanya pengambilannya sekitar 15 hari sampai dua tahun.

“Jadi Insya Allah ini tersimpan dengan baik dan menurut laporan dari dokternya, setelah penggunaan dari kranium pasien itu sendiri, ternyata hasilnya bagus,” jelas Basril lagi.

Mulai tanggal 19-23 Agustus, Bank Jaringan Riset Batan, PAIR-BATAN bekerja sama dengan Pusdiklat-BATAN mengadakan pelatihan Operator Bank Jaringan. Menurut ketua panitia penyelenggara Yessy Warastuti, Pelatihan Operator Bank Jaringan ini diperlukan untuk menghasilkan operator bank jaringan yang memiliki keahlian dan untuk mempersiapkan SDM seiring dengan berkurangnya pegawai yang memasuki masa purnabakti. Selain itu, diikuti oleh pegawai di internal BATAN, pelatihan ini juga diikuti oleh pegawai dari beberapa rumah sakit yang berminat mendirikan bank jaringan maupun rumah sakit yang telah memiliki Bank Jaringan, serta pengguna produk dan layanan bank jaringan BATAN.

Pelatihan yang dilaksanakan selama lima hari ini, terdiri dari menyampaian materi di kelas, praktikum di laboratorium dan kunjungan ke iradiator gamma. Peserta berjumlah 15 orang, 8 peserta dari internal BATAN dan 7 peserta dari eksternal BATAN, diantaranya dari RSCM, Jakarta, Rumah Sakit Akademik UGM, Yogyakarta, RSUP Dr. M. Djamil, Padang dan RSUP Fatmawati yang berasal dari berbagai disiplin ilmu dan bidang pekerjaan yang beragam.

Selain sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan dan keterampilan kepada praktisi bank jaringan, dengan pelatihan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kompetensi dan produktivitas operator bank jaringan serta meningkatkan SDM yang memiliki keahlian dalam rangka mendukung peningkatan kualitas sistem dan pelayanan operator bank jaringan. (arial)