Putra-putri Indonesia Mampu Mengoperasikan PLTN

Putra-putri Indonesia Mampu Mengoperasikan PLTN

Sebenarnya Indonesia sudah mengoperasikan tiga unit reaktor nuklir untuk keperluan penelitian serta beberapa fasilitas nuklir yang meliputi fabrikasi elemen bakar.

Ratusan Generasi Muda Nuklir 7 Negara Ikuti NYS 2014

Ratusan Generasi Muda Nuklir 7 Negara Ikuti NYS 2014

Jakarta (22/11/14); Sebanyak 142 generasi muda nuklir yang berasal dari 7 negara mengikuti Nuclear Youth Summit (NYS) 2014. 24 peserta berasal dari Australia, Vietnam, Thailand, Philipina, Malaysia dan Bangladesh, sementara 118 peserta

Temui JK, Utusan Rusia Ingin Bangun Pembangkit Listrik Nuklir di Batam

Temui JK, Utusan Rusia Ingin Bangun Pembangkit Listrik Nuklir di Batam

Jakarta -Hari ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bertemu dengan Ketua Dewan Federasi Majelis Federal Federasi Rusia Valentina Matviyenko. Sejumlah rencana kerjasama ekonomi dibicarakan

Teknik Serangga Mandul Pada Nyamuk

Teknik Serangga Mandul Pada Nyamuk

Teknik Serangga Mandul (TSM) merupakan suatu cara pengendalian vektor yang ramah lingkungan, efektif, dan potensial.

(Batu, 06/11/2019) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Diseminasi dan Kemitraan (PDK) menyelenggarakan Lokakarya Promosi Hasil Litbang Iptek Nuklir (PHLIN) di Kusuma Agrowisata Resort, Batu, Jawa Timur dengan mengusung tema “Kebijakan Pemanfaatan Teknologi Iradiasi untuk Meningkatkan Kualitas Produk Pangan” pada Rabu-Jum’at (6-8/11). Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan dalam sambutan dan arahannya menyampaikan keinginannya untuk lebih mempromosikan penggunaan teknologi  iradiasi untuk meningkatkan kualitas produk pangan Indonesia.

“Intinya, bagaimana memanfaatkan radiasi untuk meningkatkan kualitas produk pangan. Bagaimana agar produk pangan kita, baik dari pertanian maupun kelautan bisa memenuhi kriteria ekspor ke suatu negara. Dengan menggunakan iradiasi, produk pangan kita akan lebih tahan lama, tidak ada kutu, tidak ada bakteri,” Ujar Anhar.

Menurut Anhar, saat ini Indonesia masih sangat jauh tertinggal dibandingkan dengan beberapa negara tetangga kita. “Vietnam, negara yang lebih kecil dari Indonesia, memiliki 8 iradiator. Kita baru punya 3, satu milik swasta dan dua dikelola BATAN,” ujarnya.

“Salah satu iradiator yang dikelola BATAN adalah Iradiator Gamma Merah Putih, atau IGMP, yang berada di Kawasan Nuklir Serpong. IGMP merupakan karya anak negeri, 84%  komponennya dari dalam negeri, dan menjadi kebanggaan kita untuk melayani masyarakat,” lanjutnya.

Anhar mengatakan bahwa kita harus mengejar ketertinggalan kita. Iradiator ini akan terus kita dorong karena dengan memanfaatkan teknologi iradiasi, kita bisa berbisnis dengan cara yang menguntungkan. “Kita bisa meningkatkan kualitas produk-produk pasca panen kita sehingga berjaya di rumah sendiri sekaligus meningkatkan eksport dan mengurangi import,” katanya.

Disampaikan juga oleh Anhar bahwa BATAN harus bisa menunjukkan, bisa membuktikan bahwa produk iptek nuklir bisa memiliki kontribusi nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. “Itu bisa kita capai kalau kita bekerja keras untuk itu. Mudah-mudahan para investor tertarik dan upaya ini mendapat berkah Alloh sehingga bisa menjunjung tinggi para petani Indonesia,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini pula secara khusus Kepala BATAN ingin memberikan apresiasi kepada 18 daerah mitra PHLIN BATAN, dimana kegiatan PHLIN tahun ini sudah memasuki tahun ke 20. “Saya sangat terkesan dengan teman-teman dari Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, Dinas Ketahanan Pangan di setiap daerah, juga Perguruan Tinggi di beberapa tempat yang menjadi mitra PHLIN, karena bener-benar ikut involve di dalam melakukan penyebaran produk iptek nuklir BATAN,” tuturnya.

Tahun ini  BATAN melalui kegiatan PHLIN mendapatkan penghargaan Best Practice Awards dari International Atomic Energy Agency (IAEA).  “Ini merupakan suatu pengakuan bagi Indonesia, khususnya bagi BATAN bahwa kita sudah bisa melakukan penyebarluasan hasil-hasil litbang, khususnya iptek nuklir kepada masyarakat, dengan metode-metode dan cara-cara penyampaian, penyebarluasan yang dianggap sebagai best practice,” katanya.

Sementara itu Kepala PDK-BATAN, Ruslan selaku ketua penyelenggara Lokakarya menyampaikan bahwa Lokakarya PHLIN ini adalah kegiatan rutin tahunan sebagai ajang  silaturahim antara BATAN dengan para mitra serta sebagai sarana evaluasi pelaksanaan kegiatan pada tahun berjalan.  “Alhamdulillah, tahun ini hadir 50 orang mitra PHLIN dari 18 daerah, dimana terdapat beberapa daerah yang mengirimkan lebih dari satu peserta dengan biaya sendiri. Apresiasi kami pada para mitra PHLIN,” ucap Ruslan.

Menurut Ruslan Lokakarya kali ini agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dimana dibahas tentang benih padi, benih kedelai dan penangkarannya, maka kali ini akan dibahas tentang penanganan produk pasca panen dengan memanfaatkan teknologi iradiasi untuk meningkatkan kualitas produk pangan. “Dalam sesi talkshow  kita akan membahas dan menggali tentang pemanfaatan teknologi iradiasi bersama para narasumber yang kompeten. Teknologi ini bisa menjadi pilihan kegiatan lain bagi daerah bapak ibu sekalian dalam mengaplikasikan teknologi nuklir,” katanya.

Para narasumber sesi talkshow Lokakarya PHLIN 2019 adalah Direktur PT Gamma Mitra Lestari  Riyanto Setia Oetomo, Kepala Balai Besar POM Surabaya I Made Bagus Gerametta, Kepala Bidang Karantina Tumbuhan Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya I NyomanArnawa dan Kepala Bidang Proses Radiasi – Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) BATAN TitaPuspita Sari. Sesi talkshow ini dipandu oleh Deputi Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir (PTN)-BATAN Hendig Winarno sebagai moderator. (my)