PUSAT DISEMINASI DAN KEMITRAAN
LAYANAN KUNJUNGAN
BEBAS BIAYA TANPA SUAP,PUNGLI DAN NO GRATIFIKASI


(Tangerang Selatan, 26/09/2019). Pusat Diseminasi dan Kemitraan (PDK) BATAN bekerja sama dengan SMP Erenos Tangerang Selatan menggelar Nuclear Goes to School (NGS). Kepala Subbidang Edukasi Publik, PDK BATAN, Adipurwa Muslich mengatakan, NGS merupakan kegiatan edukasi nuklir yang ditujukan untuk memberikan pemahaman berimbang tentang nuklir kepada siswa dan guru. Kegiatan ini dilakukan secara reguler setiap tahun oleh PDK BATAN yang dilaksanakan langsung di sekolah dengan jenjang yang beragam, mulai dari SD hingga SMA.

“Awal mulanya kegiatan ini bernama Safari Nuklir Ramadan, dilaksanakan road show ke sekolah-sekolah ketika bulan Ramadan. Namun karena animo sekolah dan guru yang tinggi, Safari Nuklir Ramadan menjadi kegiatan reguler yang pelaksanaannya diperluas menjadi sepanjang tahun menyesuaikan jadwal sekolah, melalui NGS ini,” jelas Adi.

Ia menambahkan, dalam setahun kegiatan NGS ditargetkan dapat terlaksana 6 hingga 8 kali dengan cakupan wilayah tidak hanya Jabodetabek, tapi juga daerah lain seperti Kudus, Surabaya, Bangka Belitung, dan daerah-daerah lainnya.

“Pemilihan sekolahnya berdasarkan dua mekanisme, bisa permintaan dari sekolah, atau inisiasi BATAN terhadap sekolah potensial,” katanya.

Sekolah potensial yang dimaksud, lanjut Adi, merupakan pemetaan dari PDK BATAN, diantaranya sekolah favorit di daerah atau sekolah yang berdekatan dengan program BATAN seperti kegiatan studi tapak atau iptek nuklir lainnya.

“Kalau periode Rencana Strategis (Renstra) 2015 – 2019, kebanyakan malah berdasarkan permohonan dari sekolah, mereka biasanya mendapat informasi dari guru –guru yang pernah ikut pelatihan di BATAN,” tambah Adi.

Penentuan materi berdasarkan kebijakan kurikulum sekolah. Beberapa sekolah menentukan sendiri materi yang sesuai dengan topik pelajaran siswa yang sedang dipelajari, seperti bab fisika inti atau struktur atom, untuk kemudian dikaitkan dengan pengenalan nuklir. Namun secara umum, PDK BATAN sudah memilki standar materi sendiri yang disesuaikan dengan kurikulum nasional secara umum, bekerja sama dengan Pusat Kurikulum dan Perbukuan Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, terutama untuk jenjang SMP dan SMA. “Sementara untuk jenjang SD, NGS dikemas dalam bentuk permainan dan role play, disesuaikan dengan minat siswa,” lanjutnya.

Baca juga: Ada Nuklir di SMP Erenos Tangsel

Ia berharap, program NGS ini dapat memberikan pemahaman akan manfaat sekaligus risiko tentang nuklir sehingga mengikis resistensi yang mungkin akan timbul di masa mendatang jika tidak memahami teknologi ini secara utuh. “Program NGS ini juga menjadi sarana sosialisasi untuk siswa dan guru, agar mereka mengetahui prospek karir di bidang nuklir, sehingga siswa termotivasi melanjutkan sekolah di bidang kenukliran dan menjadi penerus estafet penelitian nuklir masa depan,” pungkas Adi (tnt).