PUSAT DISEMINASI DAN KEMITRAAN
LAYANAN KUNJUNGAN
BEBAS BIAYA TANPA SUAP,PUNGLI DAN NO GRATIFIKASI

(Tangerang Selatan, 26/09/2019). “Tadinya ngeri, kalau radiasinya tinggi takut mati! Tapi setelah ngikutin acara ini jadi nggak takut lagi, ternyata radiasi bisa untuk keperluan sehari-hari, seperti matahari, kalau kita berjalan, kan, kena cahaya matahari,” celoteh Timoti, siswa SMP Erenos Tangerang Selatan saat mengikuti kegiatan Nuclear Goes to School (NGS), Kamis (26/09).

Lain halnya dengan Timoti, Keiza yang ditemui usai mengikuti praktikum mencari radiasi dengan detektor mengaku sejak awal tidak takut radiasi. “Aku nggak takut, hari ini seru banget! Tadi kita mengukur radiasi dari benda-benda di sekitar kita. Aku baru tahu kalau ternyata semua di dunia ini ada radiasi,” ujarnya.

NGS merupakan kegiatan edukasi nuklir yang ditujukan untuk memberikan pemahaman berimbang tentang nuklir, ditujukan bagi siswa dan guru. Dikemas dengan games interaktif, kegiatan ini dilakukan secara reguler setiap tahun oleh Pusat Diseminasi dan Kemitraan BATAN yang dilaksanakan langsung di sekolah dengan jenjang yang beragam, mulai dari SD sampai SMA. NGS yang digelar di SMP Erenos merupakan yang pertama kalinya, namun sebelumnya telah dilakukan kegiatan serupa di SMA Erenos.

Kepala SMP Erenos, Ninik Kristoermadiarsih mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara BATAN dan sekolah dalam menyinergikan ilmu yang mereka dapat secara teori di kelas kemudian mereka praktikkan dalam kehidupan sehari-hari. “Anak-anak menjadi tahu ternyata nuklir tidak hanya soal fisika, tapi disana ada ilmu biologi, matematika, bahkan penerapannya dalam ilmu sosial,” katanya.

Ia berharap, program NGS tidak hanya berhenti sampai disini, namun BATAN bersama – sama dengan sekolah dapat membuat modul pembelajaran terkait iptek nuklir.

“Jadi anak setelah belajar, nggak.. ya sudah, selesai begitu saja. Tapi ada modul pembelajaran yang berkelanjutan di setiap jenjangnya, mulai dari kelas, 7, 8, 9 bahkan tingkat SMA,” harapnya.

Program NGS kali ini diikuti oleh 150 siswa SMP Erenos Tangsel. Materi yang diberikan antara lain mengenai jenis-jenis radiasi, manfaat dan risiko radiasi, serta aplikasinya di berbagai sektor kehidupan. Para siswa juga diajak berinteraksi aktif melalui permainan ranking 1, mengukur radiasi benda-benda di lingkungan sekolah menggunakan detektor, dan mencari jejak radiasi dengan cloud chamber (tnt).