PUSAT DISEMINASI DAN KEMITRAAN
LAYANAN KUNJUNGAN
BEBAS BIAYA TANPA SUAP,PUNGLI DAN NO GRATIFIKASI

(Jakarta, 09/9/19). BATAN memanfaatkan ajang kegiatan Perpusnas Expo 5-9 September 2019 untuk mendiseminasikan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir melalui Talkshow “Aplikasi Iptek Nuklir Untuk Kesejahteraan”, Pameran buku terbitan BATAN Press, INIS (International Nuclear Information System), dan Digilib perpustakaan BATAN. Tidak ketinggalan pula memamerkan produk-produk hasil litbang iptek nuklir BATAN, terutama bidang pertanian dan pengolahan pangan iradiasi. 

Acara pembukaan Perpusnas Expo 2019 ini juga dibarengi dengan peluncuran Perangko Baru Indonesia. Perangko baru ini merupakan edisi naskah kuno nusantara yang tercatat sebagai Ingatan Kolektif Dunia (MoW) seperti La Galigo, Babad Diponogoro, Negara Kertagama dan Cerita Panji. Kreasi seni tari juga ditampilkan oleh Pustawan DPR dan dilanjutkan dengan peresmian pameran Perpusnas Expo.

Untuk pertama kalinya BATAN hadir dalam kegiatan tersebut, dan sambutannya amat luar biasa. Selain mendirikan anjungan BATAN corner, pelaksanaan Talk Show literasi “Aplikasi Iptek Nuklir Untuk Kesejahteraan” juga mendapatkan perhatian khusus dari Kepala Bidang Koleksi Umum Perpusnas Lutfiati Makarim. Dalam sambutannya, Lutfiati menyatakan bahwa kehadiran BATAN dengan literasi Iptek Nuklir bisa dijadikan terobosan bahkan jalan tol untuk lebih mengenalkan iptek nuklir sekaligus diseminasi kemajuan aplikasi iptek nuklir Indonesia. Lebih jauh Lutfiati berharap Perpusnas dapat melakukan kerjasama dengan BATAN.

Kegiatan Talk Show yang berlangsung pada 9 September 2019 di aula Lantai 4, dihadiri oleh para pustakawan, mahasiswa, dosen, LPNK dan masyarakat umum yang berjumlah 81 orang, dengan narasumber Ir. Ita Dwimahyani dan Drs. Budi Prasetyo, MT. Peserta bernama Nur, meminta BATAN dengan teknologi nuklirnya bisa dimanfaatkan untuk melestarikan naskah-naskah kuno, atau benda bernilai sejarah penting lainnya. Salah seorang pustakawan juga menanyakan bagaimana menjalin kerjasama dengan pihak BATAN dalam kegiatan literasi dan upaya-upaya menumbuhkan minat baca masyarakat dengan hal-hal menarik yang dekat dengan masyarakat umum, misalnya dengan litbang BATAN varietas padi, kedelai atau hal lainnya. “Kami memerlukan bahan literasi sains yang mudah dipahami oleh masyarakat inklusi," ujarnya.

Pada kesempatan ini pula, Erni Wijayanti menjelaskan teknis kerjasama seperti apa yang dapat dilakukan. “Terkait dengan permintaan Nur mengatasi pengawetan bahan pustaka dengan teknologi nuklir, sangat dimungkinkan, karena di Prancis telah dilakukan penelitian pengawetan artefak dengan teknik iradiasi," jelas Erni lebih lanjut. 

Sebagian besar peserta baru mengetahui aplikasi Iptek nuklir yang begitu luas dan sangat bermanfaat selain bidang pangan. “Ternyata teknologi nuklir juga dapat dimanfaatkan oleh Industri pesawat terbang dengan NDT (Non Destruktif Test) untuk mendeteksi keretakan bodi pesawat dan bagian-bagian lainya, coloum scanning untuk melihat kontruksi belulang bangunan tinggi atau jembatan, juga BATAN telah berhasil memproduksi radiofarmaka-radioisotop untuk kesehatan, informasi ini baru saya ketahui sekarang," kata salah satu peserta pada akhir acara. (aeni)